Mahasiswa UMY Bentuk Sanggar Senam Dismenore dengan Metode Relaksasi Murrottal Qur’an
News , September 29, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Campus Reporting News

umy

Menstruasi merupakan siklus bulanan yang normal pada perempuan dan kadang-kadang disertai keluhan rasa sakit atau nyeri yang disebut dengan dismenore. Wanita yang mengalami dismenore disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon progesteron dan prostaglandin dalam darah dan faktor stress atau gangguan psikologis pada perempuan. Dismenore memberikan banyak dampak negatif pada remaja putri. Dismenore menyebabkan 14% dari pasien remaja sering tidak hadir di sekolah dan tidak menjalani kegiatan sehari-hari.

Aktivitas harian mereka khususnya aktivitas belajar di sekolah terganggu akibat rasa nyeri yang mereka rasakan ketika menstruasi bahkan tidak jarang hal ini membuat mereka tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. Ditambah lagi, edukasi terkait permasalahan dismenore bagi kalangan remaja masih sangat minim. Peduli terhadap kasus tersebut, Mahasiswa jurusan Program Studi Pendidikan Keperawatan (PSIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberikan edukasi terkait penanganan dismenore melalui metode relaksasi Murrottal Qur’an bagi remaja di Desa Tlogo, Tamantirto, Kasihan Bantul Yogyakarta.

Melalui dana hibah dari Dikti (Direktorat Perguruan Tinggi) pada Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) kegiatan pelaksanaan sanggar dismenore dengan relaksasi murrottal Qur’an tersebut telah berlangsung sejak bulan April hingga Juli 2015 lalu. Seperti diungkapkan Hafidha Fatma Sari, selaku ketua kelompok, ketika ditemui di BHP pada Senin (28/9) mengungkapkan, tujuan dibentuknya sanggar dismenore tersebut ialah untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri, khususnya di Desa Tlogo, mengenai kesehatan reproduksi wanita. Selain itu juga untuk meningkatkan kemampuan remaja putri dalam penanganan dismenore saat menstruasi. “Tujuan terbentuknya sanggar dismenore selain sebagai edukasi, yaitu untuk alternatif terapi penanganan non farmakologi bagi perempuan penderita dismenore yang mengalami ketidaknyamanan ketika sedang mengalami menstruasi, dengan metode murrottal Qur’an,” ungkapnya.

Ditambahkan Hafidha, dipilihnya murrottal Qur’an sebagai salah satu media penanganan dismenore yaitu karena murottal (mendengarkan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan tartil) dapat memberi ketenangan jiwa bagi pendengarnya. Selain itu, lantunan Al-Qur’an secara fisik mengandung unsur suara manusia, dan suara manusia merupakan instrument penyembuhan yang menakjubkan dan alat yang paling mudah dijangkau. ”Suara dapat menurunkan hormon-hormon stress, mengaktifkan hormon endorphin alami, meningkatkan perasaan rileks, mengalihkan perhatian dari rasa takut, cemas dan tegang, memperbaiki sistem kimia tubuh sehingga menurunkan tekanan darah serta memperlambat pernapasan, detak jantung, denyut nadi, dan aktivitas gelombang otak. Sehingga kami menggunakan metode murrottal Qur’an sebagai salah satu medianya,” tambahnya.

Kelompok yang beranggotakan Zerlinda Ghassani, Indri Lestari, Inggrid Selviana, dan Helena Widyastuti tersebut memiliki tiga metode dalam penanganan desminore yaitu teknik penyuluhan, teknik pelatihan, dan teknik pendampingan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Teknik pelatihan yang diberikan sendiri yaitu senam pelatihan mengenai senam dismenore dengan relaksasi Murrottal Qur’an. Selain itu, turut dibentuknya kader Gadis Qur’an di Desa Tologo, yang nantinya dapat berfungsi sebagai penerus terselenggaranya senam dismenore ke berbagai wilayah lainnya. “Selain pembentukan kader yang berfungsi sebagai keberlanjutan program Gadis Qur’an, kami juga telah mengurus hak cipta untuk CD senam desminore melalui Sentra HKI UMY,” ungkap Zerlinda.

Pengabdian yang dilakukan melalui pelatihan senam desminore dengan metode relaksasi murrottal Qur’an tersebut, turut menghantarkan Hafidha dan kawan-kawan lolos ke PIMNAS ke 28 (Pekan Ilmiah Nasional) yang akan diselenggarakan di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, yang akan berlangsung pada tanggal 5-9 Oktober 2015 mewakili UMY. “Alhamdulillah melalui program ini kami bisa mewakili UMY dalam ajang PIMNAS ke 28, kami berharap nantinya dapat memberikan hasil yang terbaik bagi UMY,” tutupnya.

umy.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen + 16 =