FastBreak 12 April jam 14.00
FastBreak , April 12, 2013, admin

Ketua Umum Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia Dr Warsito P Taruno memublikasikan hasil temuannya berupa alat pemindai aktivitas otak pada simposium internasional di San Francisco, Amerika Serikat. Humas Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) Drs Mu`arif  menjelaskan bahwa alat tersebut diberi nama `4D Brain Activity Scanner` berbasis `electrical capacitance volume tomography`/ECVT atau tomografi kapasitansi listrik berbasis medan listrik statis. Warsito, peneliti yang menyelesaikan doktor di Universitas Shizuoka, Jepang itu, menggunakan ECVT untuk mengukur sinyal listrik yang dihasilkan dari aktivitas otak manusia dan merekonstruksi citra volumetrik dari aktivitas otak. Temuan tersebut telah dipatenkan di lembaga paten dunia WIPO/PTO tahun 2006.
_____________________________

Situs media jejaring sosial Twitter akan meluncurkan aplikasi musik yang terintegrasi, We Are Hunted, Jumat waktu setempat, demikian dilaporkan All Things D. Sumber anonim lain situs media digital itu juga menyebut aplikasi musik di Twitter akan diluncurkan pada akhir pekan pada Festival Seni dan Musik Coachella. Aplikasi We Are Hunted menawarkan daftar lagu-lagu dan artis kepada pengguna Twitter berdasarkan sinyal-sinyal personal dari pesan-pesan yang diunggah di lini masa. Pengguna dapat mendengarkan musik di aplikasi itu menggunakan layanan pihak ketiga seperti iTunes, Soundcloud selain video klip yang disediakan Vevo. Di akun @twittercomms, situs mikroblog itu telah menyambut layanan terakuisisi We Are Hunted. Di sisi lain, pengelola We Are Hunted menyebut layanan musik mereka di situs wearehunted.com telah ditutup.

______________________________

Google jamin data pengguna aman sampai mati. Google akan mengizinkan pengguna memutuskan apa yang akan terjadi pada data mereka saat meninggal dunia atau tidak aktif lagi secara online. Inovasi itu menjadikan Google sebagai perusahaan besar pertama yang mengatur isu sensitif tersebut. Fitur itu meliputi email, jejaring sosial Google Plus dan akun lainnya. Pengguna bisa memilih untuk menghapus data setelah satu periode atau mengalihkannya ke orang yang spesifik. Pengguna internet di seluruh dunia telah menyatakan kekhawatiran akan apa yang terjadi apda data mereka sesudah wafat. Google mengatakan pengguna bisa memilih menghapus data mereka setelah tiga, enam atau 12 bulan tidak aktif. Namun perusahaan itu mengatakan akan menghubungi nomor telepon yang diberikan atau email kedua untuk memperingatkan pengguna sebelum ada tindakan yang diambil.

[html5mp3small:14773]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 5 =