La La Land: Pengorbanan, Impian, dan Cinta
Latar , January 13, 2017, Unisi Radio

Romansa dan musikal merupakan dua hal yang disajikan dalam film “La La Land”. Mengangkat setting Hollywood, di mana banyak orang mengadu nasib untuk mewujudkan impian di dunia hiburan, film ini memperlihatkan bagaimana pilihan antara cinta dan impian dapat mudah terjadi di sana.

la-la-land

source: instagram.com

Mia Dolan (Emma Stone), seorang bartender di cafe Warner Bros Studio, selalu bermimpi menjadi aktris. Ia mengikuti banyak casting untuk berbagai macam peran serial TV dan film tapi tidak pernah berhasil. Suatu malam, ia terpana oleh permainan seorang pianis jazz bernama Sebastian Wilder di sebuah restoran. Sebastian yang begitu terobsesi dengan jazz murni, harus kehilangan pekerjaannya malam itu, tepat setelah memainkan lagu yang membuat Mia terpesona.

Musim berganti, keduanya kembali dipertemukan di sebuah pesta dimana Sebastian terpaksa menjadi keyboardist band yang membawakan lagu pop 80’an. Mia yang tahu betul akan kualitas Sebastian malah sengaja meminta band tersebut memainkan lagu yang sangat cheesy untuk ukuran pianis sebagus Sebastian. Hal itu akhirnya menjadi awal perkenalan mereka dan berlanjut hingga mereka saling jatuh cinta. Mereka pun saling menceritakan impian mereka masing-masing. Bahkan, tak jarang mereka berdebat soal rencana kelab jazz impian Sebastian.

Sadar akan masa depan yang harus dihadapi, Sebastian pun akhirnya mencari pekerjaan tetap sebagai keseriusannya pada Mia. Mia pun mulai mencari cara lain untuk mewujudkan mimpinya. Namun, tekad mereka yang kuat menuntut adanya pengorbanan yang besar. Pada akhirnya mereka harus memilih untuk mengorbankan impian masing-masing atau hubungan mereka yang sama-sama didasari oleh perasaan cinta yang kuat.

la-la-land

Untuk ukuran film musikal, La La Land tidak dihiasi dengan terlalu banyak adegan bernyanyi dan menari. Bisa dibilang, porsi bernyanyi, menari, dan dialog terbagi rata. Lagu-lagunya juga tidak banyak, tapi beberapa di antaranya dibawakan lagi di beberapa adegan dan malah membuat lagu yang dibawakan membantu jalannya storyline dalam film ini. Tidak heran bahwa soundtrack “City of Stars” memenangkan kategori Best Original Song Golden Globes 2017. Selain itu, sebagian besar musik yang dibawakan dalam film ini ber-genre jazz, dimana tidak banyak ditemukan dalam film musikal lainnya.

Plot yang ditawarkan juga tidak picisan, malah sebaliknya, terasa realistis sekalipun tetap ada suguhan efek-efek fantasi yang seolah menghadirkan setting panggung teater musikal ke layar lebar. Emosi dalam drama yang ditampilkan pun dewasa, tidak ‘menye’ seperti film drama musikal pada umumnya. Akting Emma Stone dan Ryan Gosling pun terbilang sempurna. Mereka bisa bernyanyi, menari, sekaligus berdialog dengan kesan yang begitu natural dengan chemistry yang kuat. Mungkin ini juga karena mereka telah beberapa kali berperan sebagai pasangan di beberapa film yang mereka bintangi sebelumnya.

Adegan dalam film ini juga tidak akan mengharu biru berkali-kali tetapi penonton akan diajak untuk merasakan gejolak emosi yang berwarna-warni dan ‘pecah’ pada saat yang tepat dengan maksimal. La La Land benar-benar merupakan film musikal yang bisa mengkombinasikan cerita, musik, tarian, dan segala ornamen lainnya dengan begitu elegan dan sempurna. Kemenangan tujuh kategori Golden Globes 2017 yang sekaligus memecahkan rekor selama 74 kali diselenggarakannya ajang penghargaan tersebut benar-benar pantas didapatkan oleh film arahan Damien Chazelle ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 + 18 =