FASTBREAK 13 NOVEMBER 2017
FastBreak , November 13, 2017, Unisi Radio

Gempa 7,3 SR Guncang Perbatasan Iran dengan Irak

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter mengguncang kawasan pegunungan perbatasan Iran dengan Irak pada Minggu (12/11/2017) malam waktu setempat. Pernyataan resmi menyebutkan setidaknya 61 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Gempa juga menyebabkan terjadinya tanah longsor yang menyulitkan tindakan penyelamatan. Badan Survei Geologi AS mengatakan, titik gempa berada di sekitar 30 kilometer arah selatan kota Halabja, dekat perbatasan dengan Iran.

“Kami mendata ada 30 orang tewas di sejumlah kota,” kata Wakil Gubernur Provinsi Kermanshah Iran, Mojtaba Nikkerdar.

Jumlah korban diprediksi masih akan bertambah. Sementara tiga kamp bantuan darurat telah didirikan. Pengiriman bantuan turut mengalami kendala setelah jalan menuju lokasi yang terdampak gempa tertutup tanah longsor. Kantor berita Iran, IRNA melaporkan sebanyak 30 tim palang merah telah dikirim ke lokasi gempa. Beberapa ke lokasi di mana listrik telah terputus. Gempa terjadi sekitar pukul 21.18 waktu setempat pada kedalaman sekitar 25 kilometer. Getaran gempa dirasakan hingga 20 detik di Baghdad, bahkan lebih lama di sejumlah wilayah di Irak. Demikian dilaporkan AFP. Getaran akibat gempa juga dilaporkan dirasakan hingga Pakistan, Lebanon, Kuwait dan Turki, seperti dilaporkan kantor berita masing-masing negara.

kompas.com

=============================================================

BBM Satu Harga Bakal Diterapkan di 150 Titik

Pemerintah menargetkan program bahan bakar minyak (BBM) satu harga dapat diterapkan di 150 titik dalam kurun waktu 2017-2019. Infrastruktur untuk pendistribusiannya baik melalui darat ataupun laut kini sedang dikebut pengerjaannya.

External Communication Manager PT Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan, untuk penerapan BBM satu harga akan dilakukan secara bertahap. Pada 2017 ditargetkan terdapat 54 titik di wilayah dengan infrastruktur darat dan laut kategori cukup baik. Pada 2018, ditargetkan ada 50 titik di wilayah dengan infrastruktur darat dan laut terbatas. Dan pada 2019, ditargetkan sebanyak 46 titik di wilayah dengan infrastruktur darat dan laut cukup sulit.

“Sampai dengan awal November 2017 telah dioperasikan 27 titik lembaga penyalur. Sementara, 27 titik sisanya akan diselesaikan dalam tahun 2017 ini,” kata dia di Bali, Sabtu (11/11/2017).

Arya menjelaskan, saat ini terdapat enam lembaga penyalur BBM yang sudah selesai melakukan pembangunan fisik, 11 lembaga penyalur sudah hampir selesai proses pembangunan fisiknya, dan 10 sisanya baru selesai mengurus perizinan dan segera dibangun. Lembaga penyalur BBM yang nantinya akan mendistribusikan BBM ke sejumlah daerah terluar, terdepan, dan terpencil tersebut akan segera diresmikan pada periode November dan Desember 2017.

Ia memaparkan, jika nanti BBM satu harga sudah diterapkan, pihaknya berharap ada dukungan dari pemerintah daerah dan juga Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) untuk mengawasi penerapanan di lapangan. Pasalnya, Pertamina hanya bisa mengawasi penerapan BBM satu harga sampai di lembaga penyalur. “Di luar lembaga penyalur itu menjadi ranahnya pemerintah daerah dan BPH Migas yang lebih punya kuasa dan kewenangan,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Tengah-DIY Ibnu Chouldum menambahkan, di MOR IV terdapat satu titik penerapan BBM satu harga yakni Karimunjawa, Jawa Tengah. Pulau yang terletak di Kabupaten Jepara tersebut diakuinya memiliki jangkauan yang cukup sulit dalam distribusi BBM. Untuk dapat memasok BBM hingga Karimunjawa perlu beberapa kali angkut dan bongkar muat, sehingga hal itu membuat harga BBM lebih mahal.

“BBM dari darat diangkut dengan kapal tangker. Dulu itu malah menggunakan kapal kayu, tapi sering terbakar lalu menggunakan tanker. Setelah menggunakan tanker baru diangkut menggunakan mobil lagi. Proses bongkar muatnya bisa sampai tiga kali,” kata Ibnu.

harianjogja.com

==================================================================
17 Kecamatan di Sleman Berpotensi Terjadi Pohon Tumbang

Potensi bencana pohon tumbang hampir terjadi di semua 17 kecamatan di Sleman. Selain faktor usia, kurangnya pemeliharaan pohon menjadi penyebabnya.

Ketua Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS) Yoga Nugroho menjelaskan, kondisi tersebut disebabkan beragam faktor. Selain banyak pohon lapuk, kondisi pohon juga banyak yang membahayakan karena lanjut usia. “Tapi sebagian besar karena kesalahan perlakuan. Ada pohon yang dijadikan tempat bakar sampah, buang sampah di batang bawah dan lainnya,” jelas Yoga kepada Harian Jogja, Minggu (12/11/2017).

Selain itu, banyak pohon yang ditanam di daerah irigasi sawah dengan tanah yang gembur. Tidak hanya itu, banyak pohon rimbun yang ditanam dengan tipe batang yang mudah patah. Kondisi tersebut menyebabkan potensi bencana pohon tumbang bisa terjadi di semua kecamatan.

Oleh karena itu, dia berharap masyarakat ikut merawat pohon-pohon perindang di sekitarnya dengan benar. “Tidak boleh dijadikan tempat buang sampah, apalagi membakarnya. Kasus ini kami temukan kemarin saat melakukan evakuasi,” katanya.

Selain itu, pihaknya meminta masyarakat ikut andil untuk melakukan pemangkasan dahan yang terlalu rimbun. Itu penting dilakukan untuk mengurangi tahanan terpaan angin. Jika kesulitan untuk pemangkasan, katanya, warga dapat menghubungi FKKRS untuk selanjutnya dikoordinasikan oleh komunitas relawan. “Prioritas komunitas relawan, adalah pemangkasan pohon yang membahayakan rumah penduduk dan fasilitas pendidikan dan pemerintah,” ujarnya.

Pada Sabtu (11/11/2017) FKKRS menggerakkan 40 relawan dari lima komunitas bersama satu regu TRC BPBD Sleman melakukan pemangkasan pohon di Jogja Green School. “Ini atas permintaan pihak sekolah melalui surat permohonan kepada FKKRS,” jelasnya.

harianjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 3 =