Power Rangers: Bukan Sekedar Aksi Heroik
Latar , April 1, 2017, Unisi Radio

Sekelompok supehero yang populer serial TV-nya di tahun ’90-an, “Power Rangers”, kini diangkat lagi ke layar lebar.

Sebelumnya, Power Rangers pernah dibuat versi film-nya pada tahun 1995, menggawangi serial yang berjalan saat itu, “Power Rangers Mighty Morphin”. Versi yang dirilis tahun ini sebenarnya juga mengangkat karakter angkatan Power Rangers Mighty Morphin. Namun, storyline-nya dibuat berbeda dan lebih detail. Jika pada film yang dibuat tahun 1995 dulu hanya menceritakan Power Rangers melawan sekelompok besar monster jahat yang menyerang bumi, pada versi baru ini dijelaskan sejak awal bagaimana Power Rangers terbentuk.

Power Rangers awalnya adalah sebuah tim beranggotakan 5 alien yang berusaha menjaga keberadaan Kristal Zeo dari incaran Rita Repulsa (Elizabeth Banks), seorang mantan Ranger yang mengkhianati timnya. Perseteruan ini terjadi pada 65 juta tahun yang lalu, atau tepatnya pada masa dinosaurus masih hidup di bumi ini. Sesudah keempat Ranger lainnya berguguran, Zordon (Bryan Cranston), Sang Ranger Merah yang merupakan pemimpin Power Rangers, akhirnya mengubur kelima koin Rangers dan mengorbankan dirinya untuk menghentikan Rita. Akhirnya, Rita pun terhempas ke dasar lautan sedangkan Alpha 5, sebuah human-robot asisten Power Rangers, menyimpan nyawa Zordon untuk dihadirkan kembali di kemudian hari, saat para Rangers baru terpilih.

Terpilihlah lima remaja SMA dari kota Angel Grove, yaitu Jason Scott (Dacre Montgomery), Kimberly Hart (Naomi Scott), Billy Cranston (RJ Cyler), Trini Kwan (Becky G), dan Zack Taylor (Ludi Lin). Jason, Kimberly, dan Billy dipertemukan di kelas detensi. Billy yang menjadi sasaran bullying mendapat perlindungan dari Jason. Billy pun mengajak Jason menemaninya untuk mengungkap penemuan di tambang Angel Grove yang pernah ditelusuri oleh mendiang ayah Billy. Di saat bersamaan, mereka bertemu dengan Zack yang bekerja di tambang, Trini yang menjadikan area tambang sebagai tempat bermeditasi, dan juga Kim yang sedang meluangkan waktu di dekat tambang.

Mereka pun menemukan 5 koin yang dikubur Zordon berjuta-juta tahun yang lalu. Hal-hal aneh mulai terjadi pada mereka sampai akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke tambang tempat mereka menemukan koin-koin itu. Mereka menemukan jalan yang akhirnya menuntun mereka sampai ke kapal ruang angkasa peninggalan Zordon dan timnya. Mereka pun bertemu dengan Alpha 5 dan menemukan takdir mereka sebagai Power Rangers. Zordon yang dihadirkan kembali oleh Alpha 5 dalam bentuk digital memberitahu mereka tentang Rita yang akan menghancurkan dunia. Dalam waktu kurang dari 2 minggu pun kelima remaja ini harus berlatih mati-matian di bawah pengawasan Alpha 5.

Jika pada film-film dan serial Power Rangers sebelumnya hanya menunjukkan aksi heroik para Rangers, pada film kali ini, Dean Israelite, sang Sutradara menampilkan sisi personal tiap Rangers. Mulai dari Jason yang merupakan quarterback andalan sekolah yang menjadi tahanan rumah, hingga permasalahan yang terjadi dalam tiap keluarga mereka masing-masing. Adanya pengeksploran karakter ini membuat film ini berkesan lebih manusiawi. Bahkan menunjukkan bahwa superhero pun hanya manusia biasa yang setiap harinya juga mempunyai masalah personal dengan orang-orang terdekat mereka, apalagi di usia remaja atau masa puber yang biasanya menjadi masa seseorang mulai menghadapi masalah dalam hidup.

Selain itu, film ini memperlihatkan proses teamwork yang terlihat cukup wajar dalam menggambarkan masa-masa penggodokan para Rangers untuk menjadi tim yang solid. Film ini juga tidak luput dalam menghadirkan detail-detail dalam keseharian para Rangers. Mulai dari properti hingga setting tempat yang cukup masuk akal untuk ukuran zaman sekarang. Penonton tidak akan merasa ada hal yang terlalu dibuat-buat atau berkesan kurang riil. Hanya mungkin ada satu dua detail yang terluput seperti kondisi baju yang semestinya basah setelah dipakai berenang, tapi ditampilkan kering total. Meskipun begitu, hal-hal kecil ini tertutup oleh adanya adegan-adegan yang cukup melibatkan sisi emosional penonton. Penonton tidak dibiarkan menebak dengan mudah tahapan yang terjadi dalam film ini. Seperti saat pembentukan megazord dari zord masing-masing Ranger yang dinanti-nanti dan akhirnya terbentuk dengan cara yang di luar dugaan.

Banyak perubahan-perubahan baru yang dimunculkan dalam versi terbaru ini. Mulai dari pemilihan peran untuk karakter-karakternya yang berbeda jauh dari sebelumnya dan lebih beragam, inovasi baru pada bahan kostum yang tidak lagi dari latex melainkan menggunakan armor ala Iron Man, sampai bentuk zord dan megazord yang dimodifikasi. Bahkan cara para Rangers berubah menjadi Power Rangers dengan kostum lengkap mereka tidak lagi melibatkan koin Rangers mereka masing-masing. Namun, tidak berarti perubahan-perubahan ini mengecewakan, malahan memberikan kesan fresh yang mengagumkan.

Banyak spekulasi muncul bahwa film ini akan dilanjutkan sekuelnya, mengingat adanya adegan post-credit dimana guru kelas detensi memanggil nama seorang murid yang namanya adalah nama yang sudah pasti dikenal semua orang yang mengikuti serial Power Rangers sejak tahun’90-an dulu. Untuk itu, bisa diperkirakan film sekuelnya mendatang akan menghadirkan lebih banyak lagi kejutan dan inovasi baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × one =