FAST BREAK – 1 SEPTEMBER 2020

FastBreak

Wisatawan Wajib Pakai Aplikasi Jogja Pass

Pariwisata DIY telah kembali menggeliat setelah sekitar lima bulan tiarap akibat pandemi covid-19. Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, selain dengan menerapkan protokol kesehatan, Pemda DIY juga mewajibkan wisatawan menggunakan aplikasi Jogja Pass. Jogja Pass merupakan salah satu aplikasi pendataan pengunjung di tempat publik berbasis daring. Kepala Dinas Kominikasi dan Informatika DIY, Ronny Primanto Hari, menjelaskan Tujuan utama aplikasi ini adalah pada penelusuran, di mana wisatawan yang berkunjung bisa terdata berada di mana saja dan kapan waktunya. Hal ini akan memudahkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY dalam melacak pergerakan setiap pengunjung dan melakukan penelusuran jika ditemukan kasus positif.

PT Pos Indonesia Akan Buka Pelayanan Pengiriman Makanan Beku

PT Pos Indonesia terus berupaya meningkatkan pelayanannya untuk mempermudah masyarakat mengirimkan barang. Pada tahun 2020 ini PT Pos Indonesia telah meluncurkan aplikasi QPosin Aja. Aplikasi ini menjadi cara bagi Kantor Pos Yogyakarta untuk mendukung physical distancing saat pandemi Covid-19. Arif Yudha Wahyudi, Kepala Kantor Kantor Pos Yogyakarta, mengatakan bahwa saat ini pihaknya akan lebih intens menggarap pengiriman lokal. Kalau tadinya baru melayani pengiriman barang, nanti mungkin melangkah ke pengiriman bahan makanan, seperti frozen food, yang bisa dikirimkan di hari yang sama. Sampai saat ini tercatat ada sekitar 350 pedagang di Yogyakarta yang memakai aplikasi ini.

Pembangunan Rooftop Pasar Prawirotaman Ditargetkan Selesai Desember Mendatang

Rooftop yang berada di lantai 4 Pasar Prawirotaman, Kota Yogyakarta ditargetkan selesai pada Bulan Desember mendatang. Kepala UPT Pusat Bisnis Disperindag Kota Yogyakarta, Sri Riswanti mengatakan, seandainya kontrak berjalan lancar, maka rooftop Pasar Prawirotaman bisa digarap mulai 28 September. Rooftop Pasar Prawirotaman ini nantinya akan berisi panggung budaya. Selain panggung budaya, anggaran itu juga dimanfaatkan untuk merealisasikan sejumlah fasilitas publik, antara lain 12 ruangan ekonomi kreatif yang interiornya dilengkapi dengan produk layanan masing-masing dan dua buah studio dengan tema musik, serta fotografi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + 17 =