Pendidikan Agama Masih Berkutat Dogmatis
News , August 3, 2012, admin

Campus Reporting News, 3 Agustus 2012

Agama merupakan entitas sensitif yang dapat memicu konflik social, ketika gagal dipahami dan dilaksanakan secara tepat. Sekolah sebagai lembaga pendidikan, yang diharapkan mampu memberikan pemahaman sikap keberagamaan peserta didik, saat ini masih berkutat pada masalah-masalah yang dogmatis dan formalistic. Padahal sesungguhnya, masyarakat yang bersifat plural dalam agama dan budayanya, membutuhkan suatu corak pendidikan agama yang dapat meminimalisir, sampai dengan menghilangkan potensi konflik sosial yang timbul karena perbedaan agama. Demikian disampaikan Dosen STAIN Ternate, Drs. M. Tahir Sapsuha, M.Ag saat mempertahankan disertasinya untuk meraih gelar doctor di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dikemukakan Tahir, Proses  Pembelajaran agama yang berlangsung masih bersifat linier dan eksklusif dan kurang memberi penghargaan pemeluk agama lain. Pengetahuan mengenai iman, ibadah, sejarah gereja dan iman Kristen, sangat potensial memunculkan truth clain atau klain kebenaran agama masing-masing. Pembelajaran materi mengenai akhlak  dan atika agama dalam agama Islam dan Kristen, belum menyentuh pada upaya pemahaman etika yang bisa diterapkan dalam masyarakat yang multicultural. Pendidikan agama yang inklisif dan linier seperti ini, maka wajah agama-agama kelihatan tidak ramah, tidak toleran dan umat akan mudah terprovokasi, akibat pemahan agama yang saklek. Berpijak pada implementasi pendidikan agama di Maluku Utara, hendaknya ada pembenahan kurikulum pendidikan agama dalam wilayah masyarakat yang sangat plural dari segi agama, suku, bahasa dan budaya, agar nilai-nilai agama dapat mewujudkan terciptanya kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis, di tengah suasana yang plural di negeri ini. Untuk itulah, seperti dikemukakan Tahir, pelaksanaan pendidikan agama perlu didesain lagi secara cerdas dan rasional. Yaitu dengan melakukan perubahan paradigma pendidikan agama eksklusif, ke arah pendidik agama multicultural.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × one =