FASTBREAK 13 FEBRUARI 2018
FastBreak , February 13, 2018, Unisi Radio

Parkir di Jantung Kota Bantul Bakal Ditata

Setelah dilakukan pembangunan jalan pada 2017, kantong parkir di kawasan Jenderal Sudirman ditata ulang. Hal tersebut dilakukan demi menghindari penyempitan badan jalan yang berada di jantung kota Bantul tersebut.

Saat ini, setidaknya terdapat 19 titik parkir di sepanjang jalan protokol Jenderal Sudirman mulai dari simpang empat Klodran ke utara sampai simpang Gose. Titik parkir mayoritas berada di kawasan Pasar Bantul. Kesembilan belas titik parkir tersebut sudah mendapat izin dari Dishub dan akan dilakukan penataan.

Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Aris Suharyanta, mengatakan penataan parkir akan dilakukan sesuai standar. Caranya dengan mengatur parkir mobil menjadi terarah. “Parkir mobil akan di-setting depan belakang, baik itu di sisi kanan atau kiri jalan,” kata Aris, Senin (12/2/2018).

Dengan parkir kendaraan roda empat searah depan belakang, Aris mengatakan, hal tersebut bisa meminimalkan pemakaian badan jalan terlalu lebar yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan menyebabkan kepadatan kendaraan.

Sedangkan penataan kendaraan roda dua akan dilakukan penataan secara miring. Pembuatan garis parkir di jalan pun akan segera dilakukan. “Parkir kendaraan roda dua atau sepeda motor, kita atur agak miring sesuai garis yang dibuat di jalur itu,” kata dia.

Aris menjelaskan, terkait penataan parkir kendaraan di sepanjang jalan protokol tersebut, instansinya sudah memanggil beberapa petugas maupun pengelola parkir agar mematuhi penyelenggaraan parkir termasuk tarif yang diberlakukan. Namun untuk parkir di sirip-sirip jalan yang biasanya dilakukan untuk acara situasional, Dishub Bantul belum melakukan perizinan.

harianjogja.com

==============================================================

Dari Ratusan Reklame yang Terpasang di Jogja, Hanya 50 yang Berizin

Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Kota Jogja menyatakan pemasangan reklame berukuran sedang dan besar wajib memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) untuk tiang reklamenya. Sampai saat ini baru sekitar 50an reklame ber-IMB dari ratusan reklame.

Ukuran reklame sedang berkisar 8×24 meter dan reklame besar ketentuan ukuran 24-32 meter. “Kalau ada reklame berukuran besar dan sedang tanpa IMB berarti melanggar,” kata Kepala Bidang Pelayanan Perizinan, Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Kota Jogja, Setiyono, baru-baru ini.

Setiyono mengatakan kewajiban pemasang reklame ukuran sedang dan besar sudah diatur dalam Perda No.5/2015 tentang Penyelenggaraan Reklame.

Dalam perda yang mulai diberlakukan pada 2016 lalu tersebut, selain kewajiban mengurus IMB, reklame juga dilarang dipasang di taman, trotoar, jembatan, tiang listrik, rambu-rambu lalu lintas, dan bangunan cagar budaya.

Selain itu, ketentuan pemasangan reklame di simpang empat maksimal empat reklame ukuran besar dan sedang. Jika di simpang empat ada lebih dari empat reklame, kata Setiyono, berarti melanggar. “Kecuali jarak 50 meter dari simpang baru boleh ada reklame lagi,” kata dia.

Setiyono tak bisa memastikan berapa jumlah reklame yang berizin karena izin reklame baru ditangani Dinas Perizinan dan Penanaman Modal pada Juli 2017 lalu. Sebelumnya reklame di tangani oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Jogja. Ia menyadari saat proses peralihan ada sekitar 800an reklame berizin.

Jumlah tersebut akumulasi dari reklame permanen atau reklame yang dipaang minimal satu tahun, dan reklame insidental atau izinnya hanya satu bulan dengan berbagai ukuran.

Setiyono menyatakan proses perizinan pemasanan reklame gratis, mudah, dan cepat, dan tidak sampai satu hari. “Yang bayar itu IMB-nya dan pajaknya,” ucap dia.

harianjogja.com

=============================================================

Instagram Akan Beri Notifikasi Jika Stories di-‘Screenshot’

Instagram dilaporkan tengah melakukan pengujian untuk fitur yang akan memberitahu pengguna ketika Stories mereka ditangkap layar (screenshot) oleh pengguna lain. Pengguna yang mengikuti pengujian akan mendapatkan teks peringatan ketika teman mereka melakukan screenshot stories. Tak hanya itu, mereka juga akan mengetahui siapa teman yang melakukan screenshot.

Caranya adalah dengan melihat ke dalam daftar teman yang sudah menonton stories. Akan ada logo shutter kamera di samping nama pengambil screenshot, seperti tampak pada cuitan berikut.

“Kami selalu menguji cara untuk meningkatkan pengalaman pengguna di Instagram dan membuat mereka lebih mudah membagikan momen apapun dengan orang yang berarti,” demikian keterangan Instagram pada TechCrunch, Senin (12/2).

Lebih lanjut, Instagram diduga juga menguji bagaimana fitur ini dapat mempengaruhi keterlibatan pengguna sebelum fitur tersebut dirilis ke seluruh dunia. Misal, membuat pengguna jadi lebih sedikit menonton Stories karena fitur ini. Sebelumnya, Instagram hanya menerapkan pemberitahuan jika tangkapan layar dilakukan pada pesan pribadi di direct message (pesang langsung). Artinya, pengguna bebas mengambil screenshot di Stories kapan pun mereka mau tanpa sepengetahuan pemilik Stories.

Jika fitur ini memang dirilis ke seluruh pengguna, ini membuktikan bahwa Instagram memiliki kekhawatiran serupa dnegna Snapchat soal screenshot. Semua screenshot yang dilakukanpengguna akan langsung mengirimkan pemberitahuan ke pemilik Stories. Namun, pengguna hanya akan melihat notifikasi itu berupa ikon yang terdapat di samping nama pengguna. Meski sedikit repot, masih ada cara untuk mengakali fitur ini. Pengguna bisa melakukan tangkapan layar tanpa diketahui pengguna jika screenshot dilakukan tanpa mengaktifkan internet. Cara lain adalah melakukan tanklapan layar lewat situs Instagram di komputer. Cara lain, menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti Story Reporster, seperti dikutip Ubergizmo.

cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 2 =