FASTBREAK 8 AGUSTUS 2018
FastBreak , August 8, 2018, Unisi Radio

357 Tumpeng Meriahkan Dahar Kembul Tumpengan Pancasila di Jalan Malioboro

DIY mencoba memaknai semangat gotong royong lewat sepucuk tumpeng. Berbagai elemen masyarakat, termasuk pedagang kaki lima Malioboro, menyumbangkan tumpeng demi menyemarakkan acara Dahar Kembul Tumpengan Pancasila, Selasa (7/8/2018). Total terkumpul 357 tumpeng yang diganyang di sepanjang jalan Malioboro. Berikut laporan Wartawan Harian Jogja I Ketut Sawitra Mustika.

Jalanan Malioboro sesak oleh manusia. Tepat di tengah-tengah jalan, di garis-garis putih, tumpeng diletakkan berderet-deret, membentuk ruang yang memisahkan lautan orang. Selepas Gubernur DIY Sri Sultan HB X memotong tumpeng di panggung depan gerbang barat Kompleks Kepatihan, masyarakat langsung menyerbu tumpeng. Semua tumpah ruah, PKL, penjaga toko, sopir travel, pejabat, gubernur, rektor dan lain-lain.

Dengan menggunakan pincuk mini, warga membagi-bagi tumpeng. Tak perlu banyak. Sedikit pun tak jadi masalah. Yang penting guyub. Tari, PKL sisi barat Malioboro, merupakan salah satu di antara masyarakat yang ikut serta. Ia bersama dengan paguyubannya ikut serta menyumbang tumpeng.

“Saya tak keberataan nyumbang. Ini untuk Ngarso Dalem [HB X]. Saya seneng ikut acara kayak gini. Ini merupakan bentuk kebersamaan dari berbagai komunitas di Malioboro,” ujar Tari.

Dahar kembul merupakan salah satu rangkaian kegiatan Bulan Pancasila, yang mulai digelar sejak tanggal 1 Juli hingga 25 Agustus. Dahar Kembul dihadiri banyak sekali elite, seperti mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam, Rektor Universitas Gadjah Mada Panut Mulyono, Kapolda DIY Ahmad Dofiri dan lain-lain. Mereka juga ikut lesehan dengan warga, meski duduknya terpisahkan oleh semacam panggung pendek.

Koordinator Dahar Kembul Widihasto Wasana Putra menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan upaya mempraktikkan nilai-nilai Pancasila secara konkret dan sederhana. Konsep acara dibuat dari rakyat dan untuk rakyat. Mulai dari pengisi acara hingga tumpeng disediakan langsung oleh masyarakat.

Donasi tumpeng diberikan oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai perorangan, pedagang kaki lima, juru parkir, kusir andong, UMKM, perguruan tinggi, instansi pemerintah dan lain-lain. Sebanyak 357 Tumpeng yang terkumpul diedarkan ke 17 titik berbeda seperti di Gerbang Barat Kompleks Kepatihan, DPRD DIY, Dinas Pariwisata DIY, Pasar Beringharjo, Gedung Agung, Titik Nol KM dan lain-lain.

Di dalam sumbangan tumpeng itulah nilai-nilai kegotong-royongan dipraktikkan secara sederhana. Dalam Dahar Kembul juga dilaksanakan penggalangan donasi bagi korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat. “Semoga penggalangan dana bisa semakin menegaskan esensi acara ini,” kata Widihasto.

Di penghujung Dahar Kembul dipentaskan tari berjudul Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebuah tari garapan baru yang dipersembahkan untuk Dahar Kembul. Tari ini bernuansa etnik dengan memasukkan unsur Jawa, Kalimantan dan Papua. “Tari disesuaikan dengan acara,” ujar Gita Gilang, pencipta tari NKRI.

Sri Sultan HB X, saat menyampaikan sambutan, mengatakan, Dahar Kembul merupakan acara yang sangat berkarakter DIY, di mana pemimpin dan warganya bisa duduk bersama. Membicarakan berbagai persoalan demi kepentingan masyarakat itu sendiri tanpa membedakan asal-usul.

Ia berharap Dahar Kembul menjadi pengingat bagi masyarakat ihwalnya sikap DIY, yang sudah final jadi bagian NKRI, karena itu tunduk pada perundangan-perundangan dan wajib menjalankan ideologi Pancasila.

“Jadi saya punya harapan kepada kawula, jangan mengkhianati idelogi dan rasa kebangsaan. DIY telah sejak awal membangun Indonesia dan akan tetap seperti itu untuk seterusnya. Saya Berharap semua bersama membangun, karena kekuatan DIY ada di dalam kebersamaan. Itu harus terus dilanggengkan,” jelasnya.

HB X merasa sangat malu jika antartetangga harus bertengkar ketika timbul gesekan atau antarkampung terlibat tawuran. Ia tak ingin hal itu terjadi di Bumi Mataram. “Kalau ada masalah bisa dikomunikasikan. Bupati dan wali kota yang di sini, meskipun naik melalui bendera partai, harus juga mendengar bendera lain demi membangun daerah yang tentram.”

harianjogja.com

=================================================================

Ahli Waris Korban Gempa Lombok Terima Santunan Rp15 Juta

Menteri Sosial Idrus Marham dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto meninjau korban gempa di Posko Induk Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Selasa (7/8).

Idrus mengatakan Presiden Joko Widodo menyampaikan duka cita kepada seluruh warga NTB, khususnya keluarga korban meninggal dunia akibat gempa berkekuatan 7,0 skala richter (SR) pada Minggu (5/8). Pihaknya menerima kabar 98 orang tewas akibat bencana tersebut.

“Kami diperintahkan Bapak Presiden menyerahkan santunan untuk ahli waris korban meninggal dan bantuan biaya perawatan untuk korban yang mengalami luka-luka,” kata Idrus di Lombok Utara dalam keterangan tertulis

Sebanyak 98 korban meninggal itu mendapatkan santunan ahli waris masing-masing sebesar Rp15 juta. Sementara setiap korban luka mendapat bantuan pengobatan sebesar Rp2,5 juta.

Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh Idrus dan Wiranto kepada para ahli waris. Seorang ibu tak kuasa menahan tangis saat menerima santunan. Petugas Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Kemensos pun memapah ibu tersebut dan memberi trauma healing.

Bentuk kegiatan LDP di antaranya katarsis mental, permainan, pengajian di lokasi pengungsian, serta menyiapkan sekolah darurat dan ramah anak. Jumlah tim LDP yang saat ini bertugas sebanyak 29 orang.

Setelah memberikan santunan dan bantuan logistik, Kemensos juga akan menyiapkan Jaminan Hidup (Jadup). “Sekarang masih dalam proses pendataan jumlah anggota keluarga dan jumlah rumah yang mengalami kerusakan,” kata Idrus.

Selama rumah warga belum dibangun kembali, Idrus menyebut Kemensos menyiapkan 639 tenda yang didistribusikan secara bertahap kepada warga. Berdirinya tenda diharapkan mampu melindungi warga, mengingat gempa susulan dengan skala kecil masih mungkin terjadi.

Setelah kebutuhan permakanan dan perlindungan berjalan, Kemensos juga memberikan dukungan psikososial untuk membantu memulihkan psikologis warga terdampak gempa. Mereka khususnya kelompok renta seperti lansia, ibu hamil, anak, dan penyandang difabel.

Selain mengunjungi rumah sakit lapangan, tenda pengungsian, gedung kantor bupati yang roboh dan rusak total, Idrus juga menijau Bangsal Pemenang yang merupakan pelabuhan penyeberangan menuju Gili untuk melihat proses evakuasi wisatawan.

Total bantuan Kemensos yang telah disalurkan untuk korban gempa terdiri dari bantuan lositik, santunan ahli waris tahap satu dan tahap dua untuk 109 orang, dan 3 ribu paket sembako senilai Rp3,1 miliar. Bantuan logistik terdiri dalam bentuk beras, sembako, lauk pauk, sandang, tenda, kasur, matras, selimut, dan pakaian.

cnnindonesia.com

================================================================

Malioboro Night Festival 2018 Siap Digelar, Usung Tema Regeneration

Sebagai agenda pelengkap wisata di Yogyakarta, Dinas Pariwisata DIY bakal menggelar Malioboro Night Festival (MNF) 2018. Rencananya festival gratis di Malioboro ini akan hadir 11-12 Agustus 2018 mendatang dengan lokasi panggung utama di depan pintu gerbang barat kompleks kepatihan Kantor Gubernur DIY.

Imam Pratanadi, Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata DIY menuturkan agenda MNF 2018 menjadi sajian yang menghibur bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara saat berkunjung di Malioboro.

“Event ini kita harapkan menjadi sebuah destinasi yang unthinkable (tak terpikirkan) oleh wisatawan khususnya mancanegara sehingga meningkatkan awareness mereka terhadap event di Yogyakarta,” katanya kepada media, Selasa (7/8/2018).

Dalam acara tersebut, lanjut Imam, menjadi sebuah destinasi tambahan bagi wisatawan yang berkunjung di Malioboro.

“Saat ini destinasi tak hanya tempat wisata namun event menjadi sebuah destinasi,” lanjutnya.

Bekerjasama dengan Jaran Art Space, MNF 2018 akan menghadirkan hiburan di jalanan Malioboro dengan artis-artis ibukota diantaranya Rapper senior Iwa K, Band asal Bandung Mocca, serta tak ketinggalan beberapa artis lainnya seperti Anterdans, Jasmine Band, Tashoora dan Bathara Ethnic.

Pedestrian Malioboro yang semakin representatif dan aksesibilitas yang baik pun menjadikan MNF 2018 akan membangun 7 panggung komunitas di sepanjang pedestrian. Mulai dari depan gedung DPRD DIY, hingga Kampung Ketandan.

Sementara itu, Iqbal selaku perwakilan Jaran Art Space menuturkan, MNF 2018 akan mengusung tema Regeneration yang diharapkan mampu membawa spirit Malioboro kepada generasi muda.

“Malioboro masa lalu menjadi ruang interaksi sosial antara seniman dan budayawan ke generasi muda dengan MNF 2018 ini kami ingin mengajak komunitas seni yang baru dan berkembang, anak muda yang kreatif membutuhkan ruang eksistensi yang mewarnai dinamika seni budaya Yogyakarta,” katanya di kesempatan yang sama.

tribunjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 3 =