Instagram sembunyikan “Like” ? alasannya?
Unisi News , July 22, 2019, Unisi Radio

 

Instagram dan facebook sedang melakukan Uji coba menghapus fitur like loh intelektual muda,

Fitur ini diujicobakan di sejumlah negara termasuk Australia, Jepang hingga Italia.

Melalui akun twitter resminya, Instagram mengatakan penyembunyian ‘like’ ini karena Instagram ini fokus pada foto dan video yang dibagikan teman bukan pada berapa banyak ‘like’ yang didapatkan postingan tersebut.

“Pengguna masih dapat tetap melihat jumlah ‘like’ yang didapat dengan tap pada daftar akun yang menyukai postingan tersebut, tetapi teman Anda tidak akan bisa melihat jumlah ‘like’ yang telah diterima,” ujar Instagram, seperti dikutip Kamis (18/7/2019).

Direktur Kebijakan Faebook Australia dan Selandia Baru, Mia Garlick mengatakan tujuan sembunyikan jumlah ‘like’ untuk mengurangi tekanan dan penghakiman ketika postingannya tak mendapat like dalam jumlah besar, seperti
Bagi para selegram kebijakan sembunyikan ‘like’ bisa membuat mereka harus memutar otak. Maklum, selama ini para selegram menjual ‘like’ untuk menghasilkan uang dari produk yang mereka endorse. Jumlah ‘like’ dikaitkan dengan engagement (keterikatan dan komunikasi dua arah brand dan konsumen).

Pendiri dan CEO Social Native David Shadpour mengatakan tes penghilangan ‘like’ sejalan dengan strategi Facebook dan Instagram untuk mendorong pengguna ke ‘Stories’.

“Tujuan Facebook dan Instagram adalah untuk mendorong pengguna ke Stories, karena mereka percaya masa depan dalam bentuk video pendek, bukan gambar statis atau News Feed,” ujarnya seperti dikutip dari CNBC International, Senin (22/7/2019).

“Karena itu, mereka fokus pada strategi untuk meningkatkan tingkat konsumsi video konsumen, membuat lebih banyak creator video, dan meningkatkan ROI pengiklan yang memanfaatkan video.”

Menurut David Shadpour, nilai ‘like’ akan segera hilang bahkan jika Instrgram tak menyembunyikan fitur ini.

“Dengan mengurangi fokus pada ‘like’ sebagai indikator keberhasilan, pembuat konten akan memiliki kontrol kreatif lebih. Dengan perubahan itu, metrik juga harus bergeser. Waktu yang dihabiskan untuk platform, keterlibatan, pandangan, dan metrik lainnya akan berlaku sebagai KPI,” jelas Davis Shadpour.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 4 =