FASTBREAK 15 MEI 2018
FastBreak , May 15, 2018, Unisi Radio

7 Puskesmas di Jogja Segera Miliki Ambulans Baru

Sejumlah puskesmas yang belum memiliki ambulans segera mendapatkan armada tersebut. Ambulans baru tersebut dilengkapai dengan life saving untuk penanganan awal kegawatdaruratan.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Jogja Agus Sudrajat menjelaskan, ambulans baru ini tidak hanya sekadar berfungsi untuk transportasi pasien tetapi sudah dilengkapi dengan peralatan life saving.

Tahun ini terdapat tujuh ambulans baru yang akan dibagikan ke sejumlah Puskesmas. Meliputi Puskesmas Umbulharjo, Kotagede I, Pakualaman, Gondomanan, Wirobrajan, Mantrijeron dan Danurejan II. Dijelaskan Agus, pemberian armada tersebut erat kaitannya dengan momentum puasa dan libur lebaran. Menurutnya saat kedua momentum tersebut Jogja banyak dikunjungi warga dari luar kota.

“Meskipun sudah ada layanan kegawatdaruratan melalui YES 118 atau PSC 119, keberadaan ambulans di masing-masing Puskesmas penting untuk memberikan pelayanan kesehatan hingga ke wilayah,” katanya kepada wartawan, Senin (14/5/2018).

Diakuinya, banyak ambulans di Puskesmas yang berusia cukup tua karena menggunakan kendaraan yang diproduksi pada 2010. Dinkes tetap mengupayakan ada penggantian armada secara bertahap. Termasuk juga melengkapi fungsi armada tersebut.

“Sebelum mengganti kami akanlakukan kajian terlebih dulu dan melihat kondisi ambulans. Yang jelas tujuan utamanya adalah masyarakat selalu bisa memperoleh layanan kesehatan yang maksimal,” katanya.

Dia mengatakan selama ini hanya Puskesmas Tegalrejo dan Jetis, yang memiliki ambulans dengan peralatan yang lebih baik. Alasannya, kedua puskesmas tersebut menyelenggarakan layanan rawat inap persalinan.

“Kami menganggarkan dana sekitar Rp1,65 miliar untuk pengadaan ambulans bagi puskesmas. Tahun depan hanya tersisa lima dari 18 Puskesmas yang belum memiliki ambulans,” katanya.

Kepala Dinkes Jogja Fita Yulia Kisworini berharap distribusi ambulans baru tersebut dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di masyarakat. Sekaligus untuk memperkuat kegawatdaruratan atau PSC 119.

“Kami berharap mobil ambulans ini bisa meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ke masyarakat agar semakin baik. Terutama, untuk memberikan pertolongan pertama kedaruratan,” katanya.

==========================================================

Bulog Berencana Jual Beras Kemasan Sachet

Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) berencana membuat beras dalam kemasan kecil atau saset guna menghindari kecurangan mafia-mafia beras.

“Beras itu coba kami kemas menjadi beras saset, rencengan. Jadi nanti enggak ada lagi mafia pangan borong beras ramai-ramai,” kata Direktur Utama Bulog Budi Waseso di gedung Bulog, Senin (14/5).

Beras kemasan, menurut dia, nantinya akan divakum agar awet dan terjamin mutunya sehingga tidak mudah rusak.

 

“Sekarang sedang diupayakan bagaimana agar kemasan beras ini murah,” ungkap Budi.

Adapun tujuan penggunaan kemasan pada beras, menurut Budi, dilakukan guna menciptakan manajemen beras yang tepat sasaran ke masyarakat, terutama bagi beras bantuan. Ia pun bakal memangkas rantai distribusi beras yang saat ini masih melalui pihak ketiga.

“Saya tidak mau melalui pihak ketiga,” ucapnya.

Menurut Budi, pihak ketiga akan memperpanjang proses birokrasi dan cenderung mempermainkan harga beras. Harga beras yang semula murah, menurut dia, dinaikkan oleh oknum tak bertanggungjawab dengan alasan penambahan kemasan, transportasi, dan lain-lain.

“Akhirnya harga sampai di masyarakat tinggi,” kata Budi.

Ia menjelaskan, pihaknya bakal menghitung margin beras saset. Nantinya, menurut dia, setiap toko harus memiliki beras bulog. Pihaknya juga akan mematok harga jual beras.

cnnindonesia.com

========================================================

NASA Bakal Bawa Helikopter Mini untuk Misi Mars 2020

NASA mengumumkam bahwa misi ke Mars yang akan meluncur pada 2020 akan mengangkut sebuah helikopter kecil. Heikopter ini akan mengobservasi permukaan Mars dari angkasa.

Dengan helikopter, observasi bisa dilakukan lebih cepat ketimbang robot yang berjalan di permukaan Mars. Selain itu, permukaan yang diamati pun lebih luas dan helikopter tak akan tersangkut di pasir seperti rekan robot daratnya.

Tapi ada satu masalah, sulit untuk membuat benda terbang di atmosfer yang tipis seperti Mars. Sehingga, helikopter yang dibuat untuk misi Mars ini berbeda dari yang dibuat di Bumi.

Peneliti NASA perlu membuat helikopter yang lebih ringan dan baling-balingnya mesti berputar lebih cepat. Mereka merancang helikopter Mars ini dengan mesin yang berputar 10 kali lebih cepat dari helikopter Bumi. Ini berarti putaran baling-baling helikopter di Mars lebih dari 3.000 rpm. Berat helikopter ini pun hanya 1,8 kilogram.

NASA berencana untuk melakukan uji terbang lima kali dalam 30 hari untuk helikopter khusus ini. Untuk permulaan, heli akan diuji untuk terbang setinggi 3 meter dan melayang selama 30 detik, dan turun kembali.

Pada pengujian berikutnya, helikopter akan diterbangkan hingga beberapa ratus meter dengan durasi lebih lama, sekitar 90 detik. Helikopter ini akan bergerak otonom, namun akan memiliki sambungan nirkabel dengan robot pengelana untuk saling bertukar data.

 

cnnindonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 − two =