FAST BREAK – 16 JULI 2020

FastBreak

Tadi Malam Gunung Merapi Kembali Luncurkan Guguran

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan terjadi aktivitas guguran Gunung Merapi pada Rabu (15/7/2020) pukul 18.29 WIB. Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, mengatakan, lokasi pasti terjadinya guguran belum terlihat karena kendala cuaca. Secara visual guguran tidak terlihat sama sekali dari setiap pos pemantauan Gunung Merapi. Namun, terdengar suara guguran dari Pos Babadan. Adapun aktivitas kegempaan Gunung Merapi sejak pukul 18.00 kemarin adalah 1 kali gempa Mp dan 2 kali gempa guguran. Tingkat aktivitas Gunung Merapi Level II (waspada). Potensi ancaman bahaya saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif.

Gubernur DIY Menghendaki Pembelajaran Tetap Dilakukan Secara Daring

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X angkat suara terkait pembelajaran yang dilakukan di DIY. Tahun ajaran baru bagi jenjang PAUD hingga SMA/SMK telah dimulai sejak 13 Juli 2020 lalu, namun Sultan berkehendak agar anak-anak tidak terlebih dahulu datang ke sekolah pada pandemi ini. Raja Keraton Yogyakarta tersebut menambahkan, tidak akan membuka izin bagi siswa untuk kembali bersekolah seperti sedia kala secara bersama-sama untuk semua jenjang. Alasannya adalah karena penularan Covid-19 di DIY masih belum melandai bahkan terlihat meningkat.

Pantai Selatan DIY Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi Akhir Pekan Ini

Warga pesisir DIY wajib mewaspadai terjangan gelombang tinggi yang diperkirakan bisa mencapai enam meter pada Kamis (16/7/2020) hingga Sabtu (18/7/2020). Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY Marjono mengatakan sudah mendapatkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berkaitan dengan ancaman gelombang tinggi yang menjerang Pantai Selatan. Kenaikan ini diprediksi mulai terlihat pada Kamis malam dengan ketinggian sekitar lima meter. Ketua Kelompok Nelayan di Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Sumardi mengatakan para nelayan tetap melakukan antisipasi. Salah satunya dengan upaya menaikan kapal-kapal ke tempat lebih aman untuk menghindari terjadinya kerusakan apabila gelombang tinggi tidak sesuai dengan prediksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 3 =