FastBreak 19 Februari 2013 jam 17.00
FastBreak , April 19, 2013, admin

Kementerian Pertahanan menyatakan tidak lama lagi senjata baru TNI Angkatan Darat yakni tank tempur utama Leopard dan tank tempur menengah Marder tiba di Indonesia. Sesuai rencana, kedua tank asal pabrikan Rheinmettal, Jerman ini tiba secara berangsur mulai Oktober 2013. “Tank Leopard dan Marder yang datang bukan cuma contoh saja, tapi sudah yang produksi,” kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat ditemui kemarin malam di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis, 18 April 2013.

Sjafrie melanjutkan, rencananya pengiriman kedua tank akan rampung akhir tahun 2014. Jumlah tank yang akan dikirim Jerman sebanyak 153 unit. Yakni tank Leopard Ri sebanyak 61 unit, tank Leopard 2A4 sebanyak 42 unit, dan tank Marder sebanyak 50 unit. Pembelian tank ini disebut tidak melebihi pagu anggaran sebesar US$ 280 juta. Pembelian tank ini juga dilengkapi dengan kesepakatan transfer teknologi yang diteken November 2012 lalu. PT Pindad dan Bengkel Pusat Angkatan Darat akan mendapatkan kerja sama pelatihan untuk perbaikan ringan hingga berat.

Kehadiran 153 unit tank ini diharapkan bisa menambah kekuatan TNI AD. Saat ini Indonesia belum juga punya tank kelas berat yang mumpuni. Selama ini TNI AD mengandalkan tank tempur ringan seperti Scorpion buatan Inggris, tank AMX-13 dan AMX-10p. Ketiga jenis tank ringan itu terbilang uzur, sebab diproduksi sejak tahun 1940-1950an.

———————————————————————————————–

Indonesia mendorong pembangunan infrastruktur dan konektivitas yang sesuai kebutuhan dalam negeri pada Forum SOM II “Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) di Surabaya pada 7-19 April 2013. Ketua Sidang Pejabat Senior APEC 2013 Yuri O. Thamrin, di Surabaya, Jumat mengatakan, selama sidang berlangsung, Indonesia mendapat dukungan para pejabat senior dari 21 ekonomi anggota APEC untuk isu-isu prioritas Nasional. “Isu-isu prioritas itu mencakup pembangunan dan investasi infrastruktur, program pemberdayaan perempuan dalam perekonomian, peningkatan daya saing UKM, perluasan akses kesehatan, promosi kerja sama pendidikan lintas Negara, dan lainnya,” kata Yuri yang juga Dirjen Kerja Sama Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri ini.

Selain itu, lanjut dia, Indonesia juga menggawangi rencana kerangka konektivitas di Asia Pasifik yang akan memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia dan masyarakat Asia Pasifik untuk berpergian dan melangsungkan perdagangan. “Ke depan, melalui kerangka ini, maka akan ditingkatkan konektivitas fisik seperti jembatan, pelabuhan, bandara. Selain itu secara institusi berupa perbaikan, peraturan dan transparansi,” katanya. Ia mengatakan pertemuan SOM merupakan bagian dari pertemuan persiapan KTT APEC di Bali. Pertemuan SOM I digelar di Jakarta pada 25-7 Februari 2013, SOM II di Surabaya pada 7-19 April dan SOM III direncanakan di Medan pada 22 Juni-6 Juli. “Melalui APEC ini, tidak hanya menguntungkan asing saja, melainkan juga anggota lainnya, khususnya Indonesia,” katanya.

Total perdagangan Indonesia pada 1989 ke seluruh ekonomi anggota APEC adalah 29,9 miliar dollar atau sekitar 78 persen dari total perdagangan Indonesia ke seluruh dunia. Pada 2011, ekspor Indonesia ke seluruh ekonomi APEC mencapai 289,3 miliar dollar atau sekitar 75 persen dari total perdagangan ke seluruh dunia. Dengan demikian, telah terjadi peningkatan hampir 10 kali lipat dari tahun 1998 ke 2011 atau 22 tahun terakhir.

——————————————————————————————-

Polisi dilaporkan telah berhasil menangkap satu pelaku serangan bom boston. Seorang pelaku lainnya kini sedang berada dalam pengejaran. Pengejaran terjadi di wilayah Watertown di pinggiran Kota Boston. Warga sekitar mengabarkan, mereka mendengar bunyi ledakan saat pengejaran terjadi. “Ledakan itu terdengar seperti suara dinamit. Saat saya melihat dari jendela ada cahaya berwarna biru dari kejauhan,” ujar seorang warga Watertown, Peter Jennings, seperti dikutip Boston Globe, Jumat (19/4/2013).

Reporter yang berada di lokasi kejadian menyatakan, kondisi saat ini sangat tegang. Seorang petugas memerintahkan mereka untuk mematikan ponsel agar tidak memicu ledakan bom yang dibawa tersangka. “Kalian harus pergi dari sini. Kami sedang mengejar orang yang membawa senjata dan bom aktif. Pergi!, seru petugas tersebut.

FBI juga sudah tiba di Watertown. Mereka kini sedang menginterogasi satu terduga pelaku bom Boston yang berhasil ditangkap polisi. “Masih terlalu awal untuk menyimpulkannya. Kami terus memantau perkembangan,” ujar seorang agen FBI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 + eighteen =