FASTBREAK 9 AGUSTUS 2018
FastBreak , August 9, 2018, Unisi Radio

Gelombang Tinggi Masih Akan Terjadi di Yogyakarta Sepekan Ini

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi gelombang tinggi masih bakal terjadi di laut selatan Yogyakarta. Berdasarkan kondisi dinamika atmosfer saat ini , dalam sepekan ini perlu diwaspadai tinggi gelombang yang masih di atas 2,5 meter.

Hal ini disampaikan Kepala BMKG DIY Joko Budiyono, Kamis (9/8/2018). Joko menjelaskan, hingga tanggal 13 Agustus nanti diprediksi gelombang tinggi hingga 3,5 meter masih terjadi di laut selatan Yogyakarta.

Sementara itu, data cuaca BMKG DIY menyebutkan, pusat tekanan udara rendah di Belahan Bumi Utara (BBU) yaitu di laut Cina Selatan sebelah barat Kalimantan 1002 mb dan di Samudera Pasifik sebelah timur Filipina 996 mb. Sedangkan pusat tekanan udara tinggi, yaitu di Australia mencapai 1023 mb.

“Kondisi tersebut menimbulkan perbedaan tekanan udara yang signifikan antara Belahan Bumi Utara (BBU) dan Belahan Bumi Selatan (BBS) sehingga berdampak pada peningkatan kecepatan angin hingga 25 km/jam dan peningkatan tinggi gelombang laut di perairan Selatan Yogyakarta,” terang Joko melalui siaran resmi yang diterima Tribunjogja.com.

Dengan adanya potensi cuaca ekstrem ini, BMKG DIY menghimbau kepada masyarakat, agar mewaspadai peningkatan kecepatan angin dan ketinggian gelombang laut terutama bagi masyarakat yang beraktifitas di sekitar pantai, nelayan yang melaut juga wisatawan yang berada di sepanjang pantai Selatan Yogyakarta.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kepada nelayan untuk sementara waktu dihimbau agar tidak melaut dan kepada wisatawan dihimbau untuk tidak mandi di laut hingga tinggi gelombang laut kondusif atau normal) kembali,” ujar Joko.

tribunjogja.com

====================================================================

Olimpiade Tokyo 2020 Bakal Adopsi ‘Face Recognition’

Olimpiade Tokyo 2020 akan menggunakan teknologi pengenalan wajah (face recognition) untuk mengidentifikasi para atlet, relawan, awak media, dan staf yang terlibat dalam gelaran akbar ini.

Mesin dan teknologi pengenalan wajah yang akan dipakai nantinya disediakan oleh perusahaan IT asal Jepang, NEC. NEC menyebut teknologi pengenalan wajah yang dipakainya berdasarkan uji tolak ukur dari National Institute of Standards and Technology Amerika Serikat.

Vice President NEC Masaaki Suanuma mengklaim bahwa tingkat akurasi teknologi pengenalan wajah miliknya mencapai angka 99,7 persen. Ia juga menekankan angka itu tidak dipengaruhi oleh ras dan ukuran badan orang yang wajahnya akan diidentifikasi.

Berbeda dengan olimpiade-olimpiade sebelumnya, olimpiade Tokyo nantinya tidak akan terpusat di satu area saja. Berbagai pertandingan akan tersebar di beberapa titik di Tokyo, dan orang-orang yang terlibat harus mengotentikasi identitasnya di masing-masing tempat.

Teknologi pengenalan wajah diharapkan dapat mempercepat proses verifikasi identitas ini. Selain untuk menghemat waktu, ada kekhawatiran bahwa olimpiade yang rencananya akan digelar pada akhir Juni 2020 di Tokyo akan menjadi olimpiade dengan cuaca terpanas dalam seabad terakhir, mengingat temperatur Jepang yang sangat panas pada periode yang sama di tahun ini.

Para petinggi dalam struktur organisasi olimpiade Toko 2020 menyambut baik inovasi ini. Mereka yakin teknologi pengenalan wajah akan meningkatkan keamanan selama olimpiade karena dapat mencegah orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk masuk ke area pertandingan dengan meminjam atau mengambil kartu identitas milik orang lain.

“Olimpiade Tokyo 2020 akan menggunakan teknologi pengenalan wajah otomatis, ini adalah pertama kalinya untuk olimpiade dan paralympic, untuk mencegah masuknya orang-orang yang tidak berwenang,” ujar direktur eksekutif bagian Keamanan Olimpiade Tokyo 2020 Tsuyoshi Iwashita, dikutip dari Engadget.

cnnindonesia.com

==============================================================

Kemenkominfo Sediakan Telepon Satelit Pascagempa Lombok

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyediakan akses telepon satelit untuk membantu penanganan gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menkominfo Rudiantara mengatakan, penyediaan telepon satelit ini merupakan upaya bantuan, khususnya bagi BNPB, untuk menyelesaikan kendala susah sinyal akibat gempa.

“Di daerah-daerah tertentu, khususnya BNPB kami dukung dengan menyediakan telepon satelit. Jadi ini tidak bergantung pada pasokan listrik, tapi coverage,” ujar Rudiantara saat ditemui di kantor wakil presiden, Jakarta, Rabu (8/8).

Sejak gempa yang terjadi Minggu (5/8) lalu, jaringan telekomunikasi hingga listrik di kawasan Lombok dan sekitarnya mengalami gangguan. Hal ini lantaran sejumlah tiang dan menara telekomunikasi rusak akibat gempa.

“Untuk telepon satelit ini tidak perlu jaringan lagi kan, tidak pakai fisik, jadi pakai kabel fiber optic aja, pasang internet langsung ke satelit. Ada genset sendiri jadi bisa jalan,” katanya.

Rudiantara memastikan, jaringan listrik di sejumlah kawasan yang terdampak gempa telah kembali pulih. Ia memperkirakan hanya sekitar lima persen wilayah yang masih mengalami gangguan.

“Waktu gempa pertama itu sekitar 15 persen yang mati, sekarang lima persen saja yang belum aktif lagi,” ucap Rudiantara.

Pihaknya mengklaim telah berkoordinasi dengan Kementerian ESDM untuk menyediakan bahan bakar solar demi penggunaan genset di wilayah yang terdampak gempa. “Jadi genset dari luar Lombok, ada dari Bali, Jawa, untuk menggantikan listrik sementara,” tuturnya.

Gempa berkekuatan 7 Skala Richter mengguncang Lombok dan berdampak hingga Bali, Minggu (5/8). Ratusan orang meninggal dunia dan ribuan rumah rusak akibat gempa tersebut.

cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen + 7 =