Memex, Lebih Canggih dari Google
Unisi News , February 27, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Unisi News

memex1

Tak dapat dipungkiri, kehadiran mesin pencari (search engine) memudahkan kita dalam mencari informasi apapun di internet. Namun ternyata informasi yang kita temukan di internet baru sebatas di permukaannya saja.

Pentagon, melalui Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), telah mengembangkan mesin pencari baru yang lebih canggih dari Google bernama Memex (Memory & Index). Mesin pencari ini diklaim dapat mencari informasi lebih dalam yang tak bisa dilacak di mesin pencari Google.

Memex dibangun untuk mengeksplorasi area yang belum tereksplorasi di Internet, termasuk database informasi tidak diindeks oleh Google, dan bagian terdalam dari internet di mana kegiatan kriminal seperti perdagangan seks dan narkoba berlangsung.

“Kami membayangkan sebuah paradigma baru dalam proses pencarian di internet yang akan menyesuaikan konten, hasil pencarian, dan tampilan antarmuka untuk pengguna individu dan pengguna yang berkecimpung dalam bidang studi,” kata sang pembuat yang juga Program Manager DARPA, Chris White.

Untuk saat ini, Memex masih dalam pengembangan dan tengah difokuskan untuk memerangi perdagangan manusia. Ke depannya mesin pencari ini juga dapat digunakan untuk menelusuri aktivitas ilegal lain seperti terorisme dan aktivitas obat-obatan terlarang.

Berbeda dengan hasil pencarian yang ditawarkan oleh Google, Bing, ataupun Yahoo yang didasarkan pada iklan dan ditampilkan secara linear berdasarkan algoritma mesin pencari, Memex dapat menemukan informasi yang sulit ditemukan di Google. Dengan kata lain, informasi yang selama ini tersembunyi dapat ditelusuri.

Hasil pencarian di mesin pencari Memex akan ditampilkan dalam bentuk infografis canggih yang menunjukkan peta/jaringan hubungan antar data/informasi.

memex2

Selain untuk mendeteksi kejahatan, Memex disinyalir dapat digunakan untuk kepentingan bisnis. Analis saham mungkin menggunakan Memex untuk mencari halaman tersembunyi untuk mencari informasi yang relevan terkait saham.

“Teknologi ini juga bisa digunakan untuk mengungkap penipuan dan aktivitas ilegal lainnya dalam dunia bisnis,” kata Emily Kennedy, CEO Marinus Analytics, cabang Carnegie Mellon yang juga terlibat dalam proyek Memex.

liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 − 4 =