Prodi MM UMY Gelar Talkshow MEA
News , September 1, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Campus Reporting News

umy (1)

Program Magister Manajemen UMY  menggelar talkshow dalam rangka Gathering Alumni dan mahasiswa MM UMY, beberapa waktu lalu di Gedung Pasca Sarjana Ruang Study Hall Lantai 4 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Acara mengambil tema “Menyambut Persaingan Terbuka di Asean dengan Pembentukan Organisasi Bisnis yang Berdaya Saing Global”. Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut adalah Prof. Dr. Heru Kurnianto Tjahyono, Drs. Untung Sujaryadi, MM. dan Afrig Wasiso,, MBA.

Kepala Dinas Sosial DIY, Drs. Untung Sukaryadi, MM., saat menyampaikan materi mengurai panjang lebar sejarah kemunculan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan tantangannya. “Masyarakat Ekonomi ASEAN berawal dari komitmen bersama para pemimpin ASEAN yang dikenal sebagai Bali Concord II yang ditandatangani di Bali, Oktober 2003. Saat itu negara-negara ASEAN sepakat untuk membentuk komunitas pengamanan bersama dibidang ekonomi, politik dan sosial budaya,” kata Drs. Untung Sukaryadi, MM. “Dibidang  ranah ekonomi negara-negara ASEAN ingin membentuk pasar berasama. Sebenarnya, potensi pasar negara-negara ASEAN itu luar biasa hanya saja sejauh ini belum dikolaborasikan,” tambah Drs. Untung Sukaryadi, MM.

Pembicara kedua, Prof. Dr. Heru Kurnianto Tjahyono antara lain mengungkapkan tentang ketidaksiapan Indonesia dalam menghadapi MEA. “Penelitian yang dilakukan Boston Consulting Group menyimpulkan bahwa Indonesia merasa belum siap menghadapi MEA,” kata Prof. Dr. Heru Kurnianto Tjahyono. “Menurut saya, ketika mengatakan siap atau tidak siap itu adalah masalah mental atau attitude,” tambah Prof. Dr. Heru Kurnianto Tjahyono.

Menurut Prof. Dr. Heru Kurnianto Tjahyono, pemerintah saat ini mendorong dunia pendidikan untuk membangun kompetensi. “Kalau bicara masalah kopetensi maka didalamnya terdapat pengetahuan, ketrampilan (skill) dan sikap (attitude),” kata Ketua Program Magister Management UMY ini. “Hari ini hampir tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur. Karena, bersyukur adalah bagian dari kompetensi itu sendiri,” kata Prof. Dr. Heru Kurnianto Tjahyono.

Sementara Afrig Wasiso, MBA., CEO Cover Super dan Inspira Books, banyak mengurai pengalaman bisnisnya. “Saat pertama membuka usaha saya hanya merekrut orang yang terbaik karakternya. Karena pada dasarnya karakter orang tidak berubah sepanjang hidupnya,” kata Afrig Wasiso, MBA. “Strategi kedua dalam membangun bisnis yang memiliki daya saing globl adalah menciptakan budaya (culture) dalam perusahaan,” jelas lulusan S1 Universitas Indonesia ini. “

krjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 4 =