Netizen Update 8 November 2014
Netizen , November 10, 2014, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja : Netizen Update

Hey, Intelektual Muda! Ini dia beberapa info ter up to date yang bisa kamu dapetin di Netizen Update edisi tanggal 8 November 2014 kemaren.

1. Avenged Sevenfold Punya Hutang Sama Jakarta

AV7

Group Rock asal Amerika Serikat, Avenged Sevenfold kabarnya akan kembali menggelar konser di Indonesia 18 Januari 2015 nanti. Terakhir kali mereka datang ke Indonesia tanggal 22 Oktober 2008.Selain Jakarta, mereka juga bakal mampir ke  Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Tapi yang menarik adalah katanya Avenged Sevenfold punya hutang sama Indonesia. Punya hutang ini karena tahun 2012 di era album Nightmare mereka pernah ngebatalin untuk konser di Indonesia. Nah, gara-gara ini juga nih Avenged Sevenfold bisa dateng lagi ke Indonesia. Sampai sekarang pun mereka sudah punya enam album, mulai Sounding the Seventh Trumpet (2001), Waking The Fallen (2003), City of Evil (2005), Avenged Sevenfold (2007), Nightmare (2010), hingga Hail To The King (2013). Buat penggemar Avenged Sevenfold, siap-siap Januari nanti ya!

2. Endank Soekamti Release Album Baru

Endank Soekamti

Band Trio Pop Punk asal Yogyakarta, Endank Soekamti merilis album baru berjudul Kolaborasoe. Dalam album ini lagu-lagu yang digarap adalah lagu-lagu kolaborasi Endank Soekamti dengan beberapa musisi, seperti Slank, GIGI, Naif, CJR, Pongki Barata, Pure Saturday, Cherrybelle, Dewa 19, Didi Kempot, Kemal Palevi, Jarwo (tokoh serial animasi “Adit Sopo Jorwo”), Es Nanas, dan Tom Kill Jerry. Gak cukup sampai disitu, Endank Soekamti juga akan memutarkan film dokumenter perjalanan Endank Soekamti di Surabaya dan Solo. Film dokumenter ini nantinya akan ada dalam boxset Kolaborasoe, bareng sama CD audio berisi 14 lagu, baju Kolaborasoe edisi terbatas, cincin spesial, buku Aku Kamtis, dan sertifikat kepemilikan boxset. Nah, single yang dipilih keluar pertama adalah single “Luar Biasa” bareng Kemal Palevi, yang juga jadi soundtrack film Tak Kemal Maka Tak Sayang. Good Job!

3. Hubungan Rihanna & Chris Brown

RIhanna

Salah satu penyanyi berkebangsaan Amerika yang berbakat dan punya banyak karya, Rihanna. Ternyata masih merasa berhutang budi loh sama mantan kekasihnya, Chris Brown. Karena baginya, Chris Brown ini sudah mengajarkan tentang kerendahan hati.  Menurut FemaleFirst, dari banyak orang yang hadir dihidupnya rihanna, chris brown adalah salah satu yang selalu bilang ke rihanna untuk selalu rendah hati di puncak karirnya. Dan lagi, rihanna ini kabarnya ngerasa nyesel karna bikin chris brown patah hati. Padahal Chris Brown sudah punya pacar baru. Rihanna ini juga suka ngerasa kesaing dengan pacar baru Chris Brown. Sempat beberapa waktu lalu, Chris Brown menyatakan kalau ingin menikahi pacar barunya ini. Duh, jangan patah hati ya, Jeng Rihanna!

4. Konser Djaduk Ferianto

Djaduk Ferianto, salah satu seniman yang terkenal karena karyanya yang hebat. Kalau ngomongin kang Djaduk ini, gak lepas dari musik Kuaetnika. Kuaetnika itu adalah komunitas musik dan seni yang berdiri tahun 96. Bukan Cuma komunitas musik aja, tapi mereka ini produktif bikin pementasan. Salah satunya adalah Pentas Seni Sketsa Bunyi tanggal 29 Oktober kemarin.

Salah satu pentas yang menghibur dengan aksen budaya mendayu-dayu dan santai. Keren!

5. Film Review : Biografi Steve Jobs

steve jobs

Kali ini ada kabar kelanjutan film yang diambil dari novel biografi steve jobs yang ditulis oleh Walter Isaacson. Kalau sebelumnya ada kabar bahwa Christian Bale akan membintangi film ini, ternyata salah besar lho. Sumber yang mengatakan kepada Hollywood Reporter, sang aktor pemeran Batman di trilogi The Dark Knight itu batal memerankan Steve Jobs di film biografi yang sedang disiapkan sutradara David Fincher. Christian bale merasa ga cocok memerankan peran itu, alasan yang sama dikatakan oleh Leonardo Dicaprio yang juga menolak untuk memerankan peran sebagai steve jobs. Aaron Sorkin sebagai penulis skenario menyatakan juga bahwa Sony Pictures akan tetap melakukan shotingnya tahun ini. Huffington Postjuga menulis nama-nama lain yang digosipkan bakal memerankan Steve Jobs seperti Bradley Cooper, Ben Affleck dan Matt Damon. Penasaran kan? Kita Tunggu ya…

6. Book review: The Giver karya Lois Lowry

The Giver

Salah satu novel karya Lois Lowry yang sudah diangkat ke layar lebar yaitu The Giver ini bisa jadi referensi bacaan kamu loh. Novel ini bercerita tentang Kehidupan pemuda bernama Jonas yang selalu teratur.  Dia hidup di dunia yang semuanya berjalan dengan lancar dan aman. Kenapa begitu? Ini Karna pemikiran yang terlalu jauh dari para pendahulunya yang memutuskan untuk hidup dengan cara begitu. Membuat kesamaan, mempermudah segala sesuatu bagi semua orang. Tapi ya namanya juga hidup, hidup kan terdiri dari masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Untyk itulah, diilih seseorang untuk Penerima, yang menanggung ingatan masa lalu di seluruh dunia baik yang menyenangkan pun yang menyakitkan. Hingga akhirnya tibalah satu moment bernama Dua Belas. Dua belas adalah upacara yang bertujuan untuk menetapkam kehidupan yang akan datang. Dan ternyata Jonas adalah the next penerima atau the giver. Nah ceritapun dimulai.
Semakin banyak tau tentang sejarah, membuat Jonas merasa menjadi korban keegoisan Komunitasnya, Jonas muak dan ingin perubahan. Gimana akhirnya ya? Kalo penasaran, silakan baca bukunya!

7. Technewlogy : peran teknologi yang makin luas

GCHQ

Peran teknologi yang makin luas diperkuat dengan adanya akses internet ternyata membuat beberapa pihak kuatir, salah satunya Badan keamanan dan intelijen Inggris, Government Communications Headquarters (GCHQ). GCHQ meyakini bahwa para teroris menggunakan media sosial seperti Twitter, WhatsApp, dan YouTube untuk perekrut para teroris untuk menjadi anggotanya. Saking pentingnya masalah ini, Direktur GCHQ, Robert Hannigan, bahkan menghimbau ke perusahaan, seperti Google, Facebook, Twitter, dan Microsoft untuk lebih bekerjasama kepada badan intelijen seperti GCHQ. Walaupun sih ya, Hannigan menyadari bahwa perusahaan-perusahaan teknologi biasnaya lebih milih netral dan ga berpihak pada satu isu tertentu. Jadi agak susah meminta mereka untuk bekerjasama.

Apalagi banyak perusahaan-perusaan yang tidak bersedia untuk memberikan data-data pentingnya kepada badan keamaan dan inteligen. Padahal nih, teknologi mobile dan smartphone seperti enkripsi pesan dan anonim, banyak dipilih untuk teroris dalam melakukan serangan.

Kalau udah gini, kita harus waspada dan hati-hati ya sama informasi yang masuk. Be Smart!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − 7 =