Fast Break 12 Februari 2016 jam 10.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja: Fast Break

pagi

Motor Telantar 1,5 Tahun di Parkiran Yogyakarta

Keberadaan satu unit sepeda motor jenis bebek memusingkan pengelola parkiran di Terminal Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta. Bagaimana tidak? Motor tersebut telantar di parkiran itu lebih dari 1,5 tahun.

Aceng Kurnia selaku pengelola parkir Terminal Giwangan sisi utara mengatakan, sepeda motor yang tidak diambil oleh sang pemilik hampir 2 tahun itu baru pertama kalinya terjadi di sana.

Ia juga sudah menghubungi polisi terkait kendaraan yang lama tidak diambil pemiliknya. Karena tidak ada penyelesaian dari pihak kepolisian, ia pun mem-posting sepeda motor itu ke media sosial.

“Kalau lama kayak gini ini yang pertama. Ada dulu 3 bulan tidak diambil. Ternyata dia kecelakaan, lalu ia tidak bisa mengabari. Tapi kalau yang ini memang belum mengabari. Kalau yang ini sebenarnya (pihak parkiran) sudah menghubungi polisi sini,” ucap Aceng di Yogyakarta, Kamis (11/2/2016).

Aceng menjelaskan, saat ini motor merek Yamaha Vega bernomor polisi AE 3933 EN itu tercatat berada di parkiran sejak 2 Agustus 2014 lalu. Ia pun juga tidak tahu pemilik dari motor.

Namun, Aceng mengaku mendapat informasi jika sesuai dengan STNK motor tersebut adalah milik warga Madiun. Hanya saja, ia tak akan memberikan motor itu jika tidak dengan bukti kepemilikan atas motor yang diparkir.

“Harusnya diambil, tapi hingga saat ini belum ada yang mengambil. Enggak ada kabar. Kalau enggak ada identitas jelas dengan motor ini kita tidak akan kami lepas,” ujar Aceng.

Aceng mengaku jika ada pihak yang ingin mengambil motor ini harus dapat menunjukkan identitas kepemilikan motor tersebut. Jika memang dapat menunjukkan, maka ia akan melepaskannya.

Tapi bila belum ada, ia akan menahannya sampai pemilik yang benar datang mengambilnya. Aceng juga menyebut jika memang ada pemiliknya, maka ia juga harus membayar tarif parkir inap selama 1,5 tahun.

Kendati demikian, menurut Aceng, tetap ada negosiasi terkait pembayaran tarif parkir yang per harinya dikenai tarif Rp 3 ribu. Apalagi, anak buahnya sudah merawat motor itu dengan memberi bensin untuk memanasi mesin agar motor bisa berjalan.

“Motor itu diambil sama orang yang berhak, sehingga tidak memberatkan semua pihak. Barangkali di keluarganya itu bermanfaat. Kalau ambil ya dihitung kali Rp 3 ribu, kalau dihitung saja berapa hari. Tapi itu bisa negolah. Kita juga manusia. Dulu sampai bayar Rp 400 ribu, tapi enggak bayar segitu,” ujar dia.

Aceng mengaku tidak hanya itu pihaknya juga mendapati motor yang sudah 5 bulan tidak diambil. Motor Honda itu diparkir dan dalam keadaan baik. Tapi, ia berharap pemilik motor dapat segera mengambil.

“Baru 5 bulan. Ada juga itu. AD 4595 CA Honda Astrea,” beber Aceng.

liputan6.com6

=============================================
Per 1 April 2016, Tarif Beberapa KA Ekonomi Ini Akan Turun

Pemerintah melalui Kementrian Perhubungan telah menyetujui skema public service obligation (PSO) kereta api (KA). Dengan demikian, mulai 1 April terdapat sejumlah penyesuaian tarif untuk KA Ekonomi subsidi.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah operasi (Daop) 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto mengatakan, penyesuaian tarif ini didasarkan pada peraturan Menteri Perhubungan RI nomor pm 13 tahun 2016 tentang perubahan atas peraturan Menteri Perhubungan pm 198 tahun 2015 tentang tarif angkutan orang dengan kereta api pelayanan kelas ekonomi untuk melaksanakan kewajiban pelayanan publik (PSO).

Selanjutnya, dasar lainnya adalah keputusan direksi nomor kep.u/ll.003/xi/1/ka-2015 tanggal 11 November 2015 tentang syarat dan tarif angkutan penumpang bab x pasal 52 tentang kewenangan penetapan tarif.

“KA kelas ekonomi baik pemberangkatan maupun yang melewati Daop 6 Yogyakarta sebanyak delapan KA mulai keberangkatan 1 April 2016 mengalami penyesuain tarif,” kata Eko, Kamis (11/2/2016).

Eko memaparkan, KA tersebut adalah KA Logawa jurusan Purwokerto-Jember yang tarifnya menjadi Rp 76 ribu. Kemudian KA Brantas jurusan Kediri-Jakarta Pasarsenen tarifnya dipatok Rp 86 ribu. KA Kahuripan jurusan Kediri-Bandung Kiaracondong tarifnya Rp 86 ribu, KA Bengawan jurusan Purwosari-Pasarsenen tiketnya Rp 76 ribu.

Selanjutnya KA Pasundan jurusan Surabaya Gubeng-Kiaracondong Rp 96 ribu, KA Sri Tanjung jurusan Lempuyangan-Banyuwangi tiketnya Rp 96 ribu, KA Gaya Baru Malam Selatan jurusan Pasarsenen-Surabaya Gubeng Rp 106 ribu, dan KA Matarmaja jurusan Pasarsenen-Malang Rp 111 ribu.

tribunjogja.com

=========================================

Pemerintah Akan Bangun Rumah Korban Banjir di Bangka Belitung

Kementerian Sosial akan membantu memperbaiki dan membangun rumah korban banjir di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggap darurat pemerintah membantu korban banjir yang mencapai dua hingga tiga meter.

“Saat ini kita sedang berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membangun rumah korban banjir yang rusak parah ini,” kata Kasubdit Tanggap Darurat Kementerian Sosial, I Kusmadiana di Pangkalpinang, Kamis (11/2) seperti dilaporkan Antara.

Dia menjelaskan Kemensos bersama BNPB akan berbagi tugas untuk membantu korban banjir di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan.

“Mudah-mudahan hasil koordinasi bantuan pembangunan rumah dengan BNPB, pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan instansi lainnya sudah menghasilkan kesepakatan, sehingga kita segera membantu korban banjir ini,” kata Kusmadiana.

Berdasarkan pantauan di beberapa titik daerah terkena banjir, kata Kusmadiana, kerusakan rumah warga sangat parah, bahkan ada rumah-rumah korban banjir yang hancur dihantam banjir.

Menurut Kusmadiana, bantuan perbaikan dan pembangunan rumah baru untuk korban banjir harus segera dibantu agar korban banjir tidak terlalu lama di tenda-tenda pengungsian.

Banjir melanda Bangka Belitung terjadi sejak hujan deras pada Minggu 7 Februari 2016. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Selama 14 Hari terhitung tgl 8 Februari hingga 21 Februari 2016.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, banjir di Bangka Belitung membuat satu orang meninggal dan sebanyak 3.112 rumah terendam air.

Banjir di Bangka Belitung terjadi di 13 titik yakni Kampung Bintang, Gudang Padi, Kampung Opas, Sumber Rejo, Gedung Nasional, Linggarjati, Jalan Trem, Pintu Air, A. yani Dalam, Padang Baru, Desa Jeruk, Mesu Timur, dan Parit Lalang.

Sebanyak 2316 orang mengungsi di berbagai tempat di antaranya di sekolah dasar, PAUD, gedung olah raga, gudang, posyandu, dan biara. Kementerian Sosial sudah mendirikan dapur umum untuk membantu korban bencana alam.

“Dalam sehari dapur umum ini mampu menyediakan 4.000 porsi untuk korban banjir,” kata Kusmadiana.

cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × three =