Netizen Update 15 April 2017
Netizen , April 15, 2017, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Netizen Update

[HIGHLITE] Cerita Afgan Kembali Gelar Konser Tunggal di Malaysia dan Singapura

Penyanyi solo Afgan baru saja menggelar konser Sides di Singapura dan Malaysia, pada 8-9 April lalu. Di Malaysia, Afgan tampil di Persada Johor ICC, sedangkan di Singapura lokasi Mastercard Theaters – Marina Bay Sands dipilih menjadi lokasi konser. Ini merupakan konser pertama Afgan yang dijalani selama 2 hari berturut-turut. Pelantun “Jalan Terus” ini biasanya mengambil jeda waktu antara konser yang digelar. Contohnya saat Konser Sides di 5 kota di Indonesia, dimana ia mengambil jeda beberapa minggu dari satu kota ke kota lainnya. Meskipun melelahkan dan sempat kehilangan suara, tapi Afgan mengakui pengalaman barunya ini sangat seru

 =====================================================

[HIGHLITE] The Chainsmokers Telah Berada Selama 49 Pekan Di Top 10 Billboard Hot 100

Duo pengusung musik electronic, The Chainsmokers, kembali memecahkan rekor lain. Kali ini karena mereka merupakan grup/duo yang terlama berada di di 10 besar Billboard Hot 100.

Kolaborasi mereka bersama Coldplay, ‘Something Just Like This’, saat ini berada di posisi #5 Hot 100, sementara single ‘Paris’ berada di posisi #9. Dengan demikian total pekan yang diraih oleh single-single The Chainsmokers dalam top 10 sejauh ini adalah 49 minggu. The Chainsmokers sudah menggeser posisi sebelumnya yang dipegang Ace of Base di awal 90-an. Mereka hanya perlu dua pekan tambahan lagi untuk bisa menyamai prestasi Drake sebagai artis dalam kategori umum dengan pekan terlama di top 10.

Jika mereka bisa menambah 18 pekan lagi, yang jika menilik penjualan album dan single-single sepertinya sebuah kemungkinan yang bisa saja terjadi, mereka akan bisa menumbangkan rekor terlama sepanjang masa yang saat ini dipegang oleh Katy Perry.

=====================================================

[HIGHLITE] Max Martin Menyebut ‘Green Light’ Lorde Sebagai “Penulisan Lagu Yang Tidak Tepat”

Dalam sesi wawancara bersama New York Times, yang pertama dilakukan Lorde setelah pengumuman tentang album barunya, “Melodrama”, sang penyanyi bernama asli Ella Yellich-O’Connor ini ditanyakan siapa yang ditanyakannya untuk mengetahui opini tentang lagu yang ditulisnya. Dan Lorde menjawab produser dan penulis lagu terkenal Max Martin.

Ia mengungkap jika dirinya telah berkonsultasi dengan sang super-produser asal Swedia tersebut tentang lagunya, ‘Green Light’. Menurut Lorde, Max Martin memiliki opini yang spesifik, terutama yang berkenaan dengan perhitungan melodik – pemendekan sebuah bagian misalnya. Lorde juga menyebutkan jika Max Martin menyebutkan ‘Green Light’ sebagai contoh dari “penulisan lagu yang tidak tepat”. Hanya saja menurut Lorde itu bukan sebuah penghinaan, melainkan hanya pernyataan sebuah fakta, karena lagunya memang aneh.

Lorde juga menyebutkan jika ‘Green Light’ dimaksudkan untuk menggambarkan sebuah pesta rumahan, di mana saat sebuah lagu dimainkan kita merasa bersemangat. Sementara ada momen di maka kita sendirian di kamar mandi, memandang diri sendiri di cermin dan kemudian kau terlihat jelek dan kemudian merasa berantakan.

=====================================================

[HIGHLITE] Oscar Lolang Keluarkan Mini Album ‘Epilogue’ Dalam Bentuk Kaset Untuk Record Store Day 2017

Karma Records, label rekaman yang menaungi solois folk Oscar Lolang yang sebelumnya menggelar showcase peluncuran mini album ‘Epilogue’ kini akan kembali merilis mini album tersebut dalam format kaset. Album ini akan dirilis sebagai bentuk partisipasi Karma Records dan Oscar Lolang dalam hari Record Store Day 2017 yang jatuh pada tanggal 21-22 April 2017.

Dalam perilisannya, Karma Records bekerja sama dengan Loka Analog Records, sebuah label rekaman DIY asal Bandung yang sebelumnya telah merilis album ‘Revival’ dari Temaram, duo doom metal asal Yogyakarta. Sopian Permana, yang juga perwakilan dari Loka Analog Records menjelaskan bahwa sejatinya Oscar Lolang tidak cukup disandingkan dengan Bob Dylan atau Nick Drake sebagaimana banyak orang menilai, namun ada pula John Denver dan banyak musisi folk lainnya di era yang sama.

Sebelumnya, mini album ‘Epilogue’ dirilis secara terbatas dalam bentuk collectible bundle bertajuk ‘perjalanan’ yang berisi T-shirt, art postcard (yang dibuat oleh Vira Talisa), dan CD.

Karma Records menjelaskan bahwa langkah yang dilakukan bertujuan untuk membangun ikatan intim antara musik Oscar dan para penikmatnya, dan kini mini album dihadirkan kembali dalam format yang lebih unik dan dengan penawaran yang berbeda dari rilisan sebelumnya.

=====================================================

[MOVIE REVIEW] The Mummy

Film barat berjudul “The Mummy” ini merupakan film yang di-remake dari tahun 1999 lalu dan mengisahkan pada sebuah penemuan sebuah sarkofagus yang telah berusia lebih dari 2000 tahun dari seorang putri Mesir yang diketahui namanya sebagai Putri Ahmanet (Sofia Boutella). Pada di masa hidupnya, Putri Ahmanet telah dipilih untuk menjadi Ratu Mesir berikutnya karena dengan kemampuan yang dimilikinya.

Akan tetapi, kekuatan dan kemampuan yang dimilikinya justru membuat dirinya jatuh ke jalan kegelapan akhirnya Putri Ahmanet mendapatkan hukuman dengan cara dikubur secara hidup-hidup pada sebuah sarkofagus dan tempatnya sangat tersembunyi. Nick Morton (Tom Cruise) yang merupakan penemu dari sarkofagus tersebut berniat membawanya ke London.

Namun saat di tengah perjalanan dengan pesawat, mereka mendapatkan sebuah kejadian yang tidak terduga yang tidak lain adalah kekuatan magis dari sang putri yang ternyata masih ada. Kejadian tersebut membuat Nick nyaris tewas dan karena itu, Nick menjadi orang yang dipilih untuk menghentikan teror dari sang Putri Ahmanet.

=====================================================

[BOOK REVIEW] Hector and the Search for Happiness by François Lelord

Apa yang dilakukan Hector di novel Hector and the Search for Happiness ini mungkin secara tak langsung cukup mewakili rasa penasaran sebagian manusia tentang kebahagiaan. Sebagai seorang psikiater, Hector seringkali harus mendengarkan keluhan-keluhan pasiennya yang hampir rata-rata berputar pada dua masalah; bahagia atau tidak bahagia. Dan, dalam kasusnya sendiri, Hector merasa kurang puas dengan dirinya. Oleh karena itulah, Hector melakukan perjalanan ke berbagai negara di dunia ini untuk mencari tahu dan berusaha memahami apa saja sebenarnya yang membuat orang merasa bahagia atau tidak bahagia, sehingga ia bisa membantu dirinya dan orang-orang di sekitarnya memecahkan masalah yang sedang mereka hadapi. Ia mengunjungi Cina, Afrika, Amerika Serikat dan negara-negara lainnya, lalu bertemu banyak orang, kenalan baru maupun teman lamanya, dan mencatat hasil pengamatannya terhadap mereka di sebuah buku catatan. Apa saja jawaban yang berhasil ia temukan tentang kebahagiaan?

 =====================================================

[MUSIC REVIEW] Rapper Kripik Peudeus Rilis Album Solo Perdana, ‘Produced By’

David Rafael Tandayu selaku rapper dari unit rap rock Kripik Peudeus belum lama ini merilis album solo perdana bertajuk Produced By. Album ini dirilis empat tahun setelah David bersama Kripik Peudeus kembali aktif lewat gerakan yang diberi nama Rap Rock United.

Beberapa proses kemudian, terbentuklah DRT yang tak lain merupakan akronim dari nama lengkap sang rapper. Sebagai perkenalan dari album perdana, DRT menelurkan single “#Kitorang” yang diambil dari bahasa kampung halamannya, Manado. Lagu ini bercerita tentang indahnya persatuan. David sendiri suka mempelajari tentang budaya yang kemudian dituangkan dalam video musik ‘#Kitorang’ dengan para penari dari DVK Art Production. Kentalnya unsur budaya lokal dalam karya DRT ternyata juga dipengaruhi oleh latar belakang sang rapper yang berprofesi sebagai dosen di bidang seni dan desain, khususnya mata pelajaran sejarah.

 =====================================================

[TECHNEWLOGY] Setelah Stories, Ini Fitur Baru Instagram Berikutnya

Instagram mengumumkan peluncuran update untuk Direct Message, menggabungkan seluruh pesan teks permanen dengan foto dan video yang akan menghilang dalam kurun waktu tertentu ke dalam satu halaman.

MacRumors melaporkan, sebelum pembaruan ini bergulir, Instagram menampilkan dua fitur ini dalam halaman berbeda. Pesan yang akan menghilang dalam kurun waktu tertentu diluncurkan pada fitur Direct Messages tahun lalu, dengan tab khusus untuk Stories berdampingan dengan tab Direct.

Pengguna masih dapat menemukan tab Direct dengan mengusap halaman utama aplikasi Instagram dari arah kanan ke kiri. Pada tab Direct tersebut, terdapat tombol kamera biru baru pada bar pesan di bagian bawah tab.

Pengguna mengetuk percakapan yang tersedia untuk melanjutkan percakapan atau menciptakan percakapan baru, dan kemudian mengirimkan foto, video yang akan menghilang, atau pesan teks permanen. Pesan yang akan menghilang akan ditandai dengan warna biru pada inbox, guna memberitahukan pengguna isi pesan tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 + eleven =