FASTBREAK 19 APRIL 2017
FastBreak , April 19, 2017, Unisi Radio

Pemkot Yogyakarta Gelontorkan Tali Asih Rp347 Juta Bagi Atlet Juara PON Jawa Barat

Sebanyak 56 atlet dan pelatih Kota Yogyakarta peraih medali di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat mendapatkan tali asih dari pemerintah Kota Yogyakarta.

Total Rp 347.980.000 digelontorkan bagi atlet dan pelatih yang telah mengharumkan nama DIY dalam ajang nasional tersebut.
Besaran tali asih bervariasi, untuk emas Rp 12 juta, perak Rp 6 juta dan perunggu Rp 4 juta.

Penyerahan tali asih dilaksanakan langsung oleh pejabat Walikota Yogyakarta, Sulistyo di GOR Amungrogo, Selasa (18/4/2017) sore.

Ketua KONI Kota Yogyakarta, RH Santoso Budi Raharjo, mengatakan dalam PON lalu ada 25 atlet dan 22 pelatih dari kota yang berhasil menyumbangkan medali 9 medali emas, 6 perak dan 4 perunggu bagi kontingen DIY. Sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan para atlet dan pelatih, pemerintah Kota Yogyakarta.

“Hari ini total ada 56 atlet dan pelatih yang mendapatkan tali asih. Hari ini kita berikan secara simbolis,” katanya.

Santoso berharap, pemberian tali asih ini bisa memacu semangat para atlet untuk bekerja keras lagi.

“Mudah-mudahan bisa menambah semangat para atlet untuk terus meraih prestasi,”imbuhnya.

tribunjogja.com

==============================================
Minim Pengunjung, Obyek Wisata Pantai Samas dan Pantai Kwaru Terancam Gulung Tikar

Dua objek wisata di Kabupaten Bantul, Pantai Samas dan Pantai Kwaru Kecamatan terancam gulung tikar, karena di dua obwis tersebut kini minim pengunjung. Penyebabnya ditengarai karena di kedua pantai tersebut mengalami abrasi cukup parah.

Buktinya kini pesisir pantai di dua obwis ini mepet dengan bangunan milik warga, sementara pantainya habis terkikis gelombang pasang.

Kondisi ini diperparah dengan kondisi bangunan di kedua tempat itu tak tertata rapi, bahkan terkesan kumuh atau semrawut. Imbasnya wisatawan tak tertarik berkunjung, karena tidak ada view pantai yang jadi daya tarik wisatawan.

“Jarak antara bangunan dengan pantai tinggal beberapa meter saja, pantainya hampir habis,” ungkap Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul, Jati Bayubroto, Selasa (18/4/2017).

Menilik kondisi ini, Jati menyebut jika pihaknya tengah memutar otak, mencari solusi agar kedua obwis di Kabupaten Bantul ini tidak punah.

Tak hanya itu, Dispar juga berharap wisatawan yang berkunjung ke sana bisa semakin banyak. Di antara langkah yang disiapkan Dispar seperti ingin menggandeng kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat, untuk menata kedua kawasan tersebut agar lebih baik.

Menurut Jati, abrasi yang terjadi di kedua obwis pantai di Bantul ini sekarang sukar ditanggulangi. Sebab itu, upaya penataan dipandang lebih tepat untuk dipilih.

“Nanti kami akan fasilitasi pokdarwis setempat untuk mencari solusi,” sebutnya.

tribunjogja.com

================================================

Penembakan Mobil Satu Keluarga, Polisi Sebut Kaca Gelap Tak Mau Dibuka

Wakapolres Lubuklinggau Kompol Andi Kumara yang didampingi Kasat Reskrim AKP Ali Rojikin, memberikan pernyataan resmi Selasa (18/4/2017) malam terkait penembakan mobil yang berisikan satu keluarga oleh polisi.

Andi mengatakan, peristiwa yang terjadi pasa Selasa (18/4/2017) sekitar pukul 10.00 pagi itu berawal dari razia rutin terprogram yang dilakukan anggota.

Dia menyebutkan, razia itu untuk mengantisipasi kejahatan 3C ((curas, curat, dan curanmor) dengan lokasi yang sudah ditentukan. Sebelum kegiatan, anggota sudah di briefing terlebih dahulu, termasuk masalah penggunaan senjata api, kalau tidak terpaksa betul, maka jangan gunakan senjata api.

Ia mengatakan, saat kegiatan berlangsung, anggota melihat ada kendaraan sedan warna hitam BG1488ON tak mau dihentikan. Bahkan sempat mau nabrak anggota.

Karena curiga, anggota kemudian melakukan pengejaran menggunakan mobil polisi. Pengemudi sedan bukannya pelan atau berhenti, tapi malah melaju kencang dan lampu merah juga diterobos. Sehingga sempat terjadi aksi kejar-kejaran di jalan raya.

“Sampai di depan Bank Mandiri Simpang Periuk, mobil itu berhenti dan anggota keluarkan tembakan di situ, setelah sebelumnya ada tembakan peringatan,” ujar Andi.

Anggota sebutnya, kemudian meminta agar kaca mobil yang berwarna gelap diturunkan. Namun kaca tidak dibuka. Sehingga anggota melepaskan tembakan.

“Anggota curiga kaca gelap, setelah terjadi (tembakan-red) ternyata di dalam tidak seperti dugaan kita. Anggota awalnya memang sudah curiga, dihentikan tidak mau, dikejar malah ngebut zig zag dan membahayakan pengguna jalan lainnya. Jangan-jangan pelaku 3C,” ujarnya.

Seperti diberitakan, satu keluarga di dalam mobil Honda City hitam berpelat nomor BG 1488 ON tersebut terdiri dari tujuh orang. Mereka berasal dari Desa Blitar, Kecamatan Sindang Beliti, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Akibat tembakan tersebut, Surini (55) meninggal dunia karena luka tembakan di beberapa bagian tubuhnya.

Sementara itu, beberapa anaknya mengalami luka tembak, yakni Diki (29) di bagian punggung, Indra (32) di tangan bagian kiri, Novianti (31) di lengan sebelah kanan dan Dewi Arlina (35) di lengan sebelah kiri.

Cucu Surini, Genta Wicaksono (3) mengalami luka di atas telinga sebelah kiri karena diduga terserempet peluru.

Seorang anak lainnya, Galih (6), tidak mengalami luka. Para korban langsung dibawa ke rumah sakit di Lubuk Linggau.

kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + nineteen =