FastBreak 26 Juni 2014 jam 14.00
Uncategorized , June 26, 2014, Unisi Radio

AJI Luncurkan Album Menolak Lupa

aji

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bekerjasama dengan sejumlah musisi akan meluncurkan Album Kompilasi Musik Solidaritas untuk Penegakan HAM “Menolak Lupa” dan Video klip “Lagu untuk Udin” di Taman Budaya Yogyakarta, Kamis (26/6).

Peluncuran karya sejumlah band indie ini juga didukung oleh Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Ikatan Keluarga Orang Hilang (IKOHI) dan Anti-Tank.

Ketua Panitia peluncuran album “Menolak Lupa”, Tommy Apriando mengatakan album ini berisi sejumlah lagu karya lima band indie asal Yogyakarta, Solo dan Jakarta. Kelima band itu ialah Siasat, Ilalang Zaman, Banda Neira, Kepal SPI dan Merah Bercerita.

Masing-masing band itu menyumbangkan satu lagu di album kompilasi itu. Materi semua lagu berisi kritik pada belum tuntasnya banyak kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia. “Dari soal pembunuhan Udin, Munir, Marsinah hingga pelanggaran HAM di Aceh dan Papua,” kata dia.

Siasat selama ini dikenal sebagai band indie asal solo yang rajin memproduksi lagu-lagu bertema kritik sosial. Sementara Ilalang Zaman merupakan grup musik bentukan aktivis pers mahasiswa dari kampus Universitas Sanata Dharma. Adapun Banda Neira ialah grup musik yang dimotori oleh jurnalis Tempo, Ananda Badudu.

Lain halnya dengan Merah Bercerita yang merupakan grup musik bentukan Fajar Merah, putra aktivis asal Solo yang hingga kini masih hilang, Wiji Thukul. Terakhir, Kepal SPI merupakan grup sejumlah musisi jalanan Yogyakarta yang tergabung dalam Serikat Pengamen Indonesia (SPI).

“Semua band akan tampil di acara launching ini, kecuali Banda Neira,” kata Tommy.

Dalam album kompilasi ini, Kepal SPI mengusung karya terbarunya berjudul “Lagu untuk Udin”. Lagu ini sengaja diciptakan untuk mendesak penuntasan kasus pembunuhan jurnalis Udin yang akan berusia 18 tahun pada 13 Agustus 2014 mendatang. “Baru lagu ini yang dilengkapi video klip,” kata Tommy.

Album kompilasi “Menolak Lupa” dikemas dalam bentuk Compact Disk (CD) berbalut sampul poster garapan seniman street art asal Yogyakarta, Andrew Lumban Gaol. Dia selama ini dikenal berkarya di bawah bendera Anti-Tank.

CD album ini dijual ke publik seharga Rp20.000 per keping. Semua keuntungan dari hasil penjualan akan didonasikan untuk keluarga Udin. Sisanya dipakai biaya produksi cetak CD Album “Menolak Lupa” lainnya. “Panitia dan semua band tidak ambil untung,” ujar Tommy.

Sementara video klip Lagu Untuk Udin, menurut Tommy akan diunggah di internet agar bisa dinikmati oleh publik secara gratis. Tujuan pembuatan klip ini memang didedikasikan bagi kampanye kasus Udin. “Kami sebarkan di youtube dan media sosial,” kata dia.

Dalam acara ini, panitia juga akan mengampanyekan penggalangan petisi desakan kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Presiden Republik Indonesia agar segera menuntaskan kasus Udin. Penggalangan petisi lewat situs change.org itu sudah dirintis oleh AJI Yogyakarta sejak awal Juni 2014 lalu. “Sudah lebih dari 300 orang menandatangani petisi ini,” kata Tommy.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta, Hendrawan Setiawan menyatakan penyelenggaraan acara ini merupakan bagian dari upaya organisasinya membangkitkan kembali ingatan publik tentang belum tuntasnya banyak kasus pelanggaran HAM, khususnya pembunuhan Udin. “Masyarakat harus tahu dan didorong peduli,” kata dia.

Menurut Hendrawan, AJI Yogyakarta berniat menggandeng sebanyak mungkin kalangan agar aktif ikut mendukung kampanye penuntasan kasus pembunuhan Jurnalis Bernas asal Bantul itu. Apalagi, AJI Yogyakarta sedang mendorong penolakan pada klaim Polda DIY tentang masa kadaluwarsa kasus Udin yang akan jatuh pada 13 Agustus 2014. “Kami ingin mereka yang di luar komunitas jurnalis terlibat dalam kampanye ini,” kata dia.

Pelibatan publik, menurut Hendrawan, bisa membantu penguatan desakan ke kepolisian agar secepatnya membuka kembali penyelidikan kasus Udin. “Desakan publik pasti makin meluas. Polisi harus segera berkerja,” kata Hendrawan.

Tribunjogja.com

==================================================

Perputaran Uang Mudik 2014 Capai Rp 13 Triliun

Akan terjadi ada perputaran volume barang dan uang di musim mudik setiap tahunnya, termasuk musim mudik Lebaran 2014 ini. Jika ini  diberdayakan akan bisa menjadi modal sosial yang bisa menjadi sebuah kekuatan sosial.

“Dengan perkiraan jumlah pemudik sekitar 7,8 juta orang ke Jateng, perputaran uang itu bisa mencapai Rp 13 triliun. Geliat perputaran ini sudah mulai pada awal Ramadan,” kata Prof Dr FX Sugiyano, ekonom Universitas Diponegoro.

Berbicara pada acara Semarang Trending Topic Radio Idola FM, Kamis (26/6) ini, FX Sugiyanto mengatakan, “Jika diberdayakan lagi, ini bisa dikapitalisasi dan dikumpulkan untuk membangun Jateng,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama pihak Bank Indonesia (BI) menilai, momentum Lebaran tahun ini akan sangat unik karena berbarengan dengan pilpres dan tahun ajaran baru. Jadi relatif akan lebih seru dari momentum yang sama di tahun-tahun sebelumnya.

suaramerdeka.com

================================================

Besok, PPDB Online Yogya Dimulai

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Yogya 2014/2015 online untuk SD akan dilaksanakan tanggal 27-28 Juni 2014. Pendaftaran dilakukan di situs http://yogya.siap-ppdb.com, mulai pukul 08:00 hingga 14:00 WIB.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budi Santoso Asrori mengatakan, saat ini sudah ada 16 SD negeri yang membuka pendaftaran online. Beberapa diantaranya adalah SD Ungaran I, SD Serayu, SD Lempuyangwangi, SD Jetisharjo, SD Glagah, dan SD Giwangan. “Itu untuk pendaftaran RTO (real time online). Kalau pendaftaran non RTO 1 sampai 3 Juli. Untuk RTO daya tampungya 1120 anak, sedangkan non RTO 2828 anak,” jelas Budi, Kamis (26/06/2014) di Yogyakarta.

Untuk pendaftaran SD menurutnya harus menyerahkan akte kelahiran asli. Bagi penduduk daerah harus menyerahkan satu lembar fotokopi Kartu Keluarga yang telah dilegalisasi oleh lurah setempat. “Bagi calon peserta didik dengan status family lain dalam KK maka wajib menyerahkan surat pengantar atau surat keterangan dari RT dan RW setempat yang menyatakan berdomisili sesuai dengan alamat yang tercantum dalam KK,” imbuhnya.

Ia menambahkan, Jumat (26/06/2014) akan dilakukan pula pengumuman penerimaan siswa baru melalui jalur Kelas Cerdas Istimewa, Bakat Istimewa (CIBI). Ini adalah penerimaan model baru yang dikhususkan bagi siswa  ber-IQ minimal 130, setelah melalui tes khusus. “Pengumuman tidak lewat online tetapi ditempel di papan pengumuman Dinas Pendidikan Kota Yogya,” pungkasnya.

krjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 − six =