Sisipkan Nilai Edukatif, Mahasiswa UII Ciptakan Alat Pencetak Bakso Alfabet
News , September 10, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Campus Reporting News

uii

Mengenalkan huruf-huruf alfabet kepada anak-anak ternyata tidak selalu identik dengan memberi pelajaran klasikal di kelas. Sebab anak-anak dikenal memiliki daya imajinasi tinggi sehingga belajar alfabet yang dikombinasi lewat permainan atau aktifitas sehari-hari pun lebih mudah dicerna oleh mereka. Lantas bagaimana jika mengajari anak-anak huruf alfabet dengan bantuan makanan. Hal inilah yang tengah dibidik oleh sekelompok mahasiswa UII yang kreatif dan inovatif. Sekelompok mahasiswa UII tersebut berhasil menciptakan alat pencetak bakso yang mampu menghasilkan bakso dengan bentuk berbagai huruf alfabet yang menarik. Lewat kreasi ini, mereka ingin menyisipkan nilai edukatif kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan. Tak hanya itu, mereka berharap alat ini juga dapat dimanfaatkan oleh para pengusaha UKM bakso untuk semakin mengembangkan kreativitas dagangannya.

Seperti dipaparkan oleh Wisnu Cahyo Purnomo, mahasiswa Teknik Mesin UII, salah seorang pencetus pembuatan alat ini. Untuk merampungkan pembuatan alat tersebut, ia bekerja bersama empat orang rekannya, yakni masing-masing Ahmad Faza Farkhani, Azzam Firdaus, Riski Suparyanto, dan Febriyanto Dwi Prasetyo. Kelima mahasiswa inilah yang terlibat dalam proses perancangan, pengerjaan, dan penyelesaian alat pencetak bakso alfabet.

Wisnu Cahyo Purnomo mengisahkan awal mula ide untuk membuat alat berawal dari perbincangannya dengan empat pedagang bakso yang menjadi mitra kelompok mereka. “Rata-rata pedagang yang menjadi mitra kami menceritakan mereka sering terkendala susahnya menstandarkan ukuran bakso dagangannya. Dari sinilah kami terpantik untuk membuat alat cetak bakso yang praktis dan aplikatif bagi pengusaha UKM bakso”, kisahnya.

ImageNamun dalam perkembangannya, muncul ide baru untuk menambahkan inovasi berupa cetakan huruf alfabet yang dapat diganti-ganti. Cetakan yang terbuat dari bahan akrilik ini dapat dipasang di alat pencetak untuk menghasilkan bakso berbentuk alfabet. “Di samping memiliki nilai edukatif yang bermanfaat, hal ini dapat menjadi inovasi menarik yang bernilai jual bagi para pedagang bakso, khususnya pedagang yang menjual dagangannya di sekolah-sekolah”, tutur Wisnu. Cetakan alfabet dikerjakan dengan metode cutting laser sehingga menghasilkan presisi tinggi.

Proses pengerjaan alat sendiri memakan waktu selama empat bulan dan dikerjakan seluruhnya di laboratorium Fakultas Teknologi Industri UII. Biaya pembuatan sebuah alat menurut Wisnu memakan biaya sekitar Rp. 400.000. Saat ini, keempat alat yang berhasil dirampungkannya telah diserahkan kepada pedagang bakso yang menjadi mitra kelompoknya. “Alhamdulillah rekan-rekan pedagang bakso menyambut positif upaya kami, ke depan kami juga akan menjaring evaluasi dan masukan dari mereka tentang apa saja yang dirasa masih belum sempurna dari alat ini”, pungkasnya.

uii.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − 5 =