Preman Pensiun
Latar , January 22, 2019, Unisi Radio

 

 

Preman Pensiun menceritakan sejumlah preman yang memutuskan untuk berhenti alias pensiun menjadi preman.

Dalam sinteron, Preman pensiun menceritakan tentang seorang preman bernama Bahar (diperankan alm. Didi Petet) yang memutuskan berhenti menjadi preman setelah istrinya meninggal.

Keputusan ini tak bisa diterima oleh Muslihat, seorang preman yang merupakan tangan kanan Bahar.

Namun Muslihat pun memutuskan untuk memanfaatkan hal ini dan mengambil alih kekuasaan milik Bahar.

Setelah menggantikan Bahar, kehidupan Muslihat pun berubah menjadi jauh lebih baik dan makmur.

Sinetron Preman Pensiun tayang di televisi selama 3 season, pada season ketiga, Muslihat memutuskan untuk pensiun dari dunia preman.

Tadinya, kisah tersebut berhenti di session ketiga Preman Pensiun.

Bahkan sutradara sekaligus penulis skenario Preman Pensiun Aris Nugraha menyebut cerita sinetron itu sudah habis.

Namun setelah berdiskusi, sang sutradara sepakat untuk mengangkat Preman Pensiun ke layar lebar.

Bukan reborn, melainkan lanjutan cerita.

“Di film, mereka benar-benar pensiun (jadi preman). Sesuai dengan arti harfiahnya Preman Pensiun. Ketika pensiun mereka seperti apa. Selanjutnya, silahkan menontonnya,” ungkapnya.

Proses syuting film ini, sambung Miftah, berlangsung April-Mei 2018, selama 21 hari.

Sebelumnya para aktor mengikuti proses pra produksi dengan ikut karantina.

“Sinetronnya sudah vakum 3 tahun, jadi harus membalikkan karakter lagi. Apalagi ini film, prosesnya ga instan, ada detail-detailnya,” tuturnya dikutip dari Kompas.com.

Meski mengambil set di Bandung, namun materi, konten, dan suasana dibawa ke masyarakat Indonesia.

Itulah mengapa film ini cocok untuk ditonton masyarakat Indonesia.

“Ceritanya dijamin menarik. Film ini bukan yang keras banget. Film ini lucu, banyak pesan positif, cocok ditonton keluarga,” ucapnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − seven =