FASTBREAK 13 MARET 2018
FastBreak , March 13, 2018, Unisi Radio

Sultan Keluhkan Harga Tanah Kulonprogo yang Gila-Gilaan

Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menjaga stabilitas harga tanah di wilayah itu supaya tidak menghambat masuknya investasi.

Sultan mengaku mendapat keluhan dari investor yang akan membangun hotel yang jaraknya 1,2 kilometer dari kawasan bandara. Menurut pengakuan investor itu kepada Sultan, harga tanah sudah mencapai Rp5 juta per meter persegi. Begitu juga di kawasan bandara lainnya, harga tanah bisa mencapai Rp3 juta per meter persegi.

“Bagaimana eksekutif dan legislatif harus bersikap sama dengan adanya bandara, dan bisa menjaga harga tanah,” kata Sultan dalam acara pembukaan Taman Budaya Kulonprogo, Senin (12/3/2018). Hal yang menjadi pertanyaan Sultan, pihak yang menjual tanah sebesar Rp5 juta itu warga langsung atau makelar tanah. Pasalnya, hal tersebut tidak menguntungkan bagi pemkab, ataupun investor. Kalau harga tanah mahal, tidak akan menguntungkan bagi investasi.
“Kami takut tidak menguntungkan. Kami berharap adanya bandara di Kulonprogo, tanahnya tidak dikuasai calo tanah,” ucap Sultan.

Ia mencontohkan tanah yang dikuasai calo tanah, seperti di Sleman dan Bantul, dari satu hektare, dibeli calo tanah dengan sistem uang muda dan dikuasai paling tengah sehingga akan mengganggu pembebasan tanah.
“Pola-pola seperti ini sudah kami kenali. Saat Pemkot Jogja akan membangun, satu bidang tanah yang tidak mau dibebaskan. Kami sarankan supaya dibentengi saja karena yang bersangkutan tidak mau kompromi, kami juga tidak mau kompromi,” katanya.

Lebih lanjut, Sultan mencontohkan pembebasan lahan yang mendapat penolakan warga, yakni pembangunan Jembatan Layang Jombor. Harga tanah berdasarkan penilaian tim, berkisar Rp4,5 juta per meter persegi, tapi pemilik tanah minta Rp10 juta per meter persegi.

Kalau pemkab menyetujui pembayaran Rp10 juta per meter persegi, harga tanah di Sleman akan berubah. Saat itu, pembangunan jembatan layang terus berjalan, tapi pada akhirnya pemilik lahan melepaskan tanahnya.
“Kalau tidak pemkab, siapa lagi yang mau beli tanah yang tidak menguntungkan,” katanya.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan naiknya harga tanah di Kulonprogo disebabkan tingginya harga tanah untuk pembangunan proyek bandara. Lahan bandara berkisar Rp800.000 per meter persegi. “Kami tidak bisa intervensi harga tanah, karena peraturannya sulit,” katanya.

harianjogja.com

=======================================================================

Revitalisasi Malioboro Sisi Barat Habiskan Rp 37 Miliar

Realisasi fisik pedestrian Malioboro sisi barat dimulai sejak hari ini, Senin (12/3/2018). Terkait anggaran, Site Manager Revitalisasi Malioboro, Eri Purnomo menyebut anggaran yang digunakan untuk revitalisasi kali ini ada di kisaran Rp 37 miliar.

Namun jumlah tersebut tidak hanya untuk penataan sisi barat Malioboro, namun juga termasuk penanaman pohon dari Tugu Paal Putih hingga Stasiun Tugu.

“Pohon yang ditanam sama dengan yang di sisi timur yakni Pohon Gayam dan asam tetapi untuk tanaman perdu dari Tugu sampai Stasiun Tugu berupa Melati,” tutupnya.

tribunjogja.com

========================================================================

DPR dan Pemerintah Sepakati Kenaikan Biaya Haji 2018 Sebesar Rp 345.290

Komisi VIII DPR dan Kementerian Agama menyepakati kenaikan biaya haji sebesar Rp 345.290 atau 0,99 persen untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2018. Dengan begitu biaya langsung atau direct cost penyelenggaraan ibadah haji menjadi sekitar Rp 35.235.602,00. Adapun, biaya haji tahun 2017 sebesar Rp 34.890.312,00.

Ketua Komisi VIII Ali Taher mengatakan, kenaikan tersebut karena adanya kebijakan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai dari Pemerintah Arab Saudi sebesar 5 persen dan pajak pemerintah daerah (baladiyah) sebesar 5 persen.

Selain itu, faktor penyebab lainnya karena kenaikan bahan bakar minyak di Arab Saudi mencapai 180 persen, kenaikan harga avtur, dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine + three =