UII Bersama Sungkonghoe University Korea Selatan Berdayakan Masyarakat DIY
News , September 15, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Campus Reporting News

uii (1)

Tantangan globalisasi semakin mendorong peran perguruan tinggi (PT) sebagai institusi pemantik pemberdayaan masyarakat. PT dituntut untuk semakin peka memberikan pendampingan dan solusi atas permasalahan yang banyak dihadapi sekarang. Kewajiban ini harus didukung semua sumberdaya yang dimiliki oleh PT, termasuk melalui optimalisasi peran kerjasama internasional PT.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. dalam pertemuan dengan President Sungkonghoe University (SKHU), Korea Selatan, Prof. Jeong Ku Lee di Kampus Terpadu UII, Senin (14/9).

“Semangat ini melatarbelakangi UII dan SKHU bekerjasama memberdayakan masyarakat DIY sejak tahun 2013” ungkap Dr. Harsoyo.

Ditambahkan, selama tiga tahun terakhir, UII-SKHU sepakat bekerjasama memberdayakan masyakarat DIY yang diwujudkan dalam pelatihan kepemimpinan, pelatihan perangkat desa, pemimpin koperasi, pelatihan kewirausahaan  bagi masyarakat, pendidikan dan pencarian pengajar, serta pendidikan gender di berbagai desa di wilayah DIY. Kerjasama ini didukung beberapa instansi seperti BKPMD DIY, dan LSM Satu Nama Foundation, serta Korean International Cooperation Agency (KOICA).

Dijelaskan, pada tahun 2015, UII-SKHU bersepakat untuk melanjutkan program pemberdayaan masyarakat DIY melalui pengembangan kurikulum Program Studi Hubungan Internasional (HI) UII dengan merancang mata kuliah Community Development and International Cooperation.

Ketua Program Studi HI UII, Irawan Jati, SIP, MHum, MSS, menambahkan bahwa pengembangan kurikulum ditujukan untuk menganalisis kemitraan UII-SKHU-LSM Satu Nama dan relevansinya terhadap pengembangan masyakarat. “Mata kuliah yang kita kembangkan ini juga akan dilaksanakan secara daring, dimana mahasiswa UII dan SKHU akan belajar bersama melalui media internet”, tambahnya.

Sementara itu, Manajer Alternatif International Development Cooperation SKHU, Prof. Lee Dae Hon, menjelaskan pengembangan kurikulum UII-SKHU termasuk penyelenggaraan lokakarya untuk mahasiswa di tiga dusun, yaitu Dusun Batusari, Gunungkidul, Dusun Bandungan, Bantul, dan Dusun Banjaran, Kulon Progo. “UII-SKHU-LSM Satu Nama fokus untuk menerapkan pendekatan pembangunan yang berkesinambungan di ketiga desa tersebut melalui pelatihan untuk para pemimpin wanita dan komunitas pemuda, pelatihan koperasi dan usaha kecil masyarakat, dan pelatihan pengelolaan usaha desa”, ungkapnya.

Di akhir pertemuan, Rektor UII dan Presiden SKHU berharap kerjasama produktif kedua universitas ini dapat terus berkembang dan semakin intensif di masa mendatang. Pertemuan ini sekaligus ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman antara kedua universitas tersebut bertempat di Auditorium Kahar Muzakkir, UII.

uii.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven − three =