UAD Gelar Program Pengenalan Kampus, Topi Diganti Kopiah
News , September 2, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Campus Reporting News

uad

Universitas Ahmad Dahlan menggelar acara Program Pengenalan Kampus (P2K) tahun 2015. Tahun ini panitia melakukan penghapusan atribut topi dan menggantikannya dengan kopiah. Hal ini dimaksudkan supaya lebih berkarakter dan memiliki ciri khas sebagai kampus yang berbasis Islam.

Ketua Panitia Pusat P2K Faisal Ramdani menjelaskan bahwa yang terpenting dalam P2K ini adalah “servis”, yakni memberikan layanan yang optimal dan menyenangkan para peserta untuk memperkenalkan UAD. Ibarat berkunjung ke rumah, peserta P2K adalah tamu yang harus dilayani.

“Kami tidak ingin ada perploncoan dan hanya mengenalkan kampus saja. Penggantian topi juga menjadi salah satu bentuk menekankan ciri khas kampus ini bukan perpeloncoan,” kata Faisal yang menjelaskan tema P2K kali ini adalah “Bersama UAD Kita Bangun Jiwa Kewirausahaan untuk Menghadapi Tantangan Global”.

Ketua Panitia Pusat P2K UAD Triantoro Safaria mengatakan, pelaksanaan P2K di UAD bukan ajang balas dendam atau perploncoan. Karenanya, semua panitia P2K, termasuk panitia mahasiswa menghilangkan semua atribut yang berbau perploncoan.

“Kita belajar dengan cara yang ‘dewasa’. Dengan membentuk jiwa wirausaha sejak awal, calon mahasiswa diharapkan benar-benar mampu bersaing di dunia kerja dan juga mampu menciptakan peluang kerja,” kata Triantoro.

Rektor UAD Kasiyarno mengatakan saat ini ada 131 mahasiswa asing yang kuliah di UAD ini berasal dari China sebanyak 98 mahasiwa, 13 mahasiswa Thailand, 7 dari Malaysia, satu dari Yaman, tiga mahasiswa dari Kamboja, satu mahasiswa dari Timor Leste dan delapan mahasiswa dari Tajikistan, Korea Selatan, Uzbekistan serta Ukraina.

“Mereka juga ikut P2K. Kami berharap heterogenitas asal daerah dan negara asal mahasiswa UAD ini akan membawa banyak manfaat bukan hanya bagi universitas tapi juga bagi mahasiswa,” ujar Kasiyarno.

Rektor melanjutkan banyak mahasiswa asing memberikan peluang terjadinya pergaulan internasional bagi mahasiswa asal Indonesia. Pasalnya semua mahasiswa UAD memiliki kesempatan untuk saling bertemu, berbicara, bertukar pikiran dan berbagi pengalaman dari mahasiswa berbagai bangsa.

Hal itu tentu memungkinkan terjadinya persahabatan dalam kehidupan yang makin kompetitif dan mengglobal saat ini. Suasana internasional ini juga penting untuk mendorong para mahasiswa menguasai bahasa asing dan memahami budaya bangsa lain.

”Selain itu, mereka juga bisa melatih kepercayaan diri yang dalam banyak hal menjadi syarat mencapai keberhasilan dalam menghadapi era globalisasi ini,” kata Kasiyarno.

harianjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen + 3 =