Fast Break 18 Agustus 2016 jam 14.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Sisa Anggota Kelompok Santoso Diduga Miliki Lima Senjata Serbu Buatan AS

Proses pemindahan jenazah Ibrahim, anggota kelompok Santoso asal Uighur yang tewas saat kontak tembak dengan Satgas Tinombala di wilayah pegunungan Desa Padopi, Kecamatan Poso Pesisir, Sulawesi Tengah, saat ini sedang berlangsung.

Rencananya, jenazah Ibrahim akan dibawa dengan mobil ambulans dari Poso menuju RS Bhayangkara Palu.

Menurut Kapolda Sulteng Rudy Sufahriadi, Tim Satgas Tinombala masih melakukan pengejaran terhadap seorang anggota kelompok Santoso yang sempat melarikan diri tersebut.

Diduga senjata yang digunakan para buronan ini merupakan senjata buatan pabrikan asal Amerika Serikat.

“Dari keterangan tim satgas, senjata yang digunakan kontak tembak dengan Satgas Tinombala adalah senjata pabrikan buatan Amerika Serikat,” kata Kapolda, Rabu (17/08/2016).

Kapolda mengatakan, berdasarkan laporan intelijen di lapangan, saat ini sisa kelompok Santoso yang berjumlah 14 orang itu diperkirakan masih memiliki lima buah senjata api pabrikan.

Sementara untuk senjata rakitan masih belum diketahui berapa jumlah pastinya.

Namun, Rudy berharap 14 orang sisa anggota kelompok Santoso segera menyerahkan diri.

“Untuk itu saya mengimbau, daripada dikejar-kejar oleh aparat, para DPO segera turun gunung dan menyerahkan diri. Dan menjalankan proses hukum yang ada,” ujarnya.

kompas.com

=======================================================

ITB perguruan tinggi peringkat pertama di Indonesia

Institut Teknologi Bandung (ITB) mempertahankan posisinya sebagai perguruan tinggi peringkat pertama di Indonesia dengan skor 3,78 atau naik 0,04 poin dibandingkan skornya tahun 2015.

“Tahun ini peringkat perguruan tinggi tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Perbedaannya hanya nilainya naik,” kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Nasir mengumumkan 12 perguruan tinggi yang menduduki peringkat atas di Indonesia meliputi ITB, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Airlangga, Universitas Hasannudin, Universitas Diponegoro, Universitas Padjajaran, Universitas Andalas, dan Universitas Sebelas Maret.

Universitas Indonesia naik ke peringkat tiga dari posisinya di peringkat empat tahun lalu.

“Untuk Sumatera sudah ada perwakilannya, yakni Universitas Andalas yang meraih peringkat 11 dengan skor 2,88,” kata dia.

Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pendidikan Tinggi Patdono Suwignjo mengatakan indikator pemeringkatan perguruan tinggi meliputi kualitas dosen, kecukupan dosen, kualitas manajemen, kualitas kegiatan kemahasiswaaan, dan kualitas kegiatan penelitian.

“Jumlah perguruan tinggi yang masuk pada kelompok satu pada tahun ini sebanyak 12 perguruan tinggi atau tambah satu perguruan tinggi dibandingkan tahun lalu,” kata Patdono.

Sementara di kelompok dua ada 82 perguruan tinggi, kelompok tiga meliputi 646 perguruan tinggi, kelompok empat terdiri atas 2.257 perguruan tinggi, dan di kelompok lima ada 247 perguruan tinggi.

Perguruan tinggi yang masuk dalam pemeringkatan, menurut Patdono, hanya perguruan tinggi di bawah Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.”

Patdono berharap pemeringkatan dapat mendorong perguruan-perguruan tinggi meningkatkan kinerjanya.

antaranews.com

===========================================================

Wajah Stasiun Tugu akan Berubah

Penataan pedestrian di sisi selatan Stasiun Tugu Yogyakarta akan dilakukan sepanjang sekitar 800 meter dan memakan biaya hingga Rp 15 miliar. Untuk menghindari konflik, PT KAI berharap pemerintah atau pihak Keraton Yogyakarta menyediakan tempat sementara bagi pedagang saat penataan berlangsung

Executive Vice President PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Hendy Helmi mengatakan, untuk proyek penataan pedestrian telah dianggarkan sebesar Rp 15 miliar. Dana tersebut hanya untuk penataan pedestrian di sisi selatan sepanjang kurang lebih 800 meter dengan lebar 6-8 meter hingga persimpangan Jalan Jlagran Lor. Hendy menyebut, anggaran tersebut berasal gabungan dari PT KAI dengan Keraton Yogyakarta.

Ia menjelaskan, penataan akan dilakukan setelah proses penertiban dilakukan dan berjalan lancar. Proyek penataan pedestrian baru akan dimulai bila penertiban pedagang telah dilaksanakan. Karenanya, Hendy berharap pihak Keraton yang mempunyai lahan untuk menyediakan tempat sementara bagi para pedagang.

“Bagaimana bisa melakukan pembangunan, kalau lingkungannya belum tertata. Jadi kami berharap pihak Keraton (Yogyakarta) menyediakan tempat khusus bagi teman-teman pedagang. Dipindah dulu sementara, baru nanti kita fasilitasi para pedagang,” tutur Hendy kepada Tribun Jogja, Rabu (17/8/2016).

Hendy menjelaskan, nantinya para pedagang akan diberikan tempat di area Stasiun Tugu. Namun dirinya mengakui bahwa pihak PT KAI tidak bisa memfasilitasi tempat baru atau sementara, karena PT KAI tidak mempunyai lahan di Kota Yogyakarta.

tribunjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × five =