Akreditasi Institusi : Tidak Mudah, Tapi Masih Mungkin Diusahakan

News

Unisi Radio Jogja : Campus Reporting News

Akreditasi bagi institusi pendidikan khususnya perguruan tinggi menjadi penting  sebagai upaya meningkatkan kualitas guna merespon persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat.

Ditemui pada Pelatihan Penyiapan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT), Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Prof. Dr. Edy Suandi Hamidm M,Ec. menyampaikan bahwa ketatnya persaingan antar perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada lingkup domestik, tapi juga sudah merambah pada tataran global.

Acara yang diselenggarakan di Hotel Panorama Regency, Batam, kamis (5/9) ini juga dihadiri Rektor Muhammadiyah Yogyakarta, Prof. Dr. Bambang Ciptp, MA sebagai salah satu pembicara pada sesi awal pelatihan.

Frof. Edy yang masih menjabat Rektor UII menyampaikan komitmennya pada kualitas pendidikan. UII telah mengajukan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) sebanyak dua kali. Tahun 2008, UII mengajukan AIPT dan memperoleh akreditasi “B”. kemudian tahun 2013, UII mengajukan lagi AIPT dan meperoleh akreditasi “A”.

“Pencapaian UII dilakukan melalui perencanaan yang matang. Artinya, Akreditasi “A” yang diperoleh UII telah disiapkan dan direncanakan dengan memperhatikan catatan dan saran dari assessor pada saat visitasi akreditasi tahun 2008,” Jelasnya.

Disampaikan Frof. Edy bahwa memperoleh Akreditasi “A” tidaklah mudah tetapi masih mungkin untuk diusahakan. Akan tetapi, diperlukan persiapan yang matang untuk menyelesaikan kendala-kendala yang muncul selama proses pengajuan AIPT. Hal ini harusnya bisa menjadi pemicu motivasi perguruan tinggi untuk lebih bekerja keras.

Menurut Prof. Edy pada dasarnya kendala yang dihadapi perguruan tinggi selama proses pengajuan AIPT relative sama, hanya cara menyelesaikannya yang beda. Misalnya saja kesulitan dalam mengumpulkan anggota tim yang kompeten karena tidak semua anggota tim mempunyai komitmen waktu dan komitmen kerja yang baik. Kemudian kendala lainnya adalah data yang dibutuhkan untuk AIPT menyebar sehingga sulit untuk dikumpulkan, penulisan tidak mengacu pada standar penilaian yang telah ditetapkan dan data base yang kurang memadai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × five =