FAST BREAK – 14 JANUARI 2020

FastBreak

Pemkot Terbitkan 400 Kartu Khusus untuk Penghuni Malioboro

Untuk memudahkan pengidentifikasian penghuni kawasan Malioboro saat diberlakukannya uji coba Malioboro bebas kendaraan bermotor, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja membagikan 400 kartu tanda masuk kepada Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY), Senin (13/1/2020). Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja, Agus Arif Nugroho, menjelaskan kartu ini merupakan privilege (hak istimewa) bagi penghuni kawasan Malioboro untuk tetap bisa masuk meski menggunakan kendaraan bermotor roda dua. Kendati mendapatkan hak istimewa, namun para pengusaha di kawasan Malioboro tersebut tetap harus mematikan mesin sepeda motornya. Kartu tersebut, hanya untuk penghuni yang merupakan pemilik toko atau PPMAY, sebab jika warga yang tinggal tidak di jalan utama, masih bisa masuk lewat jalan sirip.

Waktu Uji Coba Malioboro Bebas Kendaraan Berubah

Pemerintah kembali melakukan uji coba Malioboro bebas kendaraan di 2020 ini. Jam pelaksanaan uji coba semi pedestrian di Malioboro, Yogyakarta, yang dilakukan bersamaan dengan gerakan Selasa Wage perdana 2020, pada Selasa (14/1/2020) akan dimulai lebih siang yaitu pukul 14.00 WIB. Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Windarto, mengatakan bahwa Uji coba akan dilakukan lebih siang karena ingin memberikan akses yang lebih luas untuk kegiatan bersih-bersih di Malioboro yang dilakukan pagi harinya. Pengaturan lalu lintas yang akan diterapkan selama uji coba semi pedestrian tetap sama yaitu melarang semua kendaraan bermotor melintas di Jalan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Jalan-jalan sirip di sepanjang Jalan Malioboro diberlakukan dua arah meskipun kendaraan tidak boleh melintas hingga masuk ke Jalan Malioboro, dikecualikan untuk Jalan Suryatmajan dan Jalan Pajeksan.

Purwomartani Kalasan Bidang Tanahnya Paling Banyak Terdampak Jalan Tol Yogyakarta Solo

Sosialisasi proyek jalan tol Yogyakarta-Solo yang melintasi kawasan Yogyakarta berlanjut di desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman. Berdasar data di Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY, Purwomartani merupakan desa dengan bidang paling banyak terdampak pembangunan tol yakni 639 bidang. Maka dari itu, sosialisasi dibagi menjadi tiga sesi mulai Senin (13/1) hingga Rabu (15/1). Langkah ini bertujuan untuk mempermudah pengajuan izin penetapan lokasi (penlok) tanah kas desa yang terdampak kepada Gubernur DIY. Kepala Dispertaru DIY Krido Suprayitno menjelaskan, Dari 20 desa yang terdampak proyek tol, menurut Krido baru ada 13 desa yang memiliki perdes tentang tanah kas desa. Maka ia pun mengimbau kepada desa untuk segera menyelesaikan perdes khusus jalan tol. Pihaknya memberi batas waktu hingga bulan April 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − four =