Fast Break 18 November 2015 jam 10.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Lengkap Sudah 24 Peserta Piala Eropa 2016

Swedia dan Ukraina menjadi dua tim terakhir yang lolos ke Piala Eropa 2016. Di tengah kebingungan peluang Perancis tetap menjadi tuan rumah menyusul serangan teroris pada Jumat (14/11) pekan lalu, publik Swedia dan Ukraina berpesta karena negara mereka kembali menjadi peserta putaran final Piala Eropa.

Uniknya, kedua tim itu merayakan kesuksesan lolos ke Piala Eropa di kandang lawan masing-masing. Timnas Swedia berpesta di Stadion Telia Parken, Kopenhagen setelah laga berakhir imbang 2-2. Swedia lolos dengan keunggulan 4-3.

Sang kapten sekaligus penyerang tim, Zlatan Ibrahimovic pun menjadi penyerang paling produktif sepanjang babak kualifikasi. Ia mencetak 11 dari 15 gol Swedia di babak kualifikasi hingga play-off.

Dua gol di antaranya membawa Swedia unggul lebih dulu di Denmark.

“Mereka (orang Denmark) mengatakan akan membuat saya pensiun, tetapi saya lah yang mengirim seluruh negara itu menjadi pensiunan,” tukas Ibrahimovic kepada Kanal 5 usai laga.

Sebelum babak play-off, Ibrahimovic memang mempertimbangkan mundur dari timnas andai tak lolos ke Perancis.

Pelatih Denmark Morten Olsen usai laga mengatakan kegagalan di kandang sendiri menjadi hasil terburuk baginya setelah 35 tahun bersama timnas Dinamit tersebut.

Ia pun tak menjamin dapat mundur dari jabatannya usai kegagalan terebut. Keputusan mundur itu, lanjut Olsen, ada di tangan istrinya.

Sementara itu, Ukraina merayakan kesukesan di Stadion Ljudski vrt, Maribor, setelah bermain imbang 1-1 dengan tuan rumah, Slovenia, di partai leg kedua. Ukraina lolos dengan agregat 3-1.

“Kami tidak mengharapkan hal lain kecuali tempat di Piala Eropa 2016,” ujar pelatih Ukraina Myhaylo Fomenko seperti dikutip dari Reuters,”Saya bangga atas para pemain saya yang tidak menyerah setelah kebobolan dengan cepat dan menahan tekanan dengan hebat.”

Ukraina dan Swedia menyusul 22 tim yang telah lolos lebih dulu ke Perancis tahun depan.

cnnindonesia.com

=================================

Disperindagkoptan Kota Yogya Bakal Adakan Operasi Pasar Beras Murah

Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogyakarta segera menyiapkan kuota untuk pelaksanaan operasi beras murah di wilayah Kota Yogyakarta.

Operasi pasar beras murah ini diselenggarakan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan harga beras.
Kepala Disperindagkoptan Kota Yogyakarta, Suyana, menuturkan, operasi pasar beras murah ini merupakan upaya antisipatif menghadapi naiknya harga beras di pasaran bersamaan dengan musim paceklik yang diperkirakan akan terjadi.

“Musim paceklik diperkirakan akan terjadi pada Desember 2015 – Januari 2016 mendatang, sehingga operasi pasar beras murah ini dirasakan perlu sebagai upaya antisipatif,” ujar Suyana, Senin (16/11/2015) kemarin.

Suyana menuturkan telah mendapat surat pengajuan kuota beras dari Pemda DIY, untuk itu saat ini pihaknya sedang menyiapkan data kuota beras untuk diajukan ke Badan Urusan Logistik (Bulog) DIY, sehingga operasi pasar beras murah dapat segera dilaksanakan.

Sementara itu, Kepala Bulog DIY, Langgeng Adi Nugroho, menuturkan, pihaknya telah menerima permintaan operasi pasar dari Pemda DIY di lima daerah kabupaten, termasuk Kota Yogyakarta.

Ia menuturkan harga beras di pasaran masih relatif tinggi, sehingga dengan adanya operasi pasar beras murah ini harga bisa menurun.
“Harga beras di pasaran memang masih tinggi, meskipun sudah ada penyaluran beras miskin (raskin) ke 13 dan ke 14. Saat ini kami tengah menunggu kuota OP dari Pemda DIY. Tetapii stok kita cukup,” katanya, Senin (16/11).

Merujuk data stok beras Bulog DIY, kini masih mencapai 20.463 ton, dan terbilang masih cukup untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat DIY hingga Februari 2016 mendatang.

tribunjogja.com

===================================
BI Akan Atur Pembayaran e-Commerce

Bank Indonesia (BI) akan mengatur terkait sistem pembayaran ritel yakni yang mengatur terkait koordinasi e-commerce. Deputi Gubernur BI, Ronald Waas mengatakan saat ini BI bekerjasama dengan pihak terkait seperti Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). “Kami bentuk forum sistem pembayaran Indonesia supaya peraturan bisa sinkron dan sesuai dengan peraturan lain,” kata Ronald di Jakarta, Selasa (17/11/2015)
Menurut Ronald, transaksi pembayaran ritel dulunya tidak cukup diperhitungkan karena nominalnya yang kecil namun saat ini transaksi pembayaran ritel meningkat sangat signifikan sehingga perlu diatur karena mempengaruhi sistem keuangan.

Sebelumnya, Indonesia diperkirakan dapat menjadi negara dengan e-commerce terkuat pada 2020 mendatang. Pada 2014, besar pasar e-commerce di Indonesia mencapai 13 miliar dollar AS atau sekitar Rp 176 triliun.

tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × three =