Fast Break 11 Maret 2016 jam 17.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Jalur pendakian Gunung Slamet dibuka kembali

Jalur pendakian Gunung Slamet melalui Dukuh Bambangan, Desa Kutabawa, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, dibuka kembali setelah sempat ditutup sejak 8 Februari 2016 akibat cuaca buruk.

“Jalur pendakian Gunung Slamet kembali dibuka sejak hari Rabu (9/3),” kata Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Purbalingga Prayitno di Purbalingga, Jumat.

Ia mengatakan, pada hari pertama pembukaan kembali, tercatat sekitar 50 pendaki naik ke Gunung Slamet melalui Pos Pendakian Dukuh Bambangan.

“Kemungkinan pada malam Minggu besok bakal banyak yang mendaki karena biasanya setiap Sabtu malam, banyak pendaki yang mendaki Gunung Slamet melalui Pos Bambangan,” katanya.

Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga pada 8 Februari 2016 menutup sementara jalur pendakian Gunung Slamet yang melalui Dukuh Bambangan karena hujan lebat disertai angin kencang.

Selama penutupan jalur pendakian tersebut, Dinas “kebanjiran” telepon dari calon pendaki yang ingin mendaki Gunung Slamet.

“Mereka menanyakan kapan jalur pendakian tersebut kembali dibuka,” kata Prayitno.

antaranews.com

==============================================
Lulusan IPDN Akan Ditawari Masuk Ditjen Polpum

Direktorat Jendral Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) akan menawarkan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) masuk ke dalam struktur kelembagaanya. Hal ini ia lakukan setelah harmonisasi Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Vertikalisasi PUM tuntas.

RPP ini sudah dalam tahap harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM. Jika sudah selesai, maka nama dari kesbangpol akan berganti menjadi Kesbangpolpum.

Dirjen Polpum Kemendagri, Soedormo mengatakan, dalam struktur organisasinya Kesbangpolpum akan menawarkan lulusan IPDN menjadi PNS di lembaga tersebut. Selain itu, ia juga berencana mengajak sejumlah PNS daerah bergabung.

“Untuk penawaran yang lebih bagus, kami tawarkan kepada daerah yang mau bergabung yang di luar Kesbangpol yah. Misal yang kosong itu eselon IV kami tawarkan kepada mereka-mereka yang tak ada eselon,” ujar Soedarmo, baru-baru ini, seperti dilansir situs resmi Kemendagri, Kamis (10/3/2016).

Ia menambahkan, jika yang kosong itu eselon III, Ditjen Polpum akan menawarkan kepada eselon IV yang memang sudah memenuhi syarat masuk ke eselon III. Dan hal itu, kata dia, akan menjadi rebutan para PNS di daerah.

Sebelumnya dia menjelaskan, untuk existing saat ini sudah tidak ada masalah lagi, karena yang lalu tidak memakai existing vertikalisasi. Untuk jumlah pegawainya juga, kata Soedarmo sudah selesai, dan sudah dipetakan. Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) ia tetap memberikan kesempatan bagi pegawai negeri di daerah untuk memilih.

“Jadi kalau misalkan nanti kita sudah mendapatkan mana yang ke pusat mana yang ke daerah, katakanlah ada daerah sekian, kan kita mencari penggantinya. Tinggal kita tawarkan saja ke daerah siapa yang mau gabung,” tandasnya.

harianjogja.com

============================================
Pemkab Magelang Bakal Gelar Festival Elo Progo

Untuk melakukan konservasi sungai, dengan melindungi ekosistem ikan dan mencegah pembuangan sampah di sungai, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang akan mengadakan Festival Elo Progo. Kampanye ini akan diwarnai dengan kegiatan arung jeram di sungai Elo.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Peterikan), Sri Hartini menjelaskan, Festival Elo Progo akan dimulai Rabu (16/3/2016) hingga Jumat (1/4/2016) mendatang. Salah satu kegiatannya berupa tebar benih ikan di sejumlah sungai di wilayah ini.

“Kegiatan tebar benih ini akan dilangsukan bersamaan dengan kegiatan arung jeram yang akan oleh Bupati Magelang.Tujuan utamanya adalah menjaga ekosistem sungai agar tetap lestari. Dengan tidak membuang sampah di sungai, menyetrum dan meracun ikan,” ujarnya, Kamis (10/3/2016).

Hartini melanjutkan, dalam kegiatan ini, juga akan dilakukan serah terima bibit ikan berbagai jenis dan tanaman penghijauan kepada masyarakat. Selain dalam rangka konservasi sungai, juga untuk sosialisasi gerakan gemar makan ikan (gemarikan).

“Kami juga menggandeng Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dan lainnya. Untuk dinas pariwisiata, punya kepentingan untuk mempromosikan wisata arung jeram. Karena itu, kami bekerjasama dengan mereka juga,” paparnya.

Kepala Disparbud, Edy Susanto menjelaskan, sejumlah kegiatan akan mewarnai pelaksanaan festival ini, seperti lomba foto, senam massal, pentas seni, festival kuniler dan kria, lomba mewarnai, kemah budaya dan wayang kulit.

“Untuk kegiatan lainnya, penyelenggaranya adalah Dispeterikan,” ujarnya.

Untuk lomba foto, ujar Edy, nantinya dapat diikuti oleh masyarakat umum secara gratis. Adapun objek dari lomba foto ini adalah semua kegiatan dalam Festival Elo Progo.

Mulai dari arung jeram tanggal 16 maret, senam massal tanggal 18 Maret, pentas seni tanggal 22 dan 23 maret, festival kuliner dan kria tanggal 24-26 Maret serta wayang kulit tanggal 1 April di Lapangan drh Soepardi.

Dia menjelaskan, peserta juga bisa mengambil kegiatan kemah budaya di kantor TIC tanggal 29 hingga 30 Maret dan lomba mewarnai di Taman Rekreasi Mendut tanggal 24 Maret.

Salah satu syaratnya, peserta diwajibkan mengapload foto ke media sosial milik disparbud Kabupaten Magelang. Yakni twitter ke @wisatamagelang1, facebook ke wisata magelang dan instagram ke #wisatamagelang.

tribunjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + two =