FASTBREAK 13 APRIL 2018
FastBreak , April 13, 2018, Unisi Radio

Disperindag Kota Yogyakarta Rencanakan Ujicoba e-Retribusi pada Mei 2018

Dinas Perindustian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta akan ujicoba e-Retribusi ke lima pasar tradisional pada Mei mendatang. Kepala Disperindag Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang mengatakan pembayaran retribusi pedagang menggunakan QR Code pada Kamis (12/4/2018).

“Rencanya besok Mei, ujicoba ke lima pasar, Ngasem, Karangwaru, Pasti, Gedongkuning, dan Talok. Nanti pembayaran pake QR Code gitu. Kan sekarang Buku Ketetapan dan Pembayaran Retribusi (BKPR) sudah ada QR Codenya,” ungkap Maryustion.

Ia mengatakan e-Retribusi sudah bekerjasama dengan beberapa perbankan untuk retribusi nontunai. Hal tersebut dalam rangka mendukung gerakan nasional nontunai.

“Kalau bicara kesiapan, database udah siap. Sekarang butuh alatnya dulu, HP android, yang ada kameranyalah, nanti dibagikan ke pasar. Tinggal cenit semua langsung masuk. Saya bisa pantau langsung. tetapi masih tunai dulu bayarnya,”katanya.

Maryustion mengatakan implementasi dilakukan secara bertahap. Ia juga akan melakukan evaluasi sebelum mengimplementasikan lebih lanjut.

tribunjogja.com

============================================================

Pleidoi e-KTP, Setnov Tak Terima Dituntut 16 Tahun Penjara

Mantan Ketua DPR dan Ketua Umum Golkar, Setya Novanto, membacakan nota pembelaan (pleidoi) sebagai terdakwa korupsi e-KTP hari ini. Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta tersebut, Setnov menyatakan tuntutan hukuman penjara 16 tahun dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) tak adil bagi dirinya.

“Tuntutan Jaksa Penuntut Umum setebal 2415 halaman yang menuntut saya dengan tuntutan selama 16 tahun penjara, bagi saya jelas tidak adil. Dari keseluruhan terdakwa e-KTP yang sudah disidangkan, saya adalah terdakwa yang dituntut paling tinggi,” demikian keluhan Setnov dalam pleidoi yang ia bacakan sambil duduk di depan majelis hakim tipikor Jakarta tersebut.

Setnov mengklaim dirinya telah berusaha keras kooperatif baik dalam pemeriksaan sebagai tersangka, maupun dalam persidangan sebagai terdakwa.

Setnov pun mengeluhkan keterangan-keterangan dirinya dalam pemeriksaan sebagai terdakwa justru dianggap bualan, termasuk dalam penyebutan nama penerima uang disebut omong kosong.

“Saya tegaskan, bahwa apa yang saya sampaikan adalah yang saya ketahui. Pertama, saya hanya mendengar dari Made Oka Masagung pada saat berkunjung ke rumah saya di Jalan Wijaya [Jakarta Selatan] bersama Andi Narogong. Dan juga, kunjungan Andi Narogong, Made Oka Masagung, dan juga dengan Irvanto yang diterangkan yaitu pada konfrontir minggu lalu,” kata Setnov.

Ia pun menyinggung soal tindakan mengonfrontasi keterangan dirinya dan Irvanto soal proses penyerahan uang. Setnov pun selanjutnya berharap Made Oka Masagung pun menjadi kooperatif dalam pemeriksaan seperti Irvanto yang merupakan keponakannya tersebut.

cnnindonesia.com

========================================================

Bareskrim Polri Undang Facebook Terkait Kebocoran Data Pekan Depan

Penyidik Bareskrim Polri sedang mendalami dugaan kebocoran data pengguna Facebook di Indonesia. Rencananya, penanggung jawab situs Facebook di Indonesia akan dimintai keterangan minggu depan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, Facebook diundang untuk menggali informasi sebagai bahan penyelidikan dugaan kebocoran data pengguna facebook. Apalagi saat ini, Indonesia tengah memasuki tahun politik.

Bukan hanya kepolisian, DPR juga ingin mendengarkan penjelasan dari Facebook Indonesia terkait skandal Cambridge Analytica di Amerika Serikat.

liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − 16 =