Fast Break 14 Agustus 2014 jam 14.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Jelang Upacara HUT RI, Kuota Pendaki Semeru Ditambah Jadi 1.000

semeru

Jelang perayaan upacara HUT Kemerdekaan RI ke 69, pada 17 Agustus 2014 nanti, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menambah kuota pendaki ke Gunung Bromo, Tengger dan Semeru sejak 14 hingga 17 Agustus 2014.

Menurut Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Ayu Dewi Utari, khusus 14 hingga 17 Agustus mendatang, kuota dibuka 1.000 orang atau 500 orang untuk pendaki yang akan masuk ke Danau Ranupani.

“Kuota booking online tetap 500 orang per harinya. Untuk pelaksanaan upacara HUT Kemerdekaan RI akan dilangsungkan di Danau Ranupani, Ranukumbolo, dan Kalimati. Kita tidak merekomendasikan upacara digelar di Puncak Mahameru,” kata dia, di Malang, Kamis (14/8/2014).

Pihak TNBTS, kata Ayu, melarang kepada para pendaki untuk membuat api unggun, karena sangat rawan kebakaran, mengingat saat ini, masuk dalam musim kemarau. “Pengunjung harus membawa sampah kembali turun dan tidak membikin keramaian,” tegas dia.

Pihak TNBTS, kata dia, juga akan menyiagakan puluhan petugas di masing-masing .pos untuk mengantisipasi terjadi hal yang tidak diinginkan. “Akan ada petugas SAR dan relawan yang berjaga dan membantu pengamanan dilengkapi tim medis,” ujar Ayu

kompas.com

================================================================================

Kemendikbud dan TNI Perkuat Layanan Pendidikan di Perbatasan

Pada awal September 2011 lalu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang saat itu masih bernama Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah sepakat bekerja sama untuk mengembangkan pendidikan di wilayah perbatasan Indonesia. Kesepakatan tersebut tertuang dalam sebuah nota kesepahaman yang ditandatangani Mendiknas Mohammad Nuh (sekarang Mendikbud) dan Panglima TNI saat itu, Agus Suhartono.

Tahun ini, Mendikbud Mohammad Nuh dan Panglima TNI Moeldoko sepakat untuk memperkuat kerja sama tersebut dengan meningkatkan sinergitas sumber daya antara Kemendikbud dan TNI. Hal itu dilakukan untuk memberikan layanan pendidikan secara optimal di daerah perbatasan.

“Kita ingin melakukan sinergitas sumber daya antara TNI dengan Kemdikbud khususnya dalam memberikan layanan pendidikan. Mulai dari PAUD, pendidikan dasar, sampai pendidikan menengah. Kalau perguruan tinggi relatif adanya di perkotaan,” ujar Mendikbud M. Nuh di Jakarta, Rabu (13/8/2014).

Mendikbud mengatakan, bentuk sinergitas sumber daya itu antara lain melalui pemanfaatan sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas perbengkelan yang dimiliki TNI di setiap daerah perbatasan. Untuk pemanfaatan SDM, para anggota TNI akan menjadi tenaga pengajar di sekolah-sekolah yang ada di kawasan perbatasan.

“Dalam waktu dekat ini kami mempersiapkan untuk memberikan pelatihan kepada anggota TNI di pelosok-pelosok berupa pelatihan mengajar,” kata Mendikbud.

Sebelumnya, pada jumpa pers di Jakarta, Rabu (6/8/2014), Panglima TNI Moeldoko mengatakan, bahwa para anggota TNI sebenarnya sudah biasa melatih atau mengajar karena mereka telah dibekali cara memberikan instruksi. Hanya, perbedaannya terletak pada konten pengajaran atau pelatihan yang nantinya akan diberikan oleh Kemendikbud pada saat pelatihan.

“Dalam konteks kontribusi TNI memberikan sesuatu kepada anak-anak di daerah perbatasan dan terpencil, kami punya semangat kuat untuk memberikan sesuatu. Kedua, kami memiliki niat baik dan ketiga, kekuatan kami juga karena adanya kemampuan,” kata Moeldoko.

Dia mengatakan, materi mengajar yang akan diberikan Kemendikbud untuk membekali para anggota TNI mengajar di daerah perbatasan tentunya disesuaikan dengan kondisi terkini. Dalam pembekalan nanti, mereka akan mendapatkan materi tentang Kurikulum 2013.

“Dengan begitu, konten mengajar cocok dengan perkembangan terakhir kementerian (Kemendikbud),” katanya.

Mendikbud juga berjanji akan menyiapkan pelatih terbaik untuk melatih para anggota TNI, yaitu dengan mengambil instruktur nasional yang memiliki kualifikasi terbaik. Selain sinergitas SDM, akan dilakukan juga sinergitas fasilitas. TNI memiliki fasilitas perbengkelan di setiap daerah perbatasan berupa bengkel otomotif, alat komunikasi, hingga masak-memasak. Bengkel-bengkel tersebut dapat dimanfaatkan siswa SMK untuk melakukan praktik.

kompas.com

================================================================================

17 Agustus, SBY Luncurkan Uang NKRI

Bank Indonesia (BI) akan segera meluncurkan uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada 17 Agustus 2014. Menurut Gubernur BI Agus Martowardojo, peluncuran uang NKRI pada Hari Kemerdekaan akan dilakukan bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sementara itu, penerbitan uang tersebut kepada masyarakat akan dilakukan pada 18 Agustus 2014. “Tahap awal, akan meluncurkan uang NKRI nominal Rp 100.000,” kata Agus.

Jumlah uang NKRI yang beredar akan disesuaikan dengan jumlah uang yang ada. Namun, BI belum dapat menyebutkan jumlah uang yang akan diedarkan.

Deputi Gubernur BI Ronald Waas mengatakan, pihaknya akan mendistribusikan uang NKRI ke seluruh Indonesia. BI juga akan menyosialisasikan kepada masyarakat, terkait adanya perubahan uang NKRI sesuai dengan Undang-Undang Mata Uang.

“Nanti akan ada dua jenis uang yang beredar, keduanya masih akan berlaku untuk transaksi,” ucapnya.

kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 5 =