Hangout: Antara Komedi dan Kisah Balas Dendam
Latar , January 3, 2017, Unisi Radio

Sekali lagi, Raditya Dika menuangkan ide kreatifnya ke layar kaca. Film “Hangout” yang ia sutradarai ini masih mengandung unsur komedi seperti film-film sebelumnya. Bedanya, kali ini unsur komedi itu dipadukan dengan kisah thriller, bukan percintaan.

film-hangout

Dalam film ini, Raditya Dika beradu akting dengan beberapa artis lainnya. Mulai dari Soleh Solihun – rekan sesama komika – , YouTuber Bayu Skak, pemain sinetron Prilly Latuconsina, aktris Titi Kamal dan Dinda Kanya Dewi, Gading Marten, Surya Saputra, hingga aktor senior Mathias Muchus. Uniknya, kesembilan artis ini tidak berperan sebagai orang lain, melainkan menjadi diri mereka masing-masing dengan nama dan status mereka sebagai artis. Hanya saja, karakter masing-masing orang dibuat lebih punya ciri khas masing-masing.

Kesembilan artis ini mendapatkan sebuah undangan “Hangout” dari seseorang bernama Toni P. Sacalu. Undangan tersebut menyampaikan bahwa mereka harus pergi ke sebuah pulau dimana villa Toni P. Sacalu ini berada. Beberapa dari mereka beranggapan bahwa itu sosok misterius ini adalah produser film yang akan men-casting mereka untuk sebuah film baru. Terlebih, pria bernama Toni ini sudah memberikan uang muka dengan jumlah besar pada mereka semua.

 

film-hangout

Sesampainya di villa, tempat itu kosong dan hanya ada foto mereka bersembilan dipajang di dinding. Kemudian, tanpa ada tanda-tanda kehadiran orang lain, tiba-tiba sudah ada makan malam disiapkan untuk mereka. Meskipun mereka merasa aneh, mereka tetap menyantap makanan itu. Namun, tiba-tiba Mathias Muchus keracunan dan meninggal. Kepanikan menyerang kedelapan orang yang tersisa. Radit pun bersikeras untuk keluar dari villa dan menunggu kapal di pantai, sekalipun itu berarti ia harus menunggu beberapa hari lagi. Karena hari sudah malam dan gelap, Radit, Bayu, Dinda, dan Gading malah tersesat dan akhirnya memutuskan kembali ke villa.

Di tengah jalan, mereka bertemu sisa rombongan yang tengah mengejar Surya yang tiba-tiba panik. Di saat mereka mencoba untuk tenang, tiba-tiba Prilly yang terpisah dari rombongan didorong oleh seseorang dan jatuh ke jurang. Mereka pun mulai berpikir bahwa undangan ini merupakan jebakan. Akhirnya, mereka pun sepakat untuk tetap bersama-sama terus. Namun, maut tetap menjemput mereka satu per satu membuat mereka mencurigai satu sama lain sampai yang tersisa hanya Radit dan Soleh. Mereka pun ditemukan oleh pelaku dari pembunuhan-pembunuhan yang terjadi. Balas dendam menjadi motif dari aksi jahatnya. Dengan kecerdikan Radit dan Soleh, pelakunya berhasil menyerah.

film-hangout

Secara keseluruhan, genre seperti ini memang jarang diangkat di perfilman Indonesia. Terlebih lagi track record Raditya Dika yang biasanya mengangkat tema komedi dan menyentil sisi ke-jomblo-an membuat film ini terasa berbeda. Namun, harus diakui bahwa komedi dalam film ini tidak terlalu mengocok perut. Selain itu, meskipun ada permainan teka-teki tentang siapa pembunuh berantai yang memburu mereka, untuk orang yang sudah sering menonton film thriller atau detektif garapan luar negeri, pasti sudah bisa menebak pelaku tersebut jauh sebelum scene Radit dan Soleh yang mulai terpojok.

Meskipun demikian, tidak berarti film ini tidak bagus. Penonton dimanjakan oleh kualitas gambar yang apik dengan pengambilan gambar  yang menggunakan sudut-sudut yang tepat. Efek yang digunakan untuk melengkapi adegan thriller ini juga rapi. Meskipun ada beberapa detail yang terlihat janggal, seperti respon ‘manusiawi’ yang agak lambat dan terlihat dibuat-buat. Namun, adanya permainan karakter yang berbeda untuk tiap peran membuat film ini menjadi lebih menarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven + nineteen =