FASTBREAK 17 MEI 2017
FastBreak , May 17, 2017, Unisi Radio

LIPI lestarikan 14 jenis tanaman buah merah

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menanam 14 jenis tanaman buah merah di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, sebagai upaya pelestarian tumbuhan yang dipercaya memiliki khasiat untuk pengobatan berbagai penyakit tersebut.

“Ada 14 jenis buah merah yang kami tanam, tetapi untuk nama jenis – jenisnya saya kurang hafal,” kata Pendamping Kebun Raya Biologi Wamena Soekarno dari LIPI, di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Selasa.

Menurut dia, sebenarnya lahan yang disediakan di Kebun Raya Wamena untuk pelestarian tanaman buah merah adalah dua hektare tetapi belum semuanya ditanami tumbuhan itu.

“Lahan untuk buah merah belum secara keseluruhan kami menanam full, karena fokus kami bukan saja buah merah, sebab ada juga penyelematan tanaman lain yang ada di Papua,” katanya.

Ia menambahkan bahwa untuk pelestarian tanaman buah merah, pihaknya melibatkan masyarakat.

“Penanaman buah merah ada juga di Distrik Kurulu, tetapi sekedar hanya motivasi ke petani yang ada. Dan bukan saja buah merah, kami juga memotivasi masyarakat untuk menanam kopi dan stroberi,” katanya.

Luas keseluruhan lahan di Kebun Raya untuk pelestarian tumbuhan di Papua, lanjut dia, sekitar 165 hektare namun baru separuh yang difungsikan.

“Lahan yang kami kelola sekarang hanya berbentuk taman tematik, yang mana di dalamnya ada 13 plot. Salah satunya yaitu plot 13 kami khususkan untuk tanaman buah merah,” katanya.

Buah merah sendiri oleh beberapa orang dipercaya berkhasiat untuk mengobati penyakit kanker, tumor, sebagai obat HIV/AIDS dan obat asam urat.

antaranews.com

===========================================================

Kementerian PUPR bangun sembilan bendungan pada 2017

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun sembilan bendungan besar baru pada 2017 sebagai bagian program pembangunan 65 bendungan besar hingga 2019.

“Dari 65 bendungan besar yang direncanakan, tujuh di antaranya sudah selesai pada 2015, dua bendungan pada 2016, dan tahun ini, ada sembilan bendungan baru yang dibangun,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Padang, Selasa malam.

Ia menyampaikan hal itu saat membuka acara Seminar Nasional Bendungan Besar 2017 dengan tema Bendungan Sebagai Infrastruktur Pengendali Banjir dan Kekeringan yang diikuti 431 peserta dari seluruh Indonesia dan digelar Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNIUBB).

Menurut Basuki, pihaknya optimistis pengerjaan bendungan tersebut dapat diselesaikan tepat waktu apalagi dibantu oleh Komite Nasional Indonesia Untuk Bendungan Besar.

“Saya berharap lewat seminar seperti ini tidak hanya mengembangkan keahlian soal bendungan namun juga dapat melahirkan inovasi baru baik teknologi maupun manajemen,” kata dia.

Ia menyebutkan jika semua sudah selesai, maka akan ada 280 bendungan, sehingga dibutuhkan keahlian untuk melakukan perawatan.

“Makin banyak pelaksanaan, operasi dan pemeliharaan kita harus semakin pintar dalam membangun dan mengelola bendungan,” ujar dia.

Ia menilai selama ini biasanya yang terjadi hanya pandai membangun, namun tidak pandai mengelola.

Oleh sebab itu, Komite Nasional Indonesia Untuk Bendungan Besar sebagai tulang punggung dalam hal ini harus bersinergi dengan Komisi Keamanan Bendungan, katanya.

Selain bendungan yang tengah dibuat, Kementerian PUPR juga sedang serius menangani waduk alam seperti Waduk Rawa Bening, Danau Tempe, Danau Limboto untuk dirawat dan diperpanjang umurnya.

“Karena danau secara alami akan mati, jadi perlu diperpanjang umurnya,” kata dia.

Ia menyampaikan pihaknya telah mengirim tim untuk belajar ke Tiongkok bagaimana pengelolaan danau setempat dan akan diterapkan di Indonesia.

“Kuncinya adalah lebih serius, tidak takut, percaya diri dan tetap berhati-hati,” kata dia.

antaranews.com

=========================================================

DIY Perketat Penggunaan Ruang Tepi Jalan Provinsi

Pemda DIY dan DPRD DIY tengah membangun kesepakatan untuk memperketat penggunaan ruang tepi jalan provinsi melalui pembahasan Raperda tentang penggunaan dan pemanfaatan bagian jalan provinsi. Aturan reklame, pembangunan gedung hingga berjualan di tepi jalan provinsi akan diperketat dalam Perda tersebut.

Kasi Perencanaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas PUP-ESDM DIY Bambang Sugaib menjelaskan, adanya aturan tentang penggunaan bagian jalan provinsi karena selama ini Pemda DIY tak mendapatkan manfaat dari aset yang dimiliki. Berbagai manfaat seperti retribusi justru masuk ke kabupaten/kota seperti halnya pemasangan reklame meski di Jalan Provinsi. Banyak reklame yang terpasang tanpa diketahui pemiliknya juga menjadi dasar untuk membuat aturan yang lebih ketat lagi melalui Perda.

“Kami berharap ada manfaat yang diperoleh Pemerintah DIY terkait pemanfaatan aset milik provinsi, intinya kan itu, selama ini di kabupaten/kota. Itu aset provinsi, tidak salah kan, ngatur milik sendiri,” ungkapnya sebelum rapat di DPRD DIY, Selasa (16/5/2017).

solopos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × five =