FastBreak 6 Februari 2014 jam 14.00
FastBreak Uncategorized , February 6, 2014, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja : FastBreak

Joop Ave, mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia pada era pemerintahan Presiden Soeharto, meninggal dunia di Rumah Sakit Mount Elisabeth Singapura pada Rabu (5/2/2014) karena sakit komplikasi yang dideritanya sejak beberapa waktu terakhir.

“Ini adalah suatu kehilangan besar untuk bangsa kita,” kata Menparekraf Mari Elka Pangestu di Jakarta, Rabu.

Joop Ave yang lahir di Yogyakarta pada 5 Desember 1934 itu pernah menjadi Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi (Menparpostel) pada masa Kabinet Pembangunan VI.

Ia juga tercatat aktif selama 20 tahun di bidang keprotokolan dan merupakan mantan Direktur Jenderal Pariwisata (1982) yang menguasai tiga bahasa asing, yaitu bahasa Inggris, Perancis, dan Jerman.

Joop Ave juga pernah menjabat Kepala Rumah Tangga Istana Kepresidenan periode (1972-1978).

Sebelum diangkat menjadi Dirjen Pariwisata (1982), ia telah menjabat Dirjen Protokol dan Konsuler Departemen Luar Negeri periode (1978-1982).

Selain menjabat dalam birokrasi, ia juga pernah menjabat Ketua ASEAN Sub-Committee on Tourism (1983-1986) dan Dewan Direktur PATA (1984-1986).

—————————————————————————————

Jika Anda adalah salah satu yang kecanduan dengan game Flappy Bird dan memainkannya terus-menerus karena penasaran ingin mencapai level lebih tinggi, mungkin Anda menjadi salah satu penyumbang keuntungan game ini.

Dalam sebuah wawancara dengan The Verge, Rabu(5/2/2014), developer Don Nguyen mengatakan bhawa game yang kini menjadi aplikasi terlaris di App Store dan Google Play Store tersebut memiliki pendapatan 50.000 dollar AS (sekitar Rp 600 juta) per hari.

Pendapatan tersebut berasal dari iklan yang ditampilkan di layar saat game Flappy Bird dimainkan.

Flappy Bird adalah game gratis yang hanya mengandalkan metoda in-app ads, bukan in-app purchase dimana pengguna harus membeli untuk mengakses fitur tertentu. Iklan yang ditampilkan pun tidak mengganggu atau mengurangi pengalaman bermain.

Nguyen pun tidak berencana untuk mengubahnya. “Flappy Bird sudah sampai pada tahap dimana jika sesuatu ditambahkan ke dalamnya, maka segalanya akan berbeda,” terang Nguyen.

“Jadi saya akan tetap membiarkannya seperti apa adanya saat ini,” imbuh pria yang mengerjakan pemrograman Flappy Bird sepulang kantor ini.

Walau belum bisa bersanding dengan Candy Crush Saga yang mengumpulkan 850.000 dollar AS per harinya. Namun sebagai game non-freemium yang baru diunggah pada Mei 2013 dan update terakhir pada September, prestasi Flappy Bird tetap mengesankan karena bisa bertahan di jajaran atas game selama berbulan-bulan.

Dengan siklus game yang cepat, dimana pengguna harus sering mengulanginya lagi dari awal, maka pundi-pundi pendapatan Flappy Bird pun kian bertambah.

Aplikasi Flappy Bird hingga kini telah diunduh sebanyak lebih dari 50 juta kali dan mendapat ulasan (review) dari 47 ribu pengguna lebih, menandingi aplikasi Gmail.

“Flappy Bird menjadi populer karena berbeda dari game mobile lain yang ada saat ini, dan game ini juga menjadi ajang kompetisi dengan pengguna lain,” terang Nguyen.

Nguyen pun kini mengaku sedang mengerjakan sekuel dari game Flappy Bird, namun kapan akan dirilisnya masih belum pasti.

———————————————————————————————

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dan unsur pimpinan daerah di Balikpapan akhirnya menyepakati penggantian nama Bandara Sepinggan Balikpapan menjadi Bandara Sultan Aji Muhammad (AM) Sulaiman Sepinggan.

“Kami sudah menyepakati penambahan nama Bandara Internasional Sepinggan menjadi Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan. Termasuk Wali Kota Balikpapan juga menandatangani surat kesepakatan dan mengikuti rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD),” kata Gubernur Kalimantan Timur Awang Farouk Ishak di Balikpapan, Rabu (5/2).

Awang menjelaskan, kesepakatan penambahan nama tersebut  telah disepakati oleh seluruh unsur FKPD Kaltim dan unsur FKPD Kota Balikpapan, Pemkab Kutai Kartanegara, dan Pemkab Paser.

Selain itu, lanjut dia, seluruh unsur FKPD Kaltim dan unsur FKPD Balikpapan, Paser dan Kutai Kartanegara, sepakat untuk menghentikan seluruh polemik yang berkaitan dengan penambahan nama bandara itu.

Bahkan, seluruh peserta rapat juga sepakat turut serta menyosialisasikan penambahan nama tersebut sesuai Keputusan Gubernur Kalimantan Timur Nomor : 553/K.37/2014 tanggal 17 Januari 2014 Tentang Penetapan Perubahan Nama Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan Menjadi Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

“Persoalan nama bandara setop sampai di sini, jangan ada lagi berita-berita terkait polemik. Semua sudah setuju dan surat kesepakatan telah ditandatangani bersama-sama tanpa ada unsur paksaan,” tuturnya.

Rizal Effendi mengakui telah menyetujui perubahan nama itu. “Semua sudah dibahas dalam rapat dengan gubernur,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × one =