UII Gelar Seminar Nasional Hak Kekayaan Intelektual Sebagai Obyek Wakaf
News , October 8, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Campus Reporting News

uii (1)

Universitas Islam Indonesia (UII) betul-betul memperhatikan keberadaan nilai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) sebagai bagian penting didalam ilmu pengetahuan. Hal ini dibuktikan melalui program-program yang berkaitan dengan perlindungan dan pengembangan HAKI. Salah satu wujud dari kepedulian tersebut, Fakultas Hukum UII akan menyelenggarakan Diskusi Panel dan Seminar Nasional Hukum yang bertema Hak Kekayaan Intelektual Sebagai Obyek Wakaf, pada 12-13 Oktober 2015, di kampus UII JL. Cik Di Tiro No.1 Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut juga akan dilaksanakannya penandatanganan Memorandum of Understanding antara UII dengan Direktorat Jenderal HAKI Kementerian Hukum dan HAM.

Disampaikan Kepala Pusat Hak Kekayaan Intelektual, Hukum, Teknologi dan Bisnis UII, Budi Agus Riswandi, S.H., M.Hum. pada Rabu 7 Oktober 2015, materi yang akan dikerjasamakan dengan Direktorat Jenderal HAKI Kementerian Hukum dan HAM adalah berkaitan dengan pendidikan, perlindungan , fasilitas HAKI dan penyediaan tenaga ahli. Kegiatan ini menurutnya tak lepas dari tujuan UII untuk membangun suatu tradisi keteladanan dalam dunia akademik. Kerjasama yang bersifat akademik ini merupakan kali pertama terjalin, walaupun kerjasama sebelumnya telah diwakilkan oleh Pusat HAKI Fakultas Hukum UII..

Sementara itu berkenaan dengan pelaksanaan seminar nasional seperti disampaikan Budi Agus Riswandi, pembicara dari berbagai bidang kajian akademik dan kementerian terkait akan dihadirkan. Para pembicara yang dijadwalkan hadir antara lain Prof. Dr. Ahmad M. Ramli Dari Dirjen HAKI Kemenkumham RI, Prof. H. M Machasin dari DIrjen Bimas Islam Kemenag RI, Prof. Ridwan Khairandy dari Pusat HKI dan Guru Besar FH UII, Prof. Jaih Mubarok dari MUI, Prof. Suyanto Guru Besar Amikom, dan Dr. Aunur Rahim Faqih dari Pusat Hukum Islam FH UII. “Keenam pembicara yang dihadirkan pada seminar nasional ini adalah mereka para pakar HAKI, pakar hukum Islam, dan Hukum,” ungkap Budi Agus Riswandi.

Dikatakan Budi Agus Riswandi, dalam prakteknya HAKI tidak hanya dimaknai sebagai hak hukum yang melindungi hasil olah pikir manusia. Tetapi HAKI juga menjadi hak kebendaan yang sifatnya tidak berwujud, sehingga sangat mungkin untuk dialihkan dari satu pihak ke pihak yang lain. Beberapa cara pemindahan ini antara lain dapat melaui jual beli, wasiat, warisan termasuk berpeluang juga untuk diwakafkan. Oleh karenanya perlu dilakukan kajian serius, secara akademis mengenai kemungkinan HAKI bisa diwakafkan, bagaimana dasar hukum dan mekanismenya.

Sementara Dekan FH UII, Dr. Aunur Rahim Faqih yang juga akan menjadi pembicara pada pelaksanaan seminar nasional berharap agar pelaksanaan seminar harus dapat menghasilkan sesuatu yang mana kedepannya dapat dijadikan rujukan-rujukan. Terutama bagi pemangku kepentingan atau pemerintah guna memperisiapkan perangkat perundang undangan. Disampaikan Aunur Rahim Faqih fungsi hukum pada hakekatnya adalah untuk melindungi, namun sejauh ini peraturan untuk melindungi HAKI belumlah detail.

uii.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × four =