FASTBREAK 16 MEI 2018
FastBreak , May 16, 2018, Unisi Radio

Palapa Ring Barat Rampung, Kominfo Bersiap Buka Jaringan Baru

Jelang rampungnya proyek Palapa Ring, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara berencana menyambungkan ring kabel fiber optik antara bagian Barat dan Tengah melewati Pulau Jawa.

“Kominfo sedang pertimbangkan menghubungkan antara barat dan tengah hingga menyusur jalan perbatasan Indonesia-Malaysia,” ujarnya di Singkawang, Kalimantan Barat, Senin (14/5).

Opsi pengembangan ini menjadi pertimbangan agar sejalan dengan pembangunan jalan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

ebih lanjut, Rudiantara menjelaskan model pembangunan tersebut menyerupai Papua, di mana Kominfo ikut dengan pembangunan KemenPUPR

“Pinggirannya dibangun kabel optik, bukan digali pake cangkul, tapi mesin. Sehari bisa 4-8 km tergantung pada kondisi bebatuan di tepi jalan. Kalo batu 4 km, tanah 8 km,” jelasnya.

Lihat juga: Tahun Politik, Orang Indonesia Kian Aktif Pakai Internet
Proyek Palapa Ring sendiri terbagi menjadi tiga bagian yakni barat, tengah, dan timur. Bagian barat sudah rampung 100 persen, bagian tengah sudah 77 persen dan timur baru 45 persen.

Rudiantara menargetkan awal 2019 seluruh proyek sudah rampung dan dapat beroperasi. Paket barat akan menjangkau wilayah Riau dan Kepulauan Riau hingga dengan Pulau Natuna dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.000KM.

Sedangkan Paket Tengah menjangkau wilayah Kalimantan, Sulawesi dan Maluku Utara sampai dengan Kepulauan Sangihe dan Talaud dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.700KM.

Terakhir, Paket Timur menjangkau wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat dan Papua hingga pedalaman Papua dengan total panjang kabel serat optik sekitar 6.300KM.

cnnindonesia.com

========================================================

Gudang Kecelakaan Lalu Lintas di DIY Ada di Bantul

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIY merilis jumlah kecelakaan lalu lintas selama 2016-2017 meningkat dan data kecelakaan terbanyak ada di Kabupaten Bantul dan Sleman.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Unit I Subdit Pendidikan dan Rekayasan Lalu Lintas Ditlantas Polda DIY, AKP Restu Indra dalam sosialisasi yang digelar di Aula Kecamatan Bantul, Selasa (15/5/2018).

“Jumlah korban kecelakaan rata-rata adalah usia produktid, yakni usia 16-25 tahun,” kata Indra. Sosialisasi yang dilaksanakan Jasa Raharja dan Direktorat Lalu Lintas Polda DIY itu diikuti sekitar 100 orang dari kalangan pelajar, pamong desa, dan masyarakat umum, dengan tema Membangun Budaya Tertib Berlalulintas dan Tata Cara Pengurusan Santunan Jasa Raharja.

Indra mengatakan jumlah kecelakaan pada 2016 lalu di DIY tercatat sebanyak 3.777 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 463 orang. Dari jumlah tersebut terbanyak ada di Bantul 1.157 kasus, disusul Sleman 1.018 kasus, Jogja 616 kasus, Kulonprogo 500 dan Gunungkidul 486 kasus.

Jumlah kecelakaan meningkat di 2017 dengan total 4.011 kasus. Terbanyak masih di wilayah Sleman dan Bantul masing-masing 1.393 kasus dan 1.360 kasus. Kemudian disusul Gunungkidul (454 kasus), Kulonprogo (411 kasus), dan Jogja (393 kasus). Sementara korban meninggal dunia sebanyak 442 orang.

“Meski jumlah korban menurun, tapi jumlah kejadian meningkat sebesar 6,20 persen dari 2016-2017,” papar Indra.

Indra berujar dari pengelompokan usia korban kecelakaan dalam data kecelakaan tersebut didominasi usia produktif, yakni usia 16-25 tahun sebanyak 1.216 orang dari data kecelakaan 2017 dan terbanyak juga dari Bantul dan Sleman masing-masing 483 orang dan 350 orang. Sisanya dari tiga kabupaten dan kota lainnya. Terbanyak kedua korban kecelakaan dari sisi usia adalah usia 51-60 tahun, dan ketiga usia 31-40 tahun.

Menurut Indra, penyebab kecelakaan tidak lepas dari beberapa hal, di antaranya penggunaan telepon selular saat berkendara, tidak mengenakan helm, mabuk, melawan arus, dan usia pengendara di bawah umur, serta sabuk keselamatan tidak digunakan saat berkendara. “Masih banyak yang lalai padahal sabuk pengaman bagi pengendara roda empat dapat membantu jika terjadi benturan,” kata dia.

harianjogja.com

==========================================================

Erupsi Lagi, Gunung Kilauea di Hawaii Semburkan Abu Vulkanik

Gunung api Kilauea di Hawaii, Amerika Serikat, kembali erupsi dengan mengeluarkan abu vulkanik pada Selasa (15/5/2018). Erupsi tersebut mendorong pihak berwenang memberi peringatan mengenai buruknya kualitas udara dan kemungkinan letusan yang lebih besar.

Lembaga pertahanan sipil Hawaii menyebut, batu-batu berjatuhan dan ledakan gas dari salah satu rekahan di gunung Kilauea menyebabkan erupsi abu vulkanik yang diterpa angin ke arah barat data.

Otoritas Hawaii menyatakan, awan abu mencapai ketinggian sekitar 3.000 meter hingga 3.600 meter sehingga harus mengeluarkan peringatan merah. Penduduk mendapat peringatan mengenai abu yang dapat menganggu pernapasan. Pihak berwenang juga mendesak agar warga menghindari paparan abu dan mengemudi dengan hati-hati.

“Peringatan merah berarti bahaya bagi kesehatan sehingga harus melakukan tindakan untuk mengatasi dampak yang timbul,” tulis otoritas Hawaii dalam sebuah pernyataan. “Abu dapat menyebabkan tersedak dan kesulitan bernapas,” imbuhnya.

Sejauh ini, sudah ada 40 rumah dan bangunan lainnya yang hancur terkena lava yang dimuntahkan oleh gunung Kilauea di Big Island, Hawaii.

Waspada Ilmuwan menilai, lava bakal terus terus menurun ke kawah sehingga lebih banyak celah yang akan terbuka di tanah. Para ahli juga telah memperingatkan kemungkinan letusan gunung api yang besar. Kilauea merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di dunia dan satu dari lima gunung aktif yang berada di pulau tersebut.

kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + 7 =