The Boss Baby : Indahnya Cinta dalam Keluarga
Latar , April 10, 2017, Unisi Radio

Dreamworks kembali menyuguhkan film animasi bertema keluarga: The Boss Baby. Kali ini, penonton diajak berimajinasi dengan kehadiran seorang bayi yang tidak biasa di sebuah keluarga kecil yang normal.

Keluarga Templeton merupakan keluarga kecil yang terdiri dari pasangan suami istri Templeton beserta anak semata wayangnya, Tim (Miles Bakshi). Kehidupan Tim selama hampir 7 tahun sebagai anak tunggal, dimana semua perhatian dan kasih sayang orangtuanya hanya dicurahkan kepadanya, tiba-tiba dikacaukan oleh kehadiran seorang bayi yang berpenampilan seperti bos kantoran. Tim sudah mencurigai kehadiran bayi tersebut sejak awal. Ia mencoba meyakinkan kedua orangtuanya bahwa bayi tersebut bukanlah bayi normal. Namun, segala usahanya sia-sia. Tanpa sengaja, suatu malam Tim menemukan sang bayi ternyata bisa berbicara seperti orang dewasa dan ia seperti agen mata-mata sebuah perusahaan. Tim pun berusaha mengumpulkan bukti untuk ditunjukkan pada orangtuanya.

Namun, bukannya berhasil, ia dan si bayi malah menyebabkan kekacauan di rumah sampai akhirnya Tim dihukum dan diharuskan mengakrabkan diri dengan si bayi. Akhirnya, si bayi yang bernama Boss Baby (Alec Baldwin) ini pun membongkar seluruh kedoknya dan menceritakan pada Tim tentang Baby Corps, tempat ia bekerja. Boss Baby ternyata berada di keluarga Tim untuk menyelidiki Puppy Co., sebuah perusahaan yang mengembangbiakkan anak anjing untuk dipelihara. Orangtua Tim bekerja untuk Puppy Co. dan menjadi dua orang terpercaya Francis Francis  (Steve Buscemi), CEO Puppy Co. Penyelidikan ini dilakukan oleh karena data di Baby Corps menyatakan bahwa cinta keluarga di dunia kini sudah didominasi untuk hewan peliharaan berupa anak anjing dan bayi-bayi di seluruh dunia terancam tidak mendapatkan kasih sayang tulus lagi dari keluarga mereka.

Meskipun Boss Baby tidak pernah terlahir sebagai anak dari sebuah keluarga dan membuatnya tidak pernah merasakan kasih sayang keluarga, tapi Boss Baby ingin mempertahankan kasih sayang yang didapatkan seluruh bayi di dunia. Akhirnya, Tim dan Boss Baby pun berdamai dan bekerjasama dengan tujuan jika Boss Baby berhasil menyelesaikan misinya, ia akan kembali ke Baby Corps dan Tim tidak perlu lagi berbagi kasih sayang orangtuanya dengan Boss Baby. Namun, ternyata teamwork yang dijalankan membuat rasa sayang persaudaraan di antara keduanya tumbuh. Mereka pun menghadapi gejolak emosi tersendiri seusai berhasil menamatkan misi Boss Baby.

Dreamworks memang tidak pernah gagal membangun emosi kekeluargaan lewat film-film animasinya. Sebagai kreator film animasi, Dreamworks juga semakin tidak tanggung-tanggung memainkan imajinasi dalam film garapannya. Namun, kali ini Dreamworks menyatukan antara imajinasi ‘normal’ anak kecil seumuran Tim Templeton dengan kemampuan penyajian animasi yang membuat penonton akan merasakan keindahan imajinasi masa kecil.

Dengan menyajikan nilai-nilai tentang teamwork, kekeluargaan, dan perjuangan dengan penuh tekad, film ini menjadi tidak berkesan terlalu kekanak-kanakan untuk ditonton oleh orang dewasa. Malahan memberi pelajaran lebih dalam menjadi orang dewasa. Secara keseluruhan, cerita yang disajikan memang tidak kompleks, meskipun tidak juga berkesan cheesy. Animasi yang ditampilkan juga tidak rumit karena jalan ceritanya seputar kehidupan keluarga. Sekali lagi, Dreamworks menyampaikan pesan kekeluargaan yang baik melalui penyajian animasi yang simple tetapi melekat pada kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 + 1 =