Fast Break 11 Juni 2015 jam 14.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Bom Bunuh Diri Meledak di Kawasan Wisata Populer Mesir

053482800_1433935002-Mesir_luxor

Sebuah bom bunuh diri dilaporkan meledak di Mesir. Ledakan tersebut terjadi di kota kuno Mesir, Luxor.

Kota ini dikenal sebagai salah satu daerah wisata yang banyak dikunjungi di Mesir. Wisatawan datang dari luar dan dalam negeri.

Menurut keterangan Kepolisan Mesir, kejadian tersebut tepatnya berlangsung di Kuil Karnak. Tempat itu terletak bersebelahan dengan piramida.

Dalam insiden ini tidak ada turis yang menjadi korban tewas. Namun, empat warga Mesir diketahui menderita luka-luka.

“Dua orang pelaku kejadian tewas, sementara tiga pelaku lainnya cedera,” sebut keterangan resmi Kementerian Dalam Negeri Mesir, seperti dikutip dari Sky News, Rabu (10/6/2015).

Selain serangan di Luxor terdapat 2 aksi serupa di beberapa tempat dekat delta Sungai Nil. Tetapi, serangan tersebut diklaim telah digagalkan Kepolisian Mesir.

Sampai saat ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab. Kementerian Pra-Sejarah Mesir pun telah menginstruksikan untuk pengamanan atas beberapa tempat kuno ditingkatkan.

Serangan terhadap Kota Kuno Luxor bukan pertama kali terjadi. Pada 1997 kelompok radikal melepaskan tembakan secara membabi buta ke arah turis di tempat itu. Akibat tembakan itu 58 orang meregang nyawa.

liputan6.com

================================================================================

SEAF Tolak Uji Kelamin Atas Pemain Voli Indonesia di Sea Games 2015

Menjelang laga melawan Indonesia pada Rabu (10/6), Filipina meminta dilakukan uji kelamin terhadap pemain voli asal Indonesia, Aprilia Santini Manganang pada Selasa (9/6). Alasannya, pelatih tim Filipina curiga setelah melihat stamina Aprilia saat bertanding.

Pelatih tim Filipina, Roger Goyareb, berkomentar bahwa stamina Aprilia bagai menempatkan seorang pria di divisi wanita. Hal inilah yang mendorong Filipina untuk meminta dilakukan uji kelamin terhadap Aprilia.

Namun komite kesehatan SEAF (Federasi Sea Games) menolak permintaan tim Filipina. Menurut mereka, dokumen kesehatan yang diberikan tim Indonesia telah cukup membuktikan bahwa Aprilia memang berjenis kelamin perempuan dan layak untuk terus maju bertanding.

“Komite kesehatan SEAF telah menginformasikan kepada Singsoc (Komite Penyelenggara Games Asia Tenggara di Singapura) bahwa mereka telah memeriksa dokumen yang diberikan tim voli Indonesia dan permohonan (untuk uji kelamin) tersebut ditolak,” demikian penyataan dari Singsoc. “Singsoc juga memberitahukan bahwa Mr. Shanrit Wongprasert selaku Delegasi Teknis tim voli telah menyetujui keputusan ini. Tim Indonesia dan Filipina juga telah diberitahu.”

Kontroversi ini tak berpengaruh pada performa pemain tim voli Indonesia. Mereka berhasil menang atas Filipina pada laga yang digelar Rabu (10/6). Indonesia menang dengan skor 25-22, 25-20, 25-14.

wowkeren.com

================================================================================

Partai Berkuasa Tak Dapat Suara Mayoritas, PM Turki Mundur

Kegagalan partai berkuasa di Turki, Partai Keadilan dan Pembangunan (AK), dalam pemilu parlemen berbuntut panjang. Salah seorang kadernya yang juga menjabat sebagai Perdana Menteri (PM) Ahmet Davutoglu memilih mundur.

Pengunduran diri dari Davutoglu sudah disampaikan langsung kepada Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Orang nomor satu di Turki ini pun menerima pengunduran diri dari kolega satu partainya itu.

Namun, Davutoglu tak bisa langsung lepas tanggungjawab dan meninggalkan pos tugasnya. Presiden Erdogan meminta agar ia membentuk pemerintahan baru sebelum benar-benar mundur.

Meski meminta membentuk pemerintahan baru selama kurang lebih 45 hari, Erdogan tetap menhaturkan terima kasih pada Davutoglu. Apresiasi diucapkan terkait apa yang dikerjakannya selama menjadi Kepala Pemerintahan kurang dari setahun ini.

Pengunduran diri dari Davotoglu sudah diprediksi. Sebab dalam tradisi politik Turki, ‘angkat kaki’ dalam jabatan pemerintahan merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban setelah pemilu berkahir.

Pemilu Turki beberapa hari lalu memunculkan kejutan besar. Alih-alih kembali berkuasa penuh di parlemen, perolehan suara partai AK malah di luar perkiraan. Mereka tidak dapat suara mayoritas, dan hanya memperoleh 40,86 persen.

Partai oposisi yang pro-Kurdi, Partai Rakyat Demokrasi berhasil membuat kecewa Partai AK. Perolehan suara di atas 10 persen membuat mereka punya kuris di parlemen. Demikian dilansir dari BBC, Rabu (10/6/2015).

Hal tersebut sontak membuat Partai AK ketar-ketir. Ini karena Partai Rakyat Demokrasi adalah pihak yang paling vokal meneriakan pembatasan peran dan kekuasan bagi Presiden Erdogan.

liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − 9 =