[Review] The Transporter: Refueled
Latar , September 14, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: LATAR

The-Transporter-Refuelled-UK-Quad-Poster-1024x789

Tayang di minggu pertama September, The Transporter Refueled (yang tadinya bernama The Transporter Legacy) resmi memperkenalkan kareakter terbaru Frank Martin yang diperankan oleh Ed Skrein.

Berbeda dengan stereotipe Jason Statham yang gahar dan beringas, Skrein justru tampil tetap necis namun sedikit cute dibandingkan Frank sebelumnya. Oke, mungkin kalau kamu ngikutin film ini dari sekuel pertama ada baiknya jangan terlalu banyak membandingkan Frank versi Statham dengan Frank versi Skrein.

Pada film Si Pengatar Profesional ini digambarkan Frank sebagai mantan seorang tentara yang akhirnya memiliki seorang ayah yang bernama, Martin (Ray Stevenson) — yang juga mantan agen rahasia Inggris–. Meski agak kagok melanjutkan tiga sekuel sebelumnya, makanya Refueled bisa dibilang benar-benar punya cerita yang berbeda.

Sebagai The Transporter, Frank mendapatkan tawaran dari seorang perempuan penghibur bernama, Anna (Loan Chabanol), yang diam-diam sedang melakukan aksi perampok kepada bekas para mucikari sekaligus mafia Russia yang mempekerjakan mereka. Frank yang awalnya menolak terlibat akhirnya terjebak oleh tipu daya Anna dan ketiga rekannya yang menjadikan ayahnya sebagai tawanan.

Satu persatu para mucikari itu pun ditipu mentah-mentah oleh Anna, dan menimbulkan perselisihan yang kompleks di antara mereka semua. Adegan kejar-kejaran yang syarat akan action brutal khas Transporter masih tetap disugukan di film ini. Dipadukan juga dengan efek yang baik, aksi yang memacu adrenalin penonton pun tidak lepas di film ini.

Harus diakui juga andilnya nama-nama seperti Camille Delamarre dan Luc Besson di bangku sutradara serta produser, menjadikan film Refueled bagaikan perpaduan ‘Transporter’ dengan ‘Takken’. Hal itu bisa Yangmuda saksikan sendiri dari peran sentral hubungan ayah dan anak yang dominan, cuma bedanya si anak dan ayahnya sama-sama kuat. “Yah, you know what I mean right?”

Overall, film ini memang belum bisa dibilang cukup apik, minimal dalam segi ketertarikan para kritikus film di Rotten Tomatoes atau pun Metacritic. Tidak heran jika The Transporter Refueled punya nilai jeblok, apalagi peran Skrein yang seharusnya bisa lebih better tanpa harus copy-paste pembawaan serta logat Statham. Tim Yangmudacom sendiri memberikan nilai 2/5 untuk film ini.

Jadi daripada terlalu banyak spoiler silakan kalian tonton langsung film ‘The Transporter Refueled’. Dan yang paling penting, “Jangan terlalu berekspektasi lebih, film ini cukup pada poin menghibur tidak lebih. Happy watching!”

yangmuda.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × five =