FastBreak 22 April 2013 jam 17.00
FastBreak , April 22, 2013, admin

Pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMP/MTs bagi siswa tuna netra mengalami masalah. Hal ini yang terjadi di MTs Yayasan Kesejahteraan Tuna Netra Islam (Yaketunis) di Jl Parangtritis 46 Yogyakarta. Kepala Sekolah MTs Yaketunis, Agus Suryanto mengatakan, masalah pertama adalah tidak disediakanya Lembar Jawab Ujian Nasional untuk soal braile. Pihak sekolahpun kemudian hanya menyediakan kertas HVS seadanya.

Para siswa tuna netra pun akhirnya mengerjakan soal dalam bentuk huruf braile ke dalam lembar jawaban HVS. Jawaban dari siswa di kertas HVS tersebut nantinya akan dipidahkan ke lembar komputer. Masalah lainya, adalah soal untuk pengawas ternyata berbeda dengan yang dipegang oleh siswa. Ini ditemukan, saat salah seorang siswa menanyakan soal yang tidak jelas kepada pengawas. “Biasanya siswa dirugikan dengan masalah-masalah seperti ini. Meski para siswa tetap mengerjakan soal yang diberikan,” kata Agus Suryanto.

Saifudin Fajar Almajadid(15), siswa tuna netra MTs Yaketunis ini pertama kali bertanya kepada pengawas kerena cetakan soal yang dirasa tidak jelas. Tetapi ternyata soal yang dipegang pengawas ternyata berbeda yang terimanya. “Saya tanya soal no 46, karena kurang jelas. Mungkin karena printernya yang tidak jelas,”kata Syaifudin. Menurutnya, untuk soal Bahasa Indonesia yang dikerjakan hari ini, soalnya banyak yang mengecoh dan secara umum membingungkan.

Di MTs Yaketunis sendiri peserta UN sebanyak 8 siswa tuna netra. Satu siswa menderita Disgrafia sehingga disendirikan diruang khusus. Sementara satu siswa tidak ikut UN karena sakit.

____________________________________

Tanggal “kiamat” aplikasi TweetDeck versi iOS, Android, dan desktop berbasis Adobe Air akhirnya diumumkan oleh Twitter. Dalam sebuah posting blog, Twitter mengumumkan semua aplikasi tersebut akan dihentikan dukungannya mulai 7 Mei 2013 mendatang. Setelah tanggal tersebut, Twitter akan mulai menarik aplikasi-aplikasi itu dari toko aplikasi Apple App Store dan Google Play Store. Sedangkan, aplikasi Tweetdeck yang sudah terpasang di perangkat pengguna akan berhenti berfungsi.

Apa alasan dimatikannya aplikasi-aplikasi tersebut? Menurut Twitter, aplikasi-aplikasi TweetDeck dimatikan layanannya karena Twitter API versi 1.0 bakal pensiun bulan Maret ini dan akan diganti dengan versi 1.1.

Sebenarnya, banyak pengamat yang tidak percaya dengan alasan yang diungkapkan oleh Twitter. Para pengamat memprediksi, Twitter ingin “memaksa” para penggunanya untuk menggunakan aplikasi native Twitter untuk iPhone dan Android, dibandingkan aplikasi pihak ketiga, seperti TweetDeck.

Meski begitu, TweetDeck versi Windows dan Mac akan tetap didukung. Namun, dua aplikasi ini sejatinya bukanlah aplikasi native, melainkan aplikasi web yang terbungkus shell browser. “Meningkatkan pengalaman web TweetDeck dan menghentikan dukungan terhadap aplikasi merupakan cerminan dari akan ke mana pengguna TweetDeck akan pergi,” tulis Twitter dalam posting blog tersebut.

Selain itu, Twitter juga menyatakan akan mematikan dukungan integrasi Facebook untuk TweetDeck. Sekadar informasi, aplikasi TweetDeck memungkinkan penggunanya untuk melakukan posting ke Twitter dan Facebook secara bersamaan. “Integrasi Facebok juga akan berhenti mulai 7 Mei 2013,” jelas Twitter.

TweetDeck adalah aplikasi yang menggabungkan feed dari beberapa jejaring sosial sekaligus, seperti Twitter, Facebook, MySpace, dan LinkedIn. Aplikasi ini disukai karena memungkinkan pengguna meng-update status di jejaring-jejaring sosial tersebut dari satu tempat.

Twitter mengakusisi TweetDeck pada bulan Mei 2011. Situs microblogging tersebut merogoh kocek sebesar 40 juta dollar AS dalam bentuk uang dan saham untuk membeli TweetDeck.
_________________________________

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi memastikan untuk tahap awal terkait peresmian 11 daerah otonom baru tidak ada perekrutan Pegawai Negeri Sipil. “Saya minta diawal, jangan dulu, karena itu akan dipindahkan dari induk (pemerintahan) dan dari Provinsi,” katanya di Gedung Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (22/4).

Tidak dilakukannya penambahan PNS, sambung Gamawan, mengingat tujuan dari pembentukan daerah otonom baru ini adalah efisiensi, baik dari aspek anggaran maupun secara struktur. “Pesan saya kan harus efisienkan struktur dan jangan terlalu besar, kalau  perlu enggak usah angkat pegawai baru dulu, tapi pindahkan dulu dari induk ke Provinsi/Kabupaten,” pungkasnya.

Seperti diketahui, hari ini Kementerian Dalam Negeri meresmikan 11 daerah otonom baru yang terdiri dari Provinsi Kalimantan Utara, Kabupaten Pangandaran (Jawa Barat),Kabupaten Pesisir Barat (Lampung), Manokwari Selatan (Papua Barat), Pegunungan Arfak (Papua Barat), Mahakam Ulu (Kalimantan Timur).

Kemudian, Malaka (Nusa Tenggara Timur), Banggai Laut (Sulawesi Tengah), Taliabu (Maluku Utara), Penukal Abab (Sumatera Selatan), dan Kolaka Timur. Terkait hal itu, Mendagri juga melantik seorang penjabat Gubernur dan sepuluh penjabat Bupati.

[html5mp3small:15137]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + seventeen =