Jogja Darurat Logo
Unisi News , November 4, 2014, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja : Unisi News

Issue mengenai perubahan logo Jogja beberapa waktu belakangan ini memang semakin ramai saja diperbincangkan. Seperti yang–mungkin kamu juga mengamati–terlihat di beberapa social media, banyak kalangan mengkritik logo baru yang diusulkan karena malah menjadi terbaca Togua bukan Jogja.

jogja baru 3

Logo baru ini adalah rancangan tim Hermawan Kertajaya dari MarkPlus Inc yang mengaku diminta oleh Sultan secara pribadi untuk menggarap rebranding Yogyakarta, sekitar bulan Februari 2014. Dari pertemuan tersebut, muncul gagasan baru untuk meninjau kembali brand Yogyakarta yang dirasa tak lagi relevan. Dari situlah, MarkPlus Inc mulai mengerjakan proyek rebranding Yogyakarta.

Sebelumnya, pria yang juga menjabat sebagai President of World Marketing Asociation ini juga telah menggarap logo lama “Jogja, Never Ending Asia”.

Dalam desain yang baru, Hermawan mengadaptasi sembilan arah kebijakan Yogyakarta yang terangkum dalam Jogja Renaissance. Kesembilan kebijakan itu meliputi bidang ekonomi, pariwisata, kesehatan, teknologi, pendidikan, serta keterlindungan warga, energi, pangan, tata ruang, dan lingkungan.

“Logo yang baru ini adalah akulturasi modern dengan tradisional,” kata Hermawan saat pemaparan logo baru, di kantor Bappeda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), April 2014 lalu.

Saking banyaknya kritik yang disampaikan untuk logo baru Jogja tersebut, sampai-sampai ada yang membuat gerakan #JogjaDaruratLogo dan mengadakan urun rembug beberapa opsi pilihan logo yang dirasa lebih baik daripada Togua.

jogja baru 5
#JogjaDaruratLogo juga mengambil beberapa quote mengenai proses rebranding yang sedang berlangsung dari beberapa public figure dan tokoh masyarakat

jogja baru 6
Nah, kalau menurut kamu sendiri gimana, Intelektual Muda? Desain mana yang kamu suka?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 2 =