Finalis Dimas Diajeng Jogja Gelar Kreasi Dolanan lan Tari
Jogja Dab! , May 19, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Jogja, Dab!

dimjen gede

Dalam rangka pemilihan Dimas Diajeng Kota Jogja 2015, Paguyuban Dimas Diajeng Kota Jogja yang bergerak di bidang pendidikan, kesenian, dan kebudayaan menggelar acara Sanggar Kilat (Kreasi Dolanan lan Tari). Acara ini merupakan kampanye budaya yang diadakan di Car Free Day, Kilometer 0 Yogyakarta, Minggu (10/5/2015).

Sanggar Kilat terbuka untuk pelajar tingkat SD se-Kota Yogyakarta dan masyarakat umum.  Acara yang bertajuk “Menari Itu Mudah”ini terdiri dari serangkaian kegiatan, antara lain: pembuatan wayang suket, pengenalan dolanan anak, funscience, dan latihan tari topi. Konsep tari yang dibawakan dikolaborasikan dengan teknik flashmob sehingga lebih menyenangkan.Anak-anak juga diajarkan membuat wayang suket yang hasilnya bisa mereka bawa pulang. Selain itu, ada hiburan seperti funsciencedimana anak-anak diajarkan perrcobaan ilmiah dengan cara yang menghibur.

“Kami ingin memperkenalkanbudaya Indonesia, khususnya budaya Jawa kepada anak-anak melalui tari topi. Selama ini anak-anak sering beranggapan bahwa belajar tari itu membosankan, susah, dan kuno. Melalui sanggar kilat ini kami ingin menanamkan pada anak-anak bahwa menari itu mudah,” ungkap Dimas Ari, Humas Sanggar Kilat.

Sanggar Kilat menjadi salah satu aksi nyata finalis Dimas Diajeng Kota Jogja 2015 yang bertepatan dengan Hari Pendidikan.

“Tujuan diadakan Sanggar Kilat ini tidak lain untuk nguri-uri kebudayaan Jawa. Kami ingin anak-anak bisa tahu dan mengenal kebudayaan mereka. Karena seperti kita tahu saat ini merekasemakin kehilangan identitas Jawa-nya,” sambung Dimas Ari.

Dengan diadakannya acara ini ia berharap anak-anak akan tergugah untuk melestarikan kebudayaan Indonesia, khususnyabudaya Jawa. (IZF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten + 13 =