Fast Break 18 Agustus 2015 jam 14.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Pelaku Pembakaran Hutan Terancam Denda Rp1,5 Miliar

kebakaran

 

Pihak Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) akan menerapkan sanksi tegas bagi yang memang diketahui melakukan pembakaran di kawasan hutan lindung TNGM.

“Kami sosialisasikan aturan dan mulai minggu depan akan kami tindak tegas dengan UU Kehutanan nomor 41 tahun 1999 pasal 50 ayat 3. Dimana, pembakar akan diancam hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar,” ujar Kepala Seksi Wilayah 1 TNGM, Nurpana Sulaksono.

Dia juga memaparkan dari lahan seluas 2.000 hektar, ada sekitar 100 hingga 200 hektar lahan hutan lindung yang rawan terbakar.

Dia juga menyebut wilayah TNGM berpotensi besar terjadi kebakaran karena banyak lahan kosong dan kering pascaerupsi Merapi.

“Dengan banyaknya lahan kosong dan kering saat musim kemarau ini, sangat rentan terjadi kebakaran hutan di wilayah hutan TNGM,” urainya.

Pihaknya juga melakukan antisipasi terkait masalah ini dengan berkoordinasi dengan pihak berwajib, TNI Polri, BPBD, masyarakat setempat agar tetap bisa menjaga kelestarian alam di sekitar wilayah TNGM.

Pihaknya juga menyediakan tandon air khusus yang stand by di kantor TNGM.

“Kami siapkan satu tangki dengan kapasitas 500 liter, yang siap mengantisipasi jika terjadi kebakaran hutan,” paparnya.

Pihak TNGM juga mengaku telah melakukan kegiatan penyuluhan di desa-desa sekitar terkait bahaya kebakaran hutan.

“Kami juga melakukan patroli secara rutin dan intensif bersama masyarakat,” jelasnya.

tribunjogja.com

================================================================================

PBSI berencana variasikan pasangan ganda demi mental

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) berencana menerapkan variasi pasangan atlet-atlet sektor ganda pelatnas dalam latihan dan kejuaraan agar mental atlet lebih terbangun.

“Saya sudah sampaikan ke Eng Hian agar latihan Greysia/Nitya diperlakukan berbeda dengan bermain bersama pasangan atlet laki-laki lebih banyak,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Rexy Mainaky di Jakarta, Senin.

Rencana variasi pasangan sektor ganda PBSI itu dilatarbelakangi kekalahan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari dari pasangan Tiongkok Tian Qing/Zhao Yunlei serta Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dari Zhang Nan/Zhao Yunlei dalam putaran semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2015 di Jakarta.

“Saya juga sudah berbicara dengan Richard agar pemain tidak selalu berlatih pada sektor ganda campuran. Jika memungkinkan, pemain dapat bermain pada ganda lain. Sebelum Olimpiade, kalau perlu, pemain bermain dua pertandingan ganda agar terbiasa,” kata Rexy.

Rexy mengatakan atlet-atlet pelatnas yang telah menempati peringkat puncak dunia seringkali menghadapi persoalan psikologis dibanding masalah teknis saat menghadapi lawan sesama pemain unggulan.

“Tontowi/Liliayana pasti sudah tahu cara bermain Zhang/Zhao seperti apa. Begitu pula sebaliknya. Tinggal bagaimana keyakinan mereka saat bertanding. Saya sudah sampaikan ke Tontowi agar cara bermain dan cara berpikir seperti pada game kedua semifinal. Itu demi Olimpiade. Jika bermain dan berpikir seperti game ketiga, lupakan Olimpiade,” katanya.

Rexy menilai Praveen Jordan yang berpasangan dengan Debby Susanto pada ganda campuran juga perlu banyak konsultasi dengan pelatih untuk menentukan pola permainan saat bertanding.

“Praveen dari segi pola, dia tidak dapat kesabaran. Riky/Richi sering turun pola permainannya. Itu lebih bayak faktor mental dan kepercayaan diri,” kata Rexy.

Sementara pada nomor ganda putri, lanjut Rexy, pasangan Tiongkok juga telah mengetahui kekuatan Greysia/Nitya sehingga dapat melakukan serangan yang mematikan pada menit-menit terakhir.

“Zhao kemarin melawan dengan pelan-pelan tidak terburu-buru. Tapi saat menit terakhir, dia melakukan smash. Mungkin kecepatan Greysia tidak dapat ditambah. Greysia dan Nitya harus banyak latihan dengan atlet-atlet putra,” kata mantan atlet yang pernah berpasangan dengan Riky Soebagja itu.

Meski berencana memvariasikan pasangan atlet ganda, Rexy menambahkan penggantian pasangan perlu perencanaan yang matang dengan mengetahui perolehan poin atlet-atlet yang diproyeksikan menuju Olimpiade.

antaranews.com

================================================================================

Mulai Rabu, Jalan Kusumanegara Timur akan Ditutup

Penutupan Jalan Kusumanegara Timur untuk kegiatan revitalisasi drainase akan dilakukan mulai Rabu (19/08/2015) besok. Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berani melakukan penutupan lantaran sudah mengantongi izin dari kepolisian serta kesiapan teknis dari pihak pengembang.

Menurut Kepala Bidang Drainase dan Pengairan Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Yogyakarta, Aki Lukman Nur Hakim, penutupan Jalan Kusumanegara Timur tersebut memiliki dampak yang cukup besar. Hal ini lantaran menjadi salah satu akses utama sebagai pintu masuk dan keluar Kota Yogyakarta.

“Sudah kami koordinasikan termasuk sosialisasi dengan warga dan pelaku usaha di sekitar lokasi. Kami berani menutup karena semua unsur sudah siap,” terangnya, Senin (17/08/2015).

Salah satu kesiapan yang paling menentukan ialah ketersediaan box culvert yang sudah mencapai 75 persen. Hal ini memungkinkan durasi pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dibanding pengecoran secara manual. Pasalnya, setelah ruas jalan digali langsung dimasukkan box culvert kemudian ditutup kembali.

Ruas jalan yang akan ditutup ialah mulai Jembatan Kali Gajah Wong hingga simpang empat Muja-muju. Arus kendaraan dari timur yang hendak menuju Kota Yogyakarta diarahkan ke Jalan Kebun Raya hingga tembus Jalan Ki Penjawi. Sedangkan dari arah barat yang hendak keluar Kota Yogyakarta diarahkan melalui Jalan Veteran dan masuk Jalan Ki Penjawi.

“Rambu sudah kami siapkan. Tahun lalu juga kami lakukan penutupan untuk pekerjaan yang sama. Pengendara semoga bisa memaklumi,” imbuh Aki.

Lama penutupan jalan, lanjutnya, masih belum bisa diperkirakan. Namun diharapkan tidak sampai memakan waktu satu bulan, tergantung proses pemadatan jalan setelah digali. Jika ruas jalan yang digali sudah berhasil ditutup kembali, maka Jalan Kusumanegara Timur akan langsung dibuka untuk kendaraan.

Selanjutnya, penutupan ruas jalan akan dilakukan di sisi Jalan Kenari dari simpang empat Muja-muju ke utara hingga Kantor Pos Umbulharjo. Namun, lantaran banyak perkantoran yang berada di ruas tersebut, maka kendaraan warga dan pekerja tetap diperbolehkan melintas di salah satu sisi jalan.

Aki mengatakan, revitalisasi drainase yang berada di bawah Jalan Kenari hingga tembus di Jalan Kusumanegara Timur tersebut mendesak dikerjakan. Selain sudah berusia tua, dinding saluran juga masih belum terbuat dari beton. Sehingga, hampir setiap tahun selalu terjadi jalan ambles lantaran dinding saluran yang berada di bawah jalan sudah aus.

“Akan kami kerjakan secara bertahap tiap tahun. Selain di Jalan Kenari, masih ada lagi drainase yang mendesak direvitalisasi yakni yang di Jalan Babaran,” ungkapnya.

krjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 4 =