Kesepakatan Kerjasama UAJY-IAI
News , September 23, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Campus Reporting News

UAJY

Sebagaimana guru, pengacara, apoteker, dokter dan profesi lainnya, profesi  arsitek juga memerlukan sertifikasi agar bisa diakui secara luas dan lebih professional. Salah satu pertimbangannya adalah, “Malpraktek akibat kesalahan seorang arsitek akan lebih fatal dibandingkan dengan malpraktek yang dilakukan oleh seorang dokter. Korban akibat malpraktek  dokter biasanya hanya akan dialami oleh seorang pasien. Sedangkan malpraktek seorang arsitek akibat kesalahan rancang bangun sebuah gedung dapat mengakibatkan meningglanya banyak orang dalam waktu yang bersamaan.” demikian ditegaskan oleh Ir. Munichy B. Edrees, M. Arch., IAI, AA, Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (Ketum IAI)  dalam pidato sambutannya pada acara Penandatanganan MoU Kesepakatan Kerjasama antara Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dengan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Penandatanganan dilangsungkan di Ruang Rapat Universitas -UAJY, Kampus II, Gedung Thomas Aquinas, Babarsari, Selasa (15/9) oleh Ketum IAI dan Rektor UAJY, Dr. Gregorius Sri Nurhartanto, SH. LL.M.

Perjalanan untuk menjadi seorang arsitek diawali dengan pendidikan sarjana (S1) di lembaga perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi arsitektur. Umumnya pendidikan sarjana arsitektur ditempuh dalam waktu 4 tahun. Pendidikan berpusat pada perancangan arsitektur, dengan didukung pengetahuan struktur dan konstruksi, teori dan sejarah arsitektur, teknik komunikasi, perkotaan serta ilmu-ilmu lain. Ketika lulus ia hanya akan menjadi sarjana arsitektur, bukan seorang arsitek.  Secara internasional telah ditetapkan bahwa pendidikan calon arsitek adalah 5 tahun, maka harus dilakukan  pendidikan lanjutan selama satu tahun bagi calon arsitek setelah  menyelesaikan  pendidikan S1 selama empat tahun.

Untuk itu, antara IAI dan UAJY sepakat untuk menyelenggarakan  Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) yang akan ditempuh selama 1 tahun dengan tujuan meningkatkan kompetensi para calon arsitek melalui program pendidikan tersebut.  Sedangkan pengakuan profesional sebagai seorang arsitek di Indonesia harus melalui proses sertifikasi.  Sertifikasi adalah proses penilaian untuk mendapatkan pengakuan atas kompetensi dan kemampuan dari seseorang, Program sertifikasi diselenggarakan oleh Dewan Keprofesian IAI.

uajy.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − 3 =