History
July 23, 2011, admin

Radio ini sebenarnya ada sejak 1969 dengan nama CBS – Campus Broadcasting Station, diprakarsai para mahasiswa Universitas Islam Indonesia atas pemikiran sesepuh Bpk. Khahar Muzakir. Memanfaatkan ruang sempit dipojok kampus di jalan Cik Ditiro 1, para broadcaster menyiarkan siarannya disela-sela kesibukan kuliah. Meski siaran dilakukan disela perkuliahan, radio dengan gaya anak muda ini dan menempati chanel SW-119 meter, mendapat respon dan simpati anak Jogja.

Tahun 197, pemerintah mengatur penyelenggaraan siaran radio melalui Peraturan Pemerintah No: 55 Tahun 1970. Berbagai persyaratan menjadikan CBS harus menutup sementara aktivitasnya sambil berbenah diri. Tepat 20 Mei 1975, CBS reinkarnasi menjadi sebuah badan hukum penyiaran: PT.Radio Prima Unisi Yogya sebagai dipersyaratkan dalam pendirian radio siaran. Tercatat dua nama besar lolosnya ijin siaran radio adalah almarhum GBPH. Prabuningrat (kakanda Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang juga Rektor UII) dan almarhum Bapak Soendoro (jurnalis, dosen UGM, Pengurus Harian BW UII). Mendapatkan chanel MW 645 KHz dan panggilan PM5BMC (call sign) yang selanjutnya menempati 648 KHz. Unisi membangun misi sebagai media : Pengembangan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, Budaya dan Religi. Sejak itu pula radio dikelola secara professional. Dan Bapak Soendoro ditetapkan sebagai Direktur Utama Radio Unisi serta GBPH.Prabuningrat dan Bapak Drs.Budi Sudjijono (mewakili pendiri) sebagai Komisaris.

Gaya muda dinamis menjadi ciri program dan kegiatannya on air maupun off airnya. Panggung rock besar pertama kali di Jogja digarap Unisi (God Bless Show  -1977).  Sukses pentas gila ini, beruntun pentas-pentas besar lain ditangani, mulai panggung jazz (Krakatau Band), hingga musik Arcid Speed bergaya Rolling Stone diusungnya diatas panggung.

Program siaran menjadi panutan anak muda Jogja,  musiknya menjadi catatan penting sejarah radio di Indonesia, Remember The Beatles acara yang disiarkan rutin setiap minggu jam 05.00-07.00,  mengilhami terbentuknya Communitas The Beatles di Indonesia. Program ungulan tercatat diantaranya ULC-Unisi Listeners Choice, sampai guyonan ala mahasiswa KOTAK 41.

Aturan Pemerintah memaksa Unisi boyong dari Jalan.Cikditiro 1 ke jalan Pasarkembang 41 (Tahun 1982). Ditempat baru ini ternyata menjadikan para broadcaster Unisi lebih leluasa mengembangkan siarannya. Contemporary Hit Radio menjadi pilihan format station Unisi, mengusung hampir 75% musik barat hits dipilih sesuai dengan target audience-nya. Selain mengandalkan pilihan lagu-lagu hit program siaran dipadu dengan berbagai talk show : Lingkaran Mahasiswa, Dunia Pendidikan hingga Sex Remaja. Untuk mewadahi kegiatan off air dibentuklan Dionisi Family (wadah fans dan simpatisan Unisi), dan dikembangkanlah berbagai kegiatan mulai Seminar Sex untuk Remaja  sampai Lomba melukis Becak disamping panggung musik rutin digarap. Untuk menyapa pendengarnya, Unisi menyapa dengan Wira Muda (anak muda yang perwira=satria) dengan slogan Dimensi Baru Musik dan Warta. Untuk menjalin hubungan radio dengan pendengar dan mitra periklanan, Unisi menterbitkan secara rutin Bulletin Radio Unisi awal bulan dibagikan secara gratis dikampus- sekolah maupun tempat kumpul anak muda.

Awal Tahun 1992 Unisi uji coba siaran difrekquensi FM, dan enam bulan kemudian menetapkan 104,75 FM menjadi chanel tetap dan mendapatkan call sign PM5FIR dari ITU. Untuk memberikan nilai tambah bagi audiencenya, Unisi melengkapi program siaran dengan talk show dan news. Meski secara tegas Pemerintah melarang radio swasta untuk berberita, namun Unisi secara “kucing-kucingan” melakukan reportase dan pembuatan berita sendiri. Kegiatan terlalu berani ini nampaknya merupakan yang pertama dilakukan radio di Jogya, mungkin di negeri ini. Untuk menggarap berita, Unisi menambah armada khusus dijajaran reportase. Perpindahan ke FM membawa perubahan pada format station, kalau sebelumnya Unisi lebih banyak menggarap audience remaja-mahasiswa, mulai tahun tersebut dilebarkan kependengar dewasa. Middle Of The Road format yang dipilih untuk segment pendengarnya, dan “Eksekutif dan Intelektual Muda” menjadi sapaan bagi mereka,slogan-pun ditetapkan “The Exciting Radio’.

Reportase / berita serta analisi politik (Analisis Amien Rais) yang tajam, Special Guest dan berbagai acara lain mendapat sambutan positif pendengar. Namun kegiatan ini bukan tanpa resiko, peringatan/tegoran dari Dep.Penerangan / Badan Pembina Radio Siaran Non Pemerintah (BPRSNP) selalu dilayangkan ke Unisi. Puncaknya Unisi harus menjadi berita dunia akibat berani bicara suksesi kepemimpinan Suharto ditahun 1995 (Kasus Permadi). Untuk meningkatkan program siaran, Unisi membangun jaringan dengan Radio Australia dan Radio Trijaya Network baik melalui pengiriman kaset  (tunda) maupun siaran langsung via satelit.

Reformasi ditahun 1998 membawa perubahan bagi radio swasta di Indonesia, kebebasan berekpresi dan menuangkan informasi terbuka mendapat kesempatan yang luas. Unisi mendapat kepercayaan berbagai kalangan untuk mengawal tegaknya pesta demokrasi di Indonesia. Menggandeng berbagai NGO local dan dunia seperti FNS- Friedrick NaumannStiftung (Jerman), Internews International, BBC Inggris, Ford Fundation, KBR 68H, PRSSNI dan berbagai Perguruan Tinggi. Unisi membangun pendidikan demokrasi bagi reporternya dan radio-radio lain di Jogya dan Jawa  Tengah. Pelatihan Peliputan Pemilu diselenggarakan tahun 1999 di Hotel Mendut bersama Radio Jerman, Ditahun yang sama menggandeng BBC – London melakukan pelatihan di Hotel Santika. Kemudian pada tahun 2000 bersama FNS menyelenggarakan Seminar Politik dan Radio di Hotel Radison.

Untuk memberikan wadah inspirasi masyarakat menuangkan pikiran, Unisi ditantang untuk memprakarsai berdirinya radio Komunitas di desa-desa dan Perguruan Tinggi di DIY-Jawa Tengah. Menggandeng berbagai lembaga swadaya masyarakat berdirilah beberapa radio komunitas,  lebih dari 50 wakil radio komunitas mengikuti pelatihan selama 3 hari di Hotel Mercure. Debat Peserta Pemilu, Kampanye hingga Reportase Pemilu, menjadi berita utama Unisi dipemilu tahun 1999. Tahun inilah Unisi menyatakan sebagai radio musik dan berita dengan slogan “Dimensi Baru Musik dan Warta”.  Untuk melengkapi berita, Unisi membangun kerjasama dengan mitra Radio BBC Inggris dan ABC Australia (untuk berita internasional) dan KBR 68 H (untuk berita nasional) melalui jaringan satelit.

Kepedulian Unisi dalam masyarakat diujutkan melalui berbagai kegiatan social, seperti mengajak masyarakat dalam dalam kegiatan rochani, membina para pengemudi becak untuk berkomunitas sampai penyelenggaraan pelatihan-pelatihan.  Gempa Jogya ditahun 2006 mengetuk Unisi untuk mengajak berbagai patner peduli para korbn gempa, berbagai bantuan dari BBC, ABC, KBR 68H, Lembaga-lembaga Swadaya Asing, Perguruan Tinggi diberbagai kota mengalir. Mulai obat-obatan, tenda, lampu, alat pertukangan, makanan hingga pesawat radio penerima disalurkan kemasyarakat.

Untuk mengembangkan kegiatan siaran dan bisnis, awal 2007 radio Unisi memindahkan studio dan kantor Jl.Pasarkembang 41 ke Jl.Demangan Baru 24. Pemindahan ini banyak pertimbangan, selain tempat yang lebih representative, studio baru ini lebih memberikan kemudahan untuk aktivitas kegiatan off air.

Tantangan klien terhadap radio agar mampu sebagai media activity, membuat Radio Unisi melengkapi devisi operasinal off air – Event Organizer yang menggarap kegiatan darat. Selain itu dilengkapi pula armada Prodoction House yang merancang dan mengakusisi layanan program radio, Traning Center untuk pelatihan, hingga merambah ke Bisnis Centre.

FOTO DIBUANG SAYANG



Program acara mingguan on air “Remember The Beatles” yang ditampilkan secara off air dengan melibatkan pelajar – mahasiswa dan komunitas The Beatles (Oktober 1984) di Gedung Purnabudaya.


Lomba Lukis Becak diikuti pelajar dan mahasiswa dengan melibatkan 100 becak digelar bersama Cat Emco dan Kepolisian Kota Jogja, diselenggarakan di Jalan Malioboro (17 Nopember 1985).


Untuk memberikan pengetahuan positif tentang sex, Unisi menyelenggarakan “Ceramah Sex Remaja”. Antusias Pelajar dan Mahasiswa cukup tinggi terhadap acara ini menjadikan acara digelar secara berseri (tahun 1986-1987 dan 1988).


Geliat musik rock ditahun 80an luar biasa, mengilhami Unisi menggelar pagelaran “Rock Star 88” didukung Bentoel International. Acara yang spektakuler ini menghadirkan Gito Rolis, Niki Astria, Ikang Fawzi, Rico Acid Spead, Atur Kaunang di GOR Kridosono (17 Januari 1988).


Rolling Stones Night adalah program mingguan Unisi yang mengangkat lagu-lagu kelompok legendaris Rolling Stones, Acara on air ini diangkat dalam kegiatan off air dengan melibatkan Rico Jagger, Bandung Rock Power, Nike Ardila, Yossie Luky, Mel Sandy Acid Speed di GOR Kridosono (24 Juli 1988).


Musik siang bolong digelar Unisi untuk memberikan wadah musisi dan apresiasi masyarakat terhadap musik. Acara yang menarik minat masyarakat ini digelar didepan Puro Pakualaman (11 Oktober 1987).