Perkuat Bahasa Arab, PBA UMY Gelar KKN Internasional
News , December 7, 2017, Unisi Radio

 

Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar Kuliah Kerja Langsung (KKL) Internasional untuk pertama kalinya pada 5 hingga 10 Desember 2017 di universitas Malaysia dan Singapura. Program perdana ini bertujuan memberikan wawasan internasional kepada mahasiswa PBA UMY.

Kepala Prodi PBA UMY Talqis Nurdianto menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mitra universitas yang sudah memiliki kerja sama dengan UMY. Antara lain, Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Universiti Teknologi Mara (UiTM) dan Muhammadiyah Islamic College Singapore (MICS).

“Agar kerja sama yang terjalin dapat lebih fokus dan intensif dengan fakultas yang ada di sana,” terangnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Senin (4/12).

Mahasiswa yang terlibat akan menjalankan aktivitas seperti mempresentasikan penelitian dalam bahasa Arab, dialog kemahasiswaan, dan juga kegiatan non-formal yang dapat membantu meningkatkan kemampuan mahasiswa PBA UMY dalam berbahasa Arab.

Menurutnya, KKL itu akan memberikan nilai tambah bagi mahasiswa yaitu Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), bahwa mahasiswa PBA UMY memiliki wawasan internasional. Kegiatan KKL juga diisi dengan pelatihan pendidikan bahasa Arab, seperti pelatihan metodologi penelitian bahasa Arab pada dosen USIM.

“Rata-rata, mahasiswa angkatan 2014 yang saat ini sedang menjalani semester tujuh. Untuk pembiayaan, sudah dibebankan dalam SPP sehingga mahasiswa tidak perlu terbebani dengan biaya yang besar ketika akan berangkat,” kata dia.

Idealnya, lanjut dia, program KKL dapat menjadi rutinitas tahunan untuk PBA UMY. Karena sebagai pembeda yang dimiliki UMY dari prodi PBA lainnya, sehingga dapat menjadi daya tarik sendiri untuk calon mahasiswa. KKL tersebut juga berfungsi sebagai evaluasi bagi PBA UMY agar terus meningkatkan kinerja dan kualitas internal prodi.

Ia berharap mahasiswa dapat memiliki wawasan internasional, oleh sebab itu pihaknya menjadikan program keluar negeri sebagai syarat kelulusan. “Tidak harus ke Malaysia, kita juga berhubungan baik dengan Suez Canal University di Mesir, Ez-Zitouna University di Tunisia. Agar bahasa Arab ini dapat menjadi sarana komunikasi internasional,” ungkapnya.

harianjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − nine =