Fast Break 15 Juli 2016 jam 17.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Dinlopas Yogyakarta Beri Voucher dan Gebyar Hadiah untuk Tingkatkan Promosi Pasar Tradisional

Program promo pasar tradisional untuk meningkatkan transaksi segera diluncurkan oleh Dinas Pengelolaan Pasar (Dinlopas) Kota Yogyakarta. Program tersebut akan menitikberatkn pada gebyar hadiah yang diundi di tiap akhir pekan.

Kepala Dinlopas Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang mengatakan bahwa selain menggelar gebyar hadiah, pihaknya akan membagikan voucher potongan harga untuk membeli barang tertentu di pasar tradisional. Dengan begitu, transaksi di pasar diharapkan meningkat.

“Sebelumnya gebyar hadiah digelar di akhir periode, sekarang di tiap akhir pekan. Jadi kami sasarannya untuk memperbanyak transaksi di pasar tradisional,” ujar Tion di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Kamis (14/7/2016).

Dia menambahkan untuk teknis penyelenggaraan promo pasar, pihaknya serahkan kepada para pedagang tradisional. Hal tersebut guna merekatkan hubungan emosional dan kerukunan para pedagang. Sehingga jalannya promo pasar sesuai keinginan pedagang setempat.

“Sebenarnya, promo pasar tradisional dilaksanakan saat jumlah pengunjung mulai menurun. Tapi tidak masalah jika transaksi pedagang makin bertambah,” ucapnya.

Kepala Bidang Pengembangan, Dinlopas Kota Yogyakarta, Rudy Firdaus menjelaskan, perubahan konsep dari gebyar hadiah dilakukan setelah mengetahui hasil survey yang dilakukan awal tahun ini. Jumlah pengunjung naik, namun omzet pedagang menurun.

Seperti diketahui, omzet pedagang tradisional di 31 pasar tradisional di triwulan pertama 2016, rata-rata hanya mencapai Rp 26,8 miliar. Sementara pada tahun lalu mencapai Rp 29,14 miliar di triwulan yang sama. Mengetahui itu, pedagang pun sepakat mengubah konsep promo pasar.

“Program ini bisa mendorong minat masyarakat untuk berbelanja. Misal pengunjung diberi voucher membeli bumbu dapur di pasar bisa langsung digunakan. Apalagi di akhir pekan ada pengundian kupon belanja,” jelas Rudy.

Untuk mempernyaman pengunjung berbelanja di pasar tradisional, dia pun telah meminta pedagang bersikap santun dan ramah ketika melayani pengunjung. Selain itu, pedagang diharapkan pihaknya tidak seenaknya menaruh barang dagangan sehingga memicu kesemrawutan pasar.

“Tidak kami pungkiri, banyak lapak pedagang yang memenuhi akses jalan pengunjung. Sehingga semrawut, dan masyarakat tidak nyaman,” tutupnya.

tribunjogja.com

===========================================================

Disbudpar Bakal Tertibkan Jathilan Kreasi Baru

Keberadaan kesenian jathilan kreasi baru kian berkembang pesat di Sleman dengan berbagai gaya dan aransemen. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman berencana melakukan ‘penertiban’ jathilan yang dinilai terlalu jauh bergerak dari pakem seni jathilan asli.

Kepala Bidang Kesenian, Disbudpar Sleman, Edy Winarya mengatakan, pihaknya tidak membatasi setiap grup kesenian untuk berkreasi sesuai ide yang dimiliki. Hanya saja, pengembangan kesenian tradisional semestinya tetap bertumpu pada ruh tradisi beserta pakem-pakem penting di dalamnya.

Perkembangan saat ini, ada beberapa pelaku kesenian jathilan yang terbilang ‘kelewatan’ dalam berekspresi seni, misalnya dari pemakaian kostum yang terkesan serampangan dan tak mengindahkan estetika.

“Ada penabuh gamelan yang saat tampil justru mengenakan celana jeans dan baju lengan buntung. Ini kan terkesan sembarangan. Selama ini banyak yang terlalu sembarangan dan tak memerhatikan tata cara yang benar,” kata Edy di sela Festival Jathilan Sleman 2016 di Lapangan Denggung, Kamis (14/7/2016).

Karena hal itu pula, pihaknya merasa perlu melakukan ‘penertiban’ dengan sosialisasi dan bimbingan lebih lanjut terkait tata cara pentas bagi grup kesenian di Sleman. Perlu diketahui, data terakhir Disbudpar Sleman menyebutkan di wilayah ini ada sekitar 1300 kelompok seni di mana jathilan mendominasi dengan jumlah 350 grup yang tersebar di seluruh area kecamatan.

Beberapa di antaranya selain memiliki konsep pentas jathilan tradisi juga umumnya memunyai tarian kreasi baru. Edy mengatakan, pihaknya masihh melakukan kajian terkait rencana penertiban tata cara pentas jathilan tersebut. Rencananya, kegiatan itu akan dilangsungkan dengan biaya dari Dana Keistimewaan DIY namun besarannya belum ditentukan.

“Kami tidak membatasi kreasi setiap grup untuk mengembangkan diri namun hal itu harusnya tetap berpegang pada tradisi,” tambahnya.

Kepala Disbudpar Sleman, AA Ayu Laksmi Dewi mengakui saat ini jathilan sudah semakin berkembang dengan berbagai modifikasi dan kreasi yang lebih segar. Banyak grup kini sudah berani mengangkat tema cerita tertentu dalam pentasnya. Demikian juga dengan tata gerak dan musiknya yang lebih beragam dan tak monoton.

Hal ini menjadi satu cara agar kesenian itu tetap terlestarikan dan bisa bertahan di era modern. Sekaligus, di dalamnya ada upaya kaderisasi terhadap generasi muda. Namun begitu, ia mewanti-wanti agar pengelola grup tetap memperhatikan kemurnian tradisinya.

tribunjogja.com

=======================================================

Kemenkes Siapkan Mekanisme Vaksin Ulang Bagi Anak Korban Vaksin Palsu

Kementerian Kesehatan menegaskan akan melakukan vaksinasi ulang terhadap anak-anak yang terbukti pernah mendapatkan vaksin palsu. Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Maura Linda Sitanggang yang juga Ketua Satgas Penanggulangan Vaksin Palsu menjelaskan mekanisme vaksin ulang.

“Yang terpapar vaksin palsu kami lakukan pendataan. Sesudah itu dilakukan pelacakan. Jika menurut pedoman imunisasi harus vaksin ulang, maka dilakukan vaksinasi ulang,” ujar Linda di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/7/2016).

Satgas akan bekerja selama 120 hari sejak 1 Juli 2016 lalu dan akan memastikan permasalahan vaksin palsu segera diselesaikan. Linda menuturkan saat ini, sudah tak ada lagi vaksin palsu yang beredar di masyarakat karena seluruhnya telah disita aparat. Distributor vaksin palsu pun sudah ditangkap aparat.

“Jadi vaksinnya sudah diamankan. Karena dia dari distribusi yang tidak legal,” kata Linda.

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek sebelumnya mengungkap 14 nama rumah sakit yang menggunakan vaksin palsu. Data tersebut diungkapkannya dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Bareskrim Polri, Biofarma, dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

“Pengungkapan 14 fasyankes (fasilitas dan layanan kesehatan) ini sudah disepakati dengan Bareskrim Polri,” kata Nila di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/7/2016).

Adapun daftar 14 Rumah Sakit tersebut adalah:
1. DR. Sander, Cikarang
2. Bhakti Husada, Terminal Cikarang
3. Sentral Medika, JI. Industri Pasir Gombong
4. RSIA Puspa Husada
5. Karya Medika, Tambun
6. Kartika Husada Jl. MT Haryono Setu Bekasi
7. Sayang Bunda, Pondok Ungu Bekasi
8. Multazam, Bekasi
9. Permata, Bekasi
10. RSIA Gizar, Villa Mutiara Cikarang
11. Harapan Bunda Kramat Jati, Jakarta Timur
12. Elisabeth, Narogong Bekasi
13. Hosana, Lippo Cikarang
14. Hosana, Jalan Pramuka, Bekasi

kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − seven =