FAST BREAK – 2 SEPTEMBER 2020

FastBreak

Pemkot Yogyakarta Pasang Stiker di Hotel dan Restoran yang Terverifikasi Terapkan Protokol Kesehatan

Pemerintah Kota Yogyakarta menerapkan verifikasi penerapan protokol pencegahan dan pengendalian Covid-19 kepada pelaku usaha di bidang pariwisata. Pemerintah akan menandai hotel dan restoran yang sudah terverifikasi dengan stiker. Tercatat 68 hotel dan restoran telah mengajukan proses verifikasi kelayakan operasional di era adaptasi kebiasaan baru. Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan pemasangan stiker dan verifikasi ini sebagai langkah pemerintah untuk mendorong pelaku usaha wisata seperti hotel dan restoran untuk bersunguh-sunguh menerapkan protokol kesehatan. Stiker tersebut akan ditempel di bagian front office sehingga mudah terbaca oleh pengunjung.

Penanganan 5 Lokasi Blankspot & 10 Titik Wifi di Bantul Gagal Terealisasi di 2020

Rencana Pemkab Bantul memenuhi target pemasangan 10 titik fasilitas wifi gratis terkendala. Sebab, adanya refocusing anggaran karena pandemi Covid-19. Selain itu, sampai saat ini kendala blank spot di beberapa wilayah di Bantul juga belum teratasi. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bantul, Fenty Yusdayati, mengatakan, rencananya anggaran sebesar Rp 150juta ini akan ajukan lagi pada APBD Perubahan 2020. Namun kemungkinan bukan mencakup 10 titik, tapi hanya enam sampai delapan titik. Menurut dia, berbeda dengan 96 titik wifi gratis yang telah dipasang oleh Pemkab Bantul pada tahun lalu di ruang publik, maka penambahan delapan titik wifi ini akan difokuskan kepada lokasi kelompok informasi masyarakat (KIM) yang kini sudah tersebar di beberapa desa bahkan dusun.

Gelombang Tinggi Diprediksi Terjadi hingga Dua Hari ke Depan

BMKG Yogyakarta mengingatkan warga di sekitar pantai selatan untuk waspada menyusul laporan gelombang tinggi yang diprediksi bakal berlangsung hingga dua hari depan. Kepala BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengatakan, gelombang diprediksi mencapai 3 – 4 meter. Reni menjelaskan, gelombang itu diprediksi sudah mulai mereda pada 4 September mendatang dengan tinggi mencapai 2.5 – 3.5 meter, namun tinggi itu dinilai masih masuk dalam kategori cukup tinggi. Gelombang tinggi tersebut dipicu oleh adanya sirkulasi di laut Natuna. Selain itu, pihaknya juga mengingatkan untuk menjaga keselamatan di bidang pelayaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × one =